Subscribe: Sastrawan Jahat
http://sastrawan-jahat.blogspot.com/feeds/posts/default
Added By: Feedage Forager Feedage Grade B rated
Language: Indonesian
Tags:
ahmad dhani  akan  dengan  dhani  dia  ini  itu  mereka  nggak  saja  sastrawan jahat  saya  sudah  tidak  yang   
Rate this Feed
Rate this feedRate this feedRate this feedRate this feedRate this feed
Rate this feed 1 starRate this feed 2 starRate this feed 3 starRate this feed 4 starRate this feed 5 star

Comments (0)

Feed Details and Statistics Feed Statistics
Preview: Sastrawan Jahat

Sastrawan Jahat



Indonesia Tentrem Dame Tanpa Selebriti Layak Mati



Updated: 2017-10-11T12:21:55.244-07:00

 



Riwayat Hidup (Baru) Ahmad Dhani #2

2008-04-15T05:51:46.805-07:00

oleh Nanas HomoSemalam, Toean Marquis de Sade datang pada saja. Katanja, beliaoe tidak soedi memboenoeh kedji Tuan Ahmad Dhani. Saja tanjakan, “Mengapa Toean? Apakah Toean berbelas kasih padanja?” “Bukan, bukan begitu, Anak Homo,” begitoe rupanja beliaoe panggil saja. “Saja terlampau djidjik padanja. Hingga dengan melihatnja akan membikin saja moentah belatoeng saban hari. Dan itoe soenggoeh menjiksa bathin saja.” “Ah, baiklah kalau begitoe, Toean.” “Silakan Anak Homo jang menggantikan posisi saja.” *** Maka saja poelang ke pondok dengan riang hati. Saja pikir harus toenggoe lama baroe bisa boenoeh-boenoeh ini orang. Ternjata seperti perkiraan saja, Toean Sade memang benar-benar moerah hatinja. Seperti jang diberitahoekan rekan Masygul, dalam episode ini Toean Ahmad Dhani akan mati sebanjak sembilan belas kali. Memilukan, sungguh. Tetapi setelah saya tjek dalam tjatatan acherat, rupanja memang telah tertoelis seperti itoe. Djadi, apa maoe dikata. Saja hanja mendjalankan tugas dari Jang Maha Esa. Gosip poenja gosip. Rupanja kali ini Toean Ahmad Dhani terlahir sebagai pitiek. O wow. Abrakadabra pemirsa. Tahoe kan pitik? Itoe, anak ajam. Maka, toegas saja adalah mentjari pitiek ini. Sampai ke oejoeng doenija poen saja tlah bertekad besi menemoekannja. Dalam masa pekerdjaan ini, saja tlah berkorespondensi dengan anggauta Keboen Binatang Siloeman. Dengar-dengar, reputasi mata-mata mereka memang oke poenja. Toktjer, sodara. Ketoea mereka tlah merekomendasikan pada saja oentoek mengoetoes para belalang tempoer dan tjapung-tjapung imoet. Tetapi oentoek antisipasi, saja djoega pesan gerombolan tjlurut oentoek melantjarkan aksi. Menoeroet hemat saja, djalan bawah tanah akan mendjadi lebih aman bagi misi ini. Dan malam ini, saja tengah menoenggoe berita dari para mata-mata. Mari kita lihat, siapa jang akan datang. “Tjiit, tjiit, tjiit!!” “Tjiit, tjiit, tjiit!!” Nah ternjata, tjlurut jang lebih doeloe berhasil. “Kemana teman-temanmoe jang lainnja?” “Sebagian besar terboenoeh. Karena hinggap-hinggap, djadi digaploek oleh manoesia-manoesia bengis.” “Sisanja?” “Kesemprot pestisida, Bentjong.” Ah, ja, baiklah. “Djadi, dimana roepanja pitiek itoe berada?” “Di poelaoe sabrang. Masih di dalam teloer, dipelihara petani djagung.” Ah, ja. Baiklah. Soepaja oeroesan tjepat selesai, baiknja tjepat-tjepat saja berangkat ke tanah Pak Tani. Lantas menumpang andong ajaib disoepiri Toean Potjong saja segera brangkat. Tjatatan: kalau andongnja disoepirin manoesia, maka tidak kan dapat menjebrangi laoetan loeas. *** Esok, tanggal 26 Mei 1974. Teloer itoe akan menetas dan dalam beberapa hari si pitiek reinkarnasi Toean Ahmad Dhani akan tewas. Tentoe sadja, dengan tjara jang imoet. Karena saja Nanas Homo Hermaprodit Imoet. “Toean Potjong, djam berapa roepanja kita akan tiba di tempat?” Toean Potjong menganggoek-anggoek sebanjak empat kali. Berarti kami akan tiba pukul empat soeboeh jang mana tidak lama lagi. Saja djuga soedah tidak sabar lagi oentoek melihat si pitiek ini. Ingin tahoe tjemana roepanja setelah mati terboenoeh sebagai Amit Dani. Eh, roepanja. Sambil menoenggoe tibanja andong Toean Potjong ini saja ketidoeran. Pastilah Toean Potjong ini bingoeng membangoenkan saja. Soalnja beliaoe tidak poenja tangan dan wajahnja tertoetoep kafan. “Hmmpfh! Hmpfh! Mpfh! Mpfh!” Beliaoe bertreak-treak sambil lontjat-lontjat di atas andong. Bikin saja terdjoengkir dari tempat doedoek saja. Saja memboeka mata disamboet terpaan angin soeboeh. Segar benar, di pedesaan pagi-pagi. Setelah meregangkan otot-otot, saja siap mentjuri teloer sasaran. Rumahnja tidak djaoeh dari tempat Toean Potjong parkir dia poenja andong. “Toenggoe sebentar ja, Pak!” Saja bergegas menghampiri rumah petani yang dimaksud Tjlurut. Soesah sekali roepanja oentoek masoek ke pekarangan. Pagarnja tinggi-tinggi betul. Saja teliti benar-benar pagarnja. Pasti ada tjelah oentoek nanas ukuran imoet seperti saja ini. Aha! Benar sadja. Saja temukan tjelah kecil. Tjukup oentoek tubuh bontet saja. S[...]



It's Time

2008-04-13T07:29:21.192-07:00

(image)
Sastrawan-sastrawan Jahat are Back!



19 Hidup Ahmad Dhani

2008-04-11T07:21:10.698-07:00

Di cerita ini Ahmad Dhani sudah mati. Tenang, tenang. Orang “beragama” seperti Ahmad Dhani pasti tahu kalau yang namanya Pengadilan Akherat itu ada. Maka setelah mati akibat sifilis pada usia 61 tahun, di sinilah Dhani berada: Padang Mahsyar, antrean nomor 62.039.263.654.394.812. Jangan lupa, matahari cuma satu jengkal di atas kepalanya, dan dengan goblok dia mencak-mencak dalam hati, menyalahkan keluarganya yang tidak memberinya kacamata hitam dan tabir surya sebagai bekal kubur.Manusia dengan nomor antrean 62.039.263.654.394.811 akhirnya selesai diadili. Ahmad Dhani kebat-kebit maju ke hadapan Tuhan. Pengennya sih protes, kenapa dia harus menunggu begitu lama, padahal di dunia para “wartawan” selalu memburunya untuk mendapatkan gosip terbaru. Tapi Tuhan terlalu agung, dan Ahmad Dhani cuma… well, Ahmad Dhani. Dia pun berdiri saja. Terdiam. Kakinya sudah bolak-balik meleleh akibat panas lantai dari logam yang ditambang khusus dari Jahanam (sekedar info, Padang Mahsyar bukan padang pasir, tapi padang logam). Meleleh, tumbuh lagi, meleleh, tumbuh lagi. Sudah hampir dua ribu kali kakinya meleleh dan tumbuh lagi, tapi Tuhan belum juga bicara padanya. Maka Dhani memberanikan diri untuk buka mulut.“Tuhan, udah dong diemnya. Entah berapa milyar tahun sudah saya mengantri. Setelah sampai di sini kok malah dicuekin?”“LANCANG!” Satu malaikat yang melayang-layang di sisi Tuhan murka besar, buktinya huruf-hurufnya besar semua. “KAMU PIKIR KAMU SIAPA BERANI-BERANINYA BICARA DULUAN?!”Dhani gemeteran. “Saya Ahmad Dhani, pentolannya grup Dewa 19, Dewa, terus Dewa 19 lagi. Musisi, produser, juga tokoh di balik kelompok-kelompok penyanyi cewek seperti Ratu dan Dewi Dewi.”“KURANG AJAR! MEMANGNYA TUHAN TIDAK TAHU?!”“Terus kenapa Tuhan diam aja?”“SEBAB TUHAN TERLALU JIJIK SAMA KAMU!”“Kok jijik sih, Tuhan?”“YA KARENA KAMU AHMAD DHANI!” Semua malaikat tereak serentak.“Tapi saya kan rajin ibadah, sudah naik haji, selalu kasih sedekah, menghormati orang tua saya, dan… dan… Banyak lagi deh.”“LALU MENURUT KAMU KENAPA TIMBANGAN INI JOMPLANG DI TAKARAN DOSA KETIMBANG PAHALA?” Malaikat tadi menunjuk neraca di depannya.Ahmad Dhani terdiam. Ia melirik ke arah titian rambut dibelah tujuh. Manusia dengan nomor antrean 62.039.263.654.394.811 baru saja kepleset. Dhani pun meringis, pengen nangis, tapi air matanya telanjur kering akibat dehidrasi. “Ampun!” lantas teriaknya. “Jangan masukin saya ke neraka.”“HEH! KAMU ITU PASTI MASUK NERAKA, TAPI NGGAK SERU KALAU KAMU MASUK NERAKA SEKARANG. ADA KEPUTUSAN LAIN BUAT KAMU.”“Keputusan apa?”“LEBIH OKE KALAU KAMU DIKEMBALIKAN KE DUNIA LAGI…”Ahmad Dhani mendadak kegirangan, wajahnya berbinar-binar. “Terima kasih! Terima kasih!”“JANGAN SENANG DULU, GOBLOK! SUDAH DIPUTUSKAN KALAU KAMU AKAN HIDUP DAN MATI DI SEMBILAN BELAS DUNIA PARALEL, DAN SEMBILAN BELAS KALI PULA KAMU AKAN HIDUP DAN MATI DENGAN TERSIKSA. KAMI SUDAH MEMILIH SEMBILAN BELAS SASTRAWAN TERJAHAT YANG AKAN MENULISKAN SEMBILAN BELAS RIWAYAT HIDUP BARU KAMU YANG PASTINYA PENUH DENGAN DERITA YANG AMAT SANGAT TERLALU SAKIIIIIIT SEKALI BANGET. SIAP?”Mulut Ahmad Dhani menganga. Ia mengedip, dan ketika matanya membuka ia sudah berada di tempat lain. Tempat yang gelap dan becek. Sepertinya rahim. Soalnya riwayat hidup (baru) nomor 1 akan segera dimulai:SINOPSIS RIWAYAT HIDUP (BARU) AHMAD DHANI #1oleh Ki Jambang MasygulDi Zakarata pada tanggal 26 Mei 1973, Dhani terlahir sebagai laki-laki yang tetap mirip Ahmad Dhani tapi dikasih nama Amit Dani. Bapak kuli pemabuk, dan ibu langsung meninggal lima detik setelah melahirkannya. Bapak yang tidak punya rasa kasih sayang dan tidak punya duit melemparnya ke tempat pembuangan sampah ketika usianya baru tiga belas hari. Lalu ia dipungut sama pemulung, dijual ke germo, dibesarkan di rumah bordil, kerap dimarahi dan ditempiling, dan pada usia 12 tahun di-test drive sama seorang tante yang mekinya bau amis. Kemudian Si Papi berkali-kali menawarkannya pada perempuan hidung belang dan ber[...]



KALAU TITI KAMAL MAEN FILM PENDEK INDIE

2008-04-12T07:53:31.729-07:00

oleh Pendekar Pemetik Bunga Kamboja. Set:villa murahan di daerah puncak, yang tarifnya ditawar tanpa perasaan Costumes: Titi Kamal (TK) : kemeja pink yang nggak banget, rok biru, Pendekar Pemetik Bunga Kamboja (PPBK): seperti biasa, celana jeans & t-shirt Anggota Sastrawan Jahat lain sebagai Figuran: seadanya yang melekat di badan, semampunya. Property: tempat tidur dengan seprei buluk, seikat tambang, rantai sepeda. Scene 1 (PoV: TK) "Kita perkosa saja rame-rame.""Telanjangi, perkosa, potong tujuh...""...buang ke semak-semak.""Gantung, diperkosa. Pokoknya 'salome'.""Sodomi.""Ah, dasar maniak."Kulihat wajah-wajah itu seolah menjadi begitu liar. Kedua lengan itu mendorong tubuhku dan menghempaskannya ke atas tempat tidur. "Siapa kamu!" dan histeriaku justru membuat lelaki itu tersenyum. Matanya yang menyipit menatapku dan lidahnya menjilat sedikit air liur yang menetes ke dagunya."Luar biasa cantiknya. Sungguh luar biasa."Dan apakah itu menjadi alasanmu untuk menamparku dan merenggut kaus yanng menutupi tubuhku??"Jangan...."Tapi apakah ia akan merasa iba lalu mendadak memelukku dan menangis bersamaku? Tentu tidak setelah melihat ketelanjanganku. Tangannya bergerak dan giginya yang dingin menyentuh kulit buah dadaku. Lututnya menekan kakiku, tubuhnya terasa begitu berat, sehingga setiap rontaanku terasa begitu sia-sia."Tolong. Jangan lakukan ini."Tangisan itupun terasa begitu percuma saat mulutnya menghisap puting payudaraku dan memberikan rasa perih di dadaku. Tangannya menahan kedua lenganku di atas kepala. Dengan kasar lelaki itu menyusupkan jemarinya ke balik celana dalamku dan menekan kemaluanku, membuatnya basah tanpa kehendakku."Ya Tuhan, kamu benar-benar menikmatinya."Lelaki itu merenggut pula sisa-sisa penutup ketelanjanganku, jemarinya menusuk dan memainkan liang kemaluanku, membuatku merintih dan menggelinjang.Dan segalanya menjadi gelap.Gumam demi gumam menyusup di telingaku. Tanganku begitu tak berdaya dengan tali-tali ini. Dan pantatku terasa empuk dengan bantal yang menyangganya. Empuk dan sakit, saat penis-penis itu bergerak-gerak memenuhi kewanitaanku. Satu dan lainnya. Silih berganti. Begitu cepat. Begitu menyakitkan.Gelap dan terang silih berganti.Gigitan dan jilatan, cakaran dan remasan. Erangan dan rintihan kenikmatan. Juga gelap dan terang.Silih berganti.Tolong aku.Siapapun. Scene 2 (PoV: PPBK) Dan kutarik bajunya. Kancing-kancing itu berserakan di permukaan lantai. Kupandangi buah dada yang bergelayutan di depanku. Tanpa terasa air liurku menetes ke dagu. Gadis ini begitu menyelerakan. Kujambak poni di kepalanya yang terkulai dan kutarik ke atas. Dapat kurasakan nafas lembut itu. Ia masih hidup, dan itu sesuatu yang menggembirakan. Kuamati bibirnya yang berdarah dan kantung matanya yang lebam. Mempesona. Kucium bibir itu, menggigitnya dengan gemas. Dan darah semakin banyak mengalir. Anyir. Kubiarkan cairan kental itu memenuhi rongga mulutku. Perlahan mata gadis itu semakin berkerut sebelum akhirnya membuka. Seperti yang kuduga. Gadis itu menjerit keras-keras menyadari ketelanjangannya. Menyenangkan. Kujilat bibir bawahnya serentak memegangi kepalanya supaya tidak berpaling. Gadis itu menggeliat, mencoba meronta melepaskan belenggu di tangannya. Tapi tentu saja usaha yang sia-sia. Kuangkat rok biru gadis itu. Pahanya yang tercancang membuka, membuatku leluasa untuk menyentuh dan memainkan lipatan vaginanya. Gadis itu melenguh dan jejak-jejak air mata mulai tampak di pipinya yang lembut.Aku semakin bergairah saat gadis itu mengerang. Kuangkat tubuhku dan berdiri di belakangnya. Kubuka retsleting celanaku dan membiarkan penisku yang menegang keluar. Gadis itu terus menggeliat. Menggeliat saat kutarik celana dalamnya menelusuri kulit kakinya yang putih mulus. Kugenggam penisku, menggerakkannya dengan cepat. Kurasakan nafsu sudah mencapai ubun-ubun kepalaku. Kujulurkan jemariku dan meraba liang vagina gadis itu. Si gadis meronta, mengejang sesaat, mengerang dan menjerit. Namun[...]



Selebriti Jam-bret!

2006-12-11T02:14:37.707-08:00

by Jumadi Pendekar Gelegar Disko Kencana


Akhir-akhir ini saya merasa kesal ketika melihat acara Selebriti Jam di salah satu TV nasional. Kalau ada yang tidak tahu itu acara apa, itu acara paling tidak kompeten untuk manusia yang tidak kompeten di bidang tarik suara. Masalah kompetensi di sini sangat serius karena saya juga manusia yang mempunyai hak asasi atas hiburan yang berkualitas (bukannya yang merusak otak, mata, dan telinga saya!). Moral penerus bangsa juga dipertaruhkan karena mereka harus menyaksikan ketololan-ketololan para selebritis yang benar-benar bersalah karena berani mempertontonkan 'hal-hal memalukan' mereka di depan TV!

Hal-hal memalukan itu adalah: memasangkan penyanyi dan non penyanyi untuk menyanyi di depan umum dalam keadaan tidak mabuk saja sudah merupakan hal memalukan, apalagi kalau yang non penyanyi juga selebritis! seperti biasa, selebritis yang goblok adalah selebritis yang mau-mau aja dimalu-maluin di depan TV. Udah gitu, selebritis yang penyanyi juga mau-mau aja dipertaruhkan namanya saat disandingkan dengan selebritis gak bisa nyanyi. Dengan segala hormat, Om Harvey Malaiholo... situ kan penyanyi top bersuara emas, kenapa bisa khilaf? Om lagi nggak kurang duit kan????

Memasangkan penyanyi yang gak bisa nyanyi dengan non penyanyi. DIA AJA UDAH GAK BISA NYANYI KOK NEKAT dan SOTOY banget?! Lihat aja manusia-manusia macam Nafa Urbach, atau Saeful Jamil yang jijiG itu (neng nafa dan syamsul sudah dalam daftar bunuh-red). Belum lagi, yang paling memilukan bagi saya adalah dipasangnya Setiawan Djody sebagai juri... Haduh gusti paringono ekstasi... Setiawan Djody nggak bisa nyanyi kok jadi juri nyanyi? Ini kesalahan paling besar setelah memasang Dimas Djay dan mutia kasim yang sok judes tai kotok itu jadi juri indonesian idol.

Banyak selebritis yang sudah nggak laku saat ini. Mereka kalah ngetop dan daya jualnya kurang dibanding da'i-da'i muda (baca: tai-tai muda) yang bertebaran dan belum ngerti caranya masturbasi tapi udah ngelarang orang masturbasi (situ oke coy?!?!?!). Banyak orang yang seharusnya tidak menjadi selebritis akhirnya menjadi selebritis hanya karena rajin berdoa atau terlibat dalam video mesum dengan penis sekecil pinsil ujian. Cari gara-gara adalah cara cepat dan tepat menjadi selebritis karbitan. Seperti hamil tapi nggak ada yang hamili (spooky bgt...), hamil tapi gak diakuin, hamil sama babi, atau hamil-hamilan biar dapet pengakuan. Atau yang paling gres adalah poligami!! Berprofesilah sebagai da'i, ngeguruin orang sana-sini dan berlakulah sebagaimana layaknya nabi, lalu kawin lagilah! Niscaya anda akan semakin beken dengan ketidakkompetensian anda!

Ah...banyak sekali yang kepingin beken, padahal jadi beken itu tidak selalu enak! Contohnya saya. Sebagai Pendekar Gelegar Disko Kencana, saya tidak meminta untuk menjadi tenar, tapi karena kompetensi saya di lantai dansalah yang akhirnya membuat saya diingat dalam benak semua khalayak lantai dansa. Saya selalu ditunggu di malam minggu untuk memanaskan lantai dansa, dicekokin jekdi agar saya dapat menemukan gaya-gaya disko baru, sampai harus pualng pagi setiap akhir pekan melupakan jemuran hanya untuk menyenangkan beautiful crowd yang sudah menanti saya di lantai dansa! Mengharukan dan membanggakan bukan?

Saran Pendekar Gelegar Disko Kencana sih...ada baiknya jika kita melakukan hal-hal yang sesuai dengan kompetensi kita. Kalau memang cuma kompeten menjual syahwat, ya jualanlah dengan baik, nggak usah nyaru jadi selebritis, apalagi nyaru jadi penyanyi! Iya nggak seehh...?? Seperti kata pepatah, orang jujur itu disayang Tuhan dan banyak rejeki! Ngalkhamdulillah...



Salam dansa,

Jumadi, Pendekar Gelegar Disko Kencana



Ram Punjabi: Rakhee Lentera Hidup Saya!

2006-11-27T20:41:44.594-08:00

Oleh: Pendekar Air Mata MenghunjamMalam ini Tuan dan Nyonya Punjabi melangkahkan kaki keluar dari penthouse mereka yang supermahal dan supernorak. “Acaaa...Rakheee...Kita jadi terlambat kan ke acara Piala Citra. Ini gara-gara kamu sibuk sasak rambut aaaa....” “Acaaa...Tapi kalau tidak disasak kan lepek. Saya kan sudah hampir botak aaaa...” Jawab Rakhee sambil menggelengkan kepalanya. Sambil menggeleng-gelengkan kepala mereka memasuki mobil mewah mereka yang nangkring di depan lobi hotel. “Acaaa...Supir, bawa kita cepat-cepat, aaaa...Ini sudah terlambat!” Tanpa menyahut supir itu menjalankan mobil. Namun, bukannya ke tempat penyerahan Piala Citra, mobil tersebut malah berbelok ke jalanan sunyi. Berjalan kencang sampai akhirnya tiba di sebuah tempat sepi dengan sebuah rumah besar yang terletak di antara tebing-tebing. “Acaaa....ini di manaa...aa...?” Tanya Rakhee cemas sambil memegangi rambutnya, “kita harus ke Piala Citraaa...aaaa...sudah sasak capek-capek.” Sekali lagi Si Supir tidak menyahut, ia justru membalikkan badannya menghadap mereka, lalu membenturkan kepala keduanya satu sama lain. Kepala Rakhee yang sekeras tembok akibat sasakan secara teratur selama bertahun-tahun meninggalkan benjolan ungu kebiruan sebesar telur itik di kening Raam. Mereka pun pingsan. Ketika sadar, mereka menemukan diri mereka terduduk di sebuah sofa usang penuh kutu dan debu, di tengah sebuah ruangan yang remang-remang. “Hatsyiii....Acaaaa....Banyak debu aaa..aaa...Nempel di make up saya...” Rewel Rakhee... “Acaaa...Kamu cerewet aaa...aaa ...Ini rambut saya sudah penuh kutu, sampai bulu-bulu tangan, kaki, sama dada saya aaa...aaa...” Raam balas merengek. “Makanya, di-Brazilian Wax, dong!” Sebuah suara tiba-tiba terdengar. Kedua Punjabi terkejut dan mengangkat kepala mereka. Di depan mereka berdiri sepuluh orang yang dibayangi sinar lampu temaram. Yap, merekalah gerombolan Sastrawan Jahat. “Kalian di bawa ke sini atas kejahatan yang telah kalian lakukan.” Pendekar Air Mata Menghunjam membuka suara, “kejahatan atas perbuatan kalian terhadap siaran televisi di Indonesia.” “Isinya cuma mata melotot!” Kata Nanas Homo. “Orang teriak-teriak!” Gadis Berpedang Dari Bukit Imagure menyahut. “Sama cerita nggak mutu!” Ki Jambang Masygul menimpali. “ABCDEF!” Seru Tukang Kredit Gamis nggak maksud. “Pokoknya kalian harus dihukum,” Jenggot Sakti dari Bukit Tian-Shan berkata, “hukumannya adalah kalian harus berlari menelusuri terowongan yang gelap dan harus keluar dengan selamat.” “Tidak boleh ada penerangan, kecuali dari Rakhee.” Gerombolan Sastrawan Jahat segera mengangkat kedua Punjabi ke mulut gua. “Kalo kalian nggak pengen mati di sini, lari!” “Tapi sebelumnya...” Srikandi Bulu Jambon mengambil korek dan menyalakan api di rambut megalomannya Rakhee. “Kalo pengen Rakhee selamat, bawa dia lari sampe ujung terowongan!” Maka Raam pun mengangkat Rakhee dan berlari memasuki terowongan, tanpa mereka sadari di sepanjang terowongan sudah dipasangi kamera night vision, mikrofon, dan speaker sehingga Gerombolan Sastrawan Jahat bisa memantau mereka. Baru beberapa puluh meter nafas Raam sudah tersengal-sengal karena rambut Rakhee yang sekeras beton menambah berat beberapa kilogram, selain itu Rakhee sibuk meronta-ronta sambil menjerit-jerit. “Acaaa...!!! Acaaaa....!!! Rambut saya...aaa...sudah mahal-mahal supaya bisa keliatan seperti Lion King aaa..aaa...!!!” “Acaaa...kayanya saya memang harus ikut olahraga aa...aaa...” Raam tertatih-tatih, “kamu berat sekali, itu semua duit kita larinya ke rambut kamu.” “Ayo, jangan lelet! Ntar keburu istri lu go[...]



Lintah

2006-11-15T04:07:36.070-08:00

Oleh Ki Jambang Masygul Ini bukan meniru cerpen “Lintah” karya Djenar Maesa Ayu. Cerpennya memang oke, sayang penulisnya patut dibasmi. Tapi kita tidak akan membasmi Djenar kali ini. Belum saatnya. Ngomong-ngomong soal Djenar, harus kita akui bersama bahwa writer slash celebrity slash whore yang satu itu memang seksi. Banget, malah. Nah, tokoh yang akan kita bunuh kali ini sangat gemar akan wanita-wanita asoy. Dia akan melakukan apa saja demi mendapatkan mereka, termasuk dengan mengajar mengaji mulai tengah malam hingga subuh tiba. Mari, kita rayakan kematian Rhoma Irama. Kisah dimulai ketika saya datang ke studio Soneta Group untuk menculiknya. Ketika saya datang dia sedang asyik menyetem gitar. Saya masuk dan berteriak, “Ane mau nyulik Rhoma Irama. Siapa yang keberatan?” Seperti yang sudah direncakan, tidak ada satu pun anggota Grup Soneta yang mengangkat tangan. Bang Rhoma memandangi mereka satu per satu, heran karena tak ada yang membelanya. Maka saya bilang, “Ah, nggak usah heran, Bang Haji. Selama ini di Grup Soneta yang dikenal sebagai selebriti kan ente doang. Ente sok dahsyat sih, ampe anggota-anggota Soneta yang lain diabaikan status selebritinya, bahkan di dunia dangdut yang sok meriah sendiri. Di film-film, selalu ente yang jadi jagoan. Yang berdiri paling depan dalam menyampaikan nada dan dakwah juga cuman situ. Yang lain selalu ketutupan bayang-bayang kebesaran Haji Rhoma Irama. Saya datang ke sini juga karena salah satu anggota Grup Soneta ngirim surat ke Sastrawan Jahat, minta supaya ente dibunuh aje. Udah yuk, Bang, ikut aye sekarang.” Rhoma Irama bangkit dengan gagahnya. Dia buka baju, memamerkan bulu dadanya yang bergoyang ditiup AC. “Ke sini lu kalo berani!” tantangnya. Saya berjalan mendekat. Bang Rhoma membelalak. Ke arah saya dia berlari gesit, meskipun pernah kena stroke. Saya nggak mau kalah dong. Saya keluarkan pistol imut kesayangan saya dan langsung saya tembak tempurung lututnya. “AAAAAAAAAAH,” teriak Bang Rhoma. Saya ambil sapu tangan yang sudah dibasahi chloroform dari dalam kantong celana, kemudian saya bekap hidungnya sampai dia tak sadarkan diri. “Nih, Dek, biar kagak susah ngebawanye.” Salah seorang personel Soneta memberi saya gerobak sorong. Dia juga membantu saya mengangkut tubuh Bang Haji hingga ke mobil. Lantas kendaraan saya kemudikan dengan santai ke markas Gerombolan Sastrawan Jahat yang berada di tengah-tengah komplek perumahan Kenanga Biru. Sesampainya di garasi, saya buka celana Rhoma Irama biar telanjang sekalian, lalu saya ikat tubuhnya dengan plester superlengket sampai dia hanya bisa menggeliat-geliat. Efek obat bius mulai hilang. Segera saya sumbat mulutnya dengan dildo yang meniru penis Jeff Palmer supaya dia tidak berteriak histeris. Kan repot kalau tetangga-tetangga sampai mendengar teriakan di siang bolong. Sebagai sentuhan terakhir, saya ambil pisau silet kemudian dengan laknat saya cukur jambang Bang Rhoma yang aduhai lebatnya sampai terlihat masygul. Tukang Kredit Gamis yang sudah menanti-nanti kedatangan saya membantu mengangkatkan tubuh Bang Haji ke dalam, langsung ke ruang sidang Dewan Sastrawan Jahat. Di sana sudah berkumpul semua anggota Sastrawan Jahat kecuali Kyai Asbak Berlumut dan Srikandi Bulu Jambon yang memang berdomisili di daerah lain. Laki-laki Berkuteks Darah, Nanas Homo, Gadis Berpedang dari Bukit Imagure, Si Jenggot Sakti dari Gunung Tian-Shan, dan Pendekar Air Mata Menghunjam duduk melingkar di sofa menghadapi sebuah akurium besar. Akuarium besar itu khusus saya pesan untuk menghabisi Rhoma Irama agar kematiannya tampak elegan. Di dalamnya tampaklah lintah-lintah berbagai ukuran dan warna (rata-rata sih item sama coklat) sedang menempel di kaca atau berenang-renang gaya geal-geol. Lintah-lintah ini saya beli dari seorang agen binatang penghisap darah di Pasar Siksa Segala, pasar langganan gerombolan Sastrawan Jahat. “Cepat amat lu balik?” tan[...]



Punjabi dan Degradasi Moral Pertelevisian Indonesia

2006-11-15T03:56:30.495-08:00

(image)
Oleh: Pendekar Air Mata Menghunjam


Apa moral yang kita dapat setelah menonton sinetron yang berjamuran di televisi Indonesia?
1. Tuhan membenci kaum gay
2. Para kyai memiliki profesi sampingan sebagai dukun/mantri kesehatan yang secara ajaib mampu menyembuhkan apapun. Apapun! Mulai dari homoseksualitas sampai dengan penyakit lepra.
3. Ibu tiri dan nyonya-nyonya kaya akan awet abadi oleh hairspray dan eyeshadow supertebal
4. Bantuan Tuhan akan datang kepada seorang lemah berparas jelita, tidak pernah kepada seorang lemah berparas pas-pasan.
5. Trend pembicaraan terbaru yang memelototkan mata dan menaikkan volume suara sampai beberapa desibel.

Inikah Indonesia yang selalu ingin kita lihat? Apa yang sebenarnya ingin disampaikan? Kenapa orang mau menontonnya? Jawabannya: karena nggak ada tontonan lain di televisi. Daripada mati garing lebih bai nonton acara tv yang nggak mutu. Tampaknya perlu dibuat peribahasa yang baru "Orang bijak lebih memilih mati garing daripada nonton sinetron".

Mungkin cukup benar apabila kita menuduh keluarga Punjabi sebagai pihak yang bertanggung jawab ata keterbelakangan mutu tayangan-tayangan di televisi kita. Mungkin pada awalnya mereka bercita-cita luhur ingin membuat tayangan yang dapat menyaingi Bollywood, tapi sayangnya gagal. Setidaknya dengan mengesampingkan tarian dan nyanyian, para aktor dan aktris Bollywood itu pada bisa akting. Nggak sekedar jual tampang yang baru muncul di satu atau dua iklan. Bukan iklan yang bagus pula.

Nggak ada hikmah yang bisa diambil selain menjadikan kita sebagai masyarakat yang superfisial dan hanya melihat di permukaan kulit yang indo tanpa peduli apa otaknya emang berisi otak atau sekedar kotoran. Kasian sekali ya masyarakat kita, setiap hari, siang dan malam selalu dicuci otak dengan tayangan yang nggak bermutu. Wajar aja kalo kita nggak pernah maju.

Ram dan Rakhee! Paling nggak kalian harus mikir selera masyarakat, jangan dipaksa buat ngikutin selera kalian yang supernorak itu ! (Kamar mandi bermotif macan tutul? Tolong dong! Nggak bangeeettt...!!)

NB: saya sebenarnya cukup kagum dengan Rakhee. Dia setiap hari mengalami bad hair day tapi tetap pe-de. Buat yang satu ini, salut deh.



Nanas Homo Vs Andrei Aksana

2006-11-13T12:06:06.316-08:00

Posting pertama dari Nanas Homo ini akan mengulas Andrei Aksana secara umum. Ulasan-ulasan yang lebih rinci akan di-post secara berkala oleh Nanas Homo hingga ia bosan dan memutuskan untuk membunuhnya dengan satu kilo diazepam karena telah tiada tahan dengan apa-apa yang dibuatnya.Saya mendengar namanya pertama kali di tengah malam dingin saat sedang makan dengan dua orang teman di pinggir jalan. Jujur, saat itu saya tidak mengerti sama sekali mengapa salah seorang teman saya sangat membenci pria ini. Karena ia makin menggila menyumpahinya, maka saya minta ia meminjamkan saja salah satu buku yang ditulis pria itu. Maka, keesokan malamnya, ia mendatangi saya di hotel, membawa sebuah buku dengan gambar perut six pack laki-laki di sampul depan (sepertinya si cover designer sibuk hunting ke gym seputar Jakarta untuk mendapatkan the perfect six pack untuk buku dari the songong author, Andrei Aksana).Novel Andrei yang dipinjamkan pertama kali pada saya berjudul Lelaki Terindah. Oh, Saudara-saudara, andaikan wajah saya kala pertama membaca buku itu bisa dipotret, ingin rasanya saya pajang di blog ini. Saya terdiam menatap kovernya yang memang membuat saya ngiler. Namun saya buka halaman pertamanya, dan... oh my Crotch! Tulisan macam apa ini? Gatal-gatal selangkangan dan otak saya dibuatnya.*menarik nafas dalam*Saya bawa Lelaki Terindah ikut makan malam di Bedhot, sebuah gallery restaurant di Jl. Sosrowijayan tempat saya membaca sewaktu-waktu. Selagi jalan menuju Bedhot, teman saya sempat berujar, ”Ngapain lo bawa-bawa tu buku? Kok nggak ditinggal di hotel aja sih? Jangan sampe keliatan orang ya sampulnya, malu gue!” Begitulah, Saudara-saudara, bahkan teman saya ikut-ikutan malu melihat saya membawa buku itu, padahal saya ingin membacanya demi tujuan yang mulia.Sesampainya di Bedhot, sekilas-sekilas saya membaca Lelaki Terindah sambil menunggu Cap Cay dan Pizza. Sambil membaca, tentunya saya dan teman saya juga menggosipi Andrei (senang nggak, Mas, digosipin?). Kabarnya, Lelaki Terindah adalah wujud pengakuannya sebagai seorang gay. Tiada masalah Andrei itu homo, karena saya juga toh Nanas Homo. Yang menjadi masalah kemudian adalah tutur bahasanya dalam menceritakan kisah-kisah cinta (tai kucing)-nya. Cinta-cintaan itu begitu sempurna menjadi tai kucing berlumur madu ketika dituturkan oleh Andrei Aksana. Maaf, tapi begitulah kejujuran sepotong Nanas Homo.Saya tidak mengerti seleranya yang jauh lebih tidak elegan dan lebih tidak termaafkan daripada saya. Seburuk-buruknya selera saya, Saudara-saudara, saya tidak akan membawa kotak obat sambil melayang (novel master-piss Lelaki Terindah, saat Rafky membawakan kotak obat Valent yang sedang diserang asma). Juga tidak akan membentangkan tangan saya untuk menunjukkan tempat duduk kepada tamu yang datang ke bar saya (Karena Aku Mencintaimu, saat Elena mengajak paksa Jeryn ke tempat hiburan malam).Andrei memang berasal dari kalangan menengah ke atas. Tidak bisa saya pungkiri dia jauh lebih kaya dari saya (sekaligus lebih kaya monyet). Ia telah lebih dulu terbang ke Thailand, Paris, Amsterdam, London daripada saya yang paling jauh hanya sampai Gunung Kidul. Ia saya maafkan untuk hal itu, mengingat dia memang lebih tua daripada saya dan sudah bisa cari uang sendiri untuk membiayai perjalanan-perjalanannya. Dia juga saya maafkan untuk penggambaran-penggambarannya atas negara-negara yang sudah pernah dia kunjungi. Untuk bagian-bagian itu, dia berhasil menggambarkannya tanpa kata-kata yang berlebihan (tai kucing lumur madu).Mari lupakan masalah penggambaran negara-negara yang tidak penting dan beralih pada bagaimana dia menuturkan sebuah cerita. Saya agak bosan dengan tema-tema yang ia suguhkan: cinta. Mengapa bosan? Tentu saja saudara-saudara, cobalah buka mata kalian lebar-lebar (ganjal pakai korek jika perlu), sudah berapa ribu kisah tentang cinta yang telah dihasilkan p[...]



Sastrawan Jahat, untuk Indonesia Yang Lebih Baik

2006-11-13T12:06:06.200-08:00

To-Kill List

Oleh: Pendekar Air Mata Menghunjam


Berikut ini daftar orang-orang yang menyebabkan kemerosotan bangsa Indonesia sehingga layak dianiaya hingga tewas:

1. Andrei Aksana (Saya yakin dia anak angkat, bukan cucunya Sanusi & Armijn Pane!)
2. Rhoma Irama (menerima panggilan mengajar ngaji, termasuk tengah malam)
3. Ram & Rakhee Punjabi (bad hair + bad taste = bad sinetrons)
4. Titi Said (sudah waktunya disensor)
5. Habib Riziq (You're not a celebrity, but we hate you unanimously, anyway.)
6. Ian Kasela (No comment!)
7. Dewi Persik & Saiful Jamil (cewek tolol + homo tolol = tolol kuadrat. NB: Kami bukan homofobik, cuma nggak suka homo berselera buruk aja.)
8. Julia Perez dan adiknya yang suka ngejilatin gigi tonggosnya
9. Ayu, Sarah & Rahma Azhari
10. Iip Wijayanto (karena 99% udah nggak perjaka)
11. Shandy Aulia (no brain, bad acting, merusak pemandangan)
12. Marshanda (lihat no. 11)
13. Indra Bekti (for popping up everywhere for no reason. We have 28 ways to kill you infamously.)
14. Oki Lukman (just plain annoying)
15. Djenar Maesa Ayu (Mereka Bilang Kamu Monyet!)
16. Nafa Urbach (for trying to be Britney Spears slash Paris Hilton)
17. Trio "Virgin" (entahlah,there's just something wrong with them)
18. Catherine Wilson (lihat no. 11)
19. Ahmad Dhani (Sori ye, tapi sesudah album Bintang Lima lu udah nggak wuks!)
20. Ruhut Sitompul dan kuncir jeleknya
21. Jusuf Kalla (for being who he is)
22. Ressa Herlambang (banyak gaya)
23. Roger Danuarta (bad hair for a hairdresser's son)
24. Annisa Bahar (yang gagal jadi lonte)
25. VJ Rianti (lihat no. 11)
26. Vena Melinda (Tante, kamu bukan Cher. Bulu-bulumu nggak oke.)
27. Tina Toon (dihamili Joshua sebelum lulus SD, jangan-jangan)
28. Joshua (menghamili Tina Toon sebelum lulus SD)
29. The Cendanas (no further reasons)
30. Megawati (Bikin malu nama Bapak kamu, nduk!)
31. Agnes Monica (We've had enough of you everywhere!)
32. Nadine Chandrawinata (dunia akan mengerti alasannya)
33. Krisdayanti (lihat no. 11)
34. Farhad Abbas (Huekkkk!)
35. Benigno (for being gay with no taste. Shame on you! Again, we're not homophobic, but this particular guy just got on our nerves!)
36. Krishna Mukti (lihat no. 35)
37. Thomas Djorghi (lihat no. 35)
38. Ariel Peterpan (Terlalu banyak benih yang kau sebar di Indonesia. Sok laku kamu!)
39. Luna Maya (hampir termaafkan karena kakaknya ganteng, tapi Gerombolan Sastrawan Jahat memutuskan dia bersalah)
40. Ratu (siapa suruh selera sama Ahmad Dhani)
41. Thomas Nawilis (sutradara muda berbahaya!)
42. Nagita Slavina dan suara cemprengnya

Any more?



Atas Tercabiknya Akal Sehat

2006-11-13T12:06:05.863-08:00

oleh Ki Jambang Masygul

Kami memandang bahwa selebriti-selebriti Indonesia, melalui kehidupan pribadi mereka yang terjebler lewat infotaiment maupun lewat kebodohan-kebodohan mereka yang terekam buat penikmat sinetron, telah mencabik ketentraman dan kedamaian hati nurani orang-orang Indonesia yang masih (ingin) waras. Maka dari itu, kita perlu sebuah tempat bermain, tempat menggebyarkan imajinasi tersadis. Di sini, kita memegang peraturan, dan para selebriti Indonesia yang jadi taruhannya. Permainannya bernama: Bunuh Selebriti Tak Berguna. Silakan pasang taruhan. Sebutkan nama-nama selebriti Indonesia yang ingin Anda lihat berlumuran darah, alasan-alasannya, bagaimana cara menghabisinya, dan kami akan menuliskan kisahnya untuk Anda. Atau, lebih baik lagi, kirimkan kisah pembunuhan selebriti versi Anda dan kirimkan ke sastrawan_jahat@yahoo.com (jangan lupa cantumkan nama samaran). Bila sesuai selera Dewan Sastrawan Jahat, tulisan Anda akan dimuat di blog ini.

Permainan dimulai.