Subscribe: Indonersia Center
http://indonersiacenter.blogspot.com/feeds/posts/default?alt=rss
Preview: Indonersia Center

Indonersia Center



Hati Enam Dimensi - Memandang Dunia Dari Berbagai Sisi



Last Build Date: Wed, 06 Dec 2017 14:34:00 PST

 



Pelangi Sejelas Ini

Sun, 01 Dec 2013 07:43:27 PST

Indonersia - *Catatan kemarin lusa*sore ini, di langit yang menaungi lingkaran kami ada pelangi."lihat,deh.. ada pelangi.."kami semua menoleh ke arah langit, terpaku, memandangnya penuh kagum. Semua kemudian mengeluarkan kamera, tak ingin lengkung indah itu hanya tertangkap oleh mata."Wah, masyaAllah.. jangan-jangan malaikat lagi pada turun lewat pelangi itu ya.. kan kata nya kalo kita lagi berkumpul di majelis ilmu bakal banyak malaikat yang berkumpul di atas kita..":')-----kau tahu? Sedari kecil aku belum pernah melihat pelagi sejelas ini. Bahkan momenku melihat pelangi yang muncul samar-samar saja bisa dihitung jari. Mungkin karena itu, sewaktu kecil aku tak terlalu menghayati lagu "rindu pelangiku datang lagi..", padahal lagu itu dinyanyikan oleh penyanyi kesukaanku sewaktu kecil.Ya, bagaimana hendak rindu, melihatnya dengan jelas saja belum pernah.  Dan sore ini, di atas lantai marmer hitam, aku menatap pelangi dengan jelas sekali. Di atas lantai yang sama dan pada sudut langit yang sama dimana kita biasa melihat rapatnya pelukan hujan, senja yang sendu, atau mentari pagi yang muncul dengan malu-malu.Iya, di atas lantai yang sama dan pada sudut langit yang sama dimana kita biasa.. ya.Sekali lagi, kau tahu.. belum pernah aku melihat pelangi sejelas sore ini. Mungkin lewatnya Allah ingin menunjukkan dan menjawab ragu-raguku belakangan ini.Ia ingin menjawab bahwa nantinya di langit kita juga bisa muncul banyak pelangi. Dari "gerimis" yang aku bawa sesekali yang mungkin berulang kali kau pertemukan dengan hangat sinar mentari. Dari terik dan kemaraunya kehidupan yang bergantian kita hujani dengan sabar dan syukur yang tak berhenti.Ah,..Ya Rabb.. :')Sungguh, maukah kita (terutama diriku sendiri) berjanji bahwa ini bukan pelangi terakhir yang bisa kulihat dengan jelas sekali?-----"Kamu yakin?""iya..""kamu sebenarnya tidak ingin bersama-sama kamu hanya tak suka perasaan sendirian, iya, kan?""Ah, sok tahu.. aku tidak begitu""kamu tahu kan, ini hanya seperti dua buah garis sejajar yang tak punya titik temu? Kamu selalu bilang bahwa hal ini seperti itu..""entahlah, yang pasti aku sudah mengubah gradienku, yang artinya entah jauh entah dekat, pasti dua garis ini akan memiliki titik temu"Sumber: NeuroTouch[...]



REKRUTMEN PEGAWAI PT ASKES

Wed, 27 Nov 2013 12:57:02 PST

Indonersia - PENGUMUMAN REKRUTMEN DAN SELEKSI REGULER PEGAWAI PT ASKES (PERSERO) TAHUN 2013 [Download]Info Lebih Lanjut, www.bumn.go.id/askes------------------------------------------------------------------------------------------------ PT Askes (Persero) merupakan Badan Usaha Milik Negara yang bergerak dalam bidang Asuransi Kesehatan, dalam rangka mempersiapkan dan kelancaran operasional Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan membutuhkan pegawai yang ulet, tangguh dan mau bekerja keras sebagai team work.Persyaratan Surat Lamaran :Calon pelamar wajib menyerahkan Surat Lamaran dengan menuliskan kode rekrutmen dan seleksi “Rekrutmen Pegawai (RP)” pada sudut kiri atas amplop dan pada kiri atas surat lamaran dengan Persyaratan umum sebagai berikut :1. Curriculum Vitae / Data Riwayat Hidup2. Copy KTP3. Copy ijazah terakhir yang telah dilegalisir dari Akademi/Universitas4. Copy transkrip nilai5. Pas foto ukuran 4×6 berwarna latar belakang biru sebanyak 2 (dua) lembar6. Copy Surat Referensi dari tempat bekerja sebelumnya, jika sudah pernah bekerja7. Surat Keterangan Catatan Kriminal (SKCK) dari kepolisian setempat8. Tinggi Badan Minimal Untuk Wanita 155 cm, dan Untuk Pria 160 cmPemenuhan kebutuhan pegawai tersebut akan dilakukan melalui proses rekrutmen dan seleksi pegawai, dengan persyaratan/ kualifikasi sebagai berikut :A. Posisi Calon Pimpinan, Kode Lamaran (CP) – Map Batik 1. Minimal lulusan S1 dengan jurusan :a. Kedokteran Umum/Gigib. Farmasi/Apotekerc. Kesehatan Masyarakatd. Keperawatane. Akuntansif. Manajemeng. Komunikasih. Hukumi. Statistikj. Teknologi Informasik. Sistem Informasil. Manajemen Informatika2. IPK minimal :a. Kedokteran Umum/Gigi : 2,75b. Di luar Kedokteran Umum/Gigi : 3,253. Akreditasi Perguruan Tinggi : A4. Usia :a. Kedokteran Umum/Gigi : max. 32 tahun (sd. 31 Desember 2013)b. Di luar Kedokteran Umum/Gigi : max. 27 tahun (sd. 31 Desember 2013)5. Mampu mengoperasikan komputer (Microsoft Office)6. Memiliki nilai TOEFL min. 450 (sertifikat yang masih berlaku dilampirkan)7. Belum menikah, khusus bagi pelamar di luar Kedokteran Umum/Gigi.8. Bersedia di tempatkan di seluruh Indonesia.Berkas lamaran dimasukkan dalam amplop tertutup dan diberi Kode CP di pojok kanan atas.B. Staf Reguler untuk posisi : 1) Sekretaris, Kode Lamaran (SEKR) – Map Warna Merah Muda § Lulusan dari Universitas/Perguruan Tinggi dengan akreditasi A dan B;§ Lulusan dari Akademi dengan akreditasi A dan dan B;§ Wanita berusia max. 25 tahun pada tanggal 31 Desember 2013 dan belum menikah;§ Berpenampilan Menarik dan Tinggi Badan Minimal 155 cm;§ Latar belakang pendidikan D3 Sekretaris;§ Nilai IPK min. 2.75 bagi lulusan Akademi Negeri, min. 3.00 bagi lulusan Akademi Swasta;§ Mampu mengoperasikan komputer (Microsof Office);§ Bersedia ditempatkan di seluruh Indonesia.2) Staf Pemasaran, Kode Lamaran (PM) – Map Warna Biru Tua § Lulusan dari Universitas/Perguruan Tinggi dengan akreditasi A dan B;§ Lulusan dari Akademi dengan akreditasi A dan dan B;§ Berusia max. 25 tahun untuk D3, 27 tahun untuk S1 , dan 32 tahun untuk lulusan S1 Kedokteran Umum/Gigi, sampai dengan 31 Desember 2013;§ Belum menikah, khusus bagi pelamar di luar Kedokteran Umum/Gigi§ Latar belakang pendidikan S1 Kedokteran Umum/Gigi, S1/D3 Farmasi, Apoteker, S1/D3 Komunikasi, S1/D3 Ekonomi, S1/D3 Hukum, S1/D3 Kesehatan Masyarakat, S1/D3 Keperawatan;§ Nilai IPK min. 2.75 bagi lulusan Perguruan Tinggi Negeri, min. 3,00 bagi lulusan Perguruan Tinggi Swasta, dan 2,5 bagi lulusan S1 Kedokteran Umum/Gigi;§ Mampu mengoperasikan komputer (Microsof Office);§ Bersedia ditempatkan di seluruh Indonesia.3) Staf Kepesertaan, Kode Lamaran (KP) – Map Warna Hijau § Lulusan dari Universitas/Perguruan Tinggi dengan akreditasi A dan B;§ Lulusan dari Akademi dengan akreditasi A dan dan B;§ Belum menikah, khusus bagi pelamar di luar Kedokteran Umum/Gigi§ Berusia max. 25 tahun untuk D3, 27 tahun untuk S1, dan 32 tahun untuk S1 Kedokteran Umum/Gigi, sampai dengan 31 Desember 2013;§ Latar belakang pendidikan S1 Kedok[...]



Dipertahankan

Thu, 14 Nov 2013 09:17:34 PST

Indonersia - Kau tahu salah satu perasaan yang menurutku sangat indah adalah perasaan dipertahankan. Ya, mengetahui bahwa dirimu dipertahankan, terlebih oleh orang yang kau cintai, adalah sangat luar biasa.

Meski terkadang kau melihatnya seolah seperti pengekangan. Menahan sayap-sayap kecilmu untuk terbang. Tetap percayalah, itulah tanda cinta yang dalam, karena kau sedang dipertahankan.

Meski terkadang ada pintu-pintu yang ia kunci, membuatmu terkadang nyaris benci. Tapi percayalah, itu hanya sebentuk usaha agar kau tak pergi. Tak menjauh.

Meski terkadang rengekan dan tangisanmu seolah tak diperhatikan. Dan hanya dibalas dengan kalimat "tidak boleh" yang berulang-ulang. Percayalah, itu hanya sedikit upaya, yang sekali lagi berarti kau tengah dipertahankan.
Dan bahkan kalau kau mau lebih peka, "hujan" di langit hatinya jauh lebih deras dari gerimis kecil di matamu saat itu.

Maka tidakkah kau ingin sedikit saja bersyukur demi mengetahui bahwa kau tengah dipertahankan?


-----

:'(
Hai, perempuan yang menuntun langkah kakiku yang pertama..
Kau tahu?
langkahku pergi belum pernah seberat ini..


(image)



Lowongan Kerja PT Bidar Timur Jakarta (PJTKI)

Wed, 13 Nov 2013 09:27:34 PST

Indonersia - Lowongan Kerja PT Bidar Timur Jakarta (PJTKI) Untuk Perawat Wanita Penempatan Di Arab Saudi

PT. Bidar Timur adalah PJTKI yang berlokasi di Jakarta , membuka lowongan posisi perawat wanita untuk di tempatkan di beberapa Rumah Sakit Pemerintah di Arab Saudi, dengan syarat :

Persyaratan :
  1. Wanita, umur 22-39 tahun
  2. Pendidikan minimal S1 Keperawatan
  3. Lulus tahun 2011 atau tahun-tahun sebelumnya
  4. Mampu berbahasa inggris
Jika Anda tertarik, silahkan kirim berkas via email  ke cv@bidartimur.co.id :
  1. CV
  2. Fotokopi ijasah yang dilegalisir
  3. Transkip nilai yang dilegalisir
  4. Foto berwarna terbaru ukuran 4 x 6
Wawancara akan diadakan di Jakarta antara Desember 2013 atau Januari 2014.
Info lebih lanjut hubungi 021 8001987 atau kunjungi kantor kami antara pukul 11.00 pagi sampai 17.00 WIB, Senin - Jumat.

PT. Bidar Timur
Jl. Budi No 20 Cawang Dewi Sartika
Jakarta Indonesia 13630
Tel. +6221 8001987 / Fax. +62218014020.
Alamat web : http://www.bidartimur.co.id

Penutupan Lamaran 15 Januari 2014(image)



Hilangkan Bekas Luka Pada Kulit

Sun, 10 Nov 2013 10:37:06 PST

Indonersia - Banyak orang menginginkan bekas luka yang ada pada tubuh mereka hilang dalam waktu yang relatif cepat. Nah, penggunaan cara alami untuk mengatasi hal ini akan sangat aman bagi Anda.1) MentimunUntuk mengurangi bekas luka dengan mentimun, hancurkan mentimun hingga membentuk pasta. Setelah itu, letakkan pada bekas luka dan diamkan sepanjang malam. Lakukan ini selama beberapa malam, dan Anda akan melihat bekas luka sedikit demi sedikit menghilang.2) Minyak Pangkal Biji Bunga MawarMinyak ini digunakan dalam berbagai kosmetik dan telah terbukti menunjukkan hasil yang bagus, terutama untuk menghilangkan bekas luka akibat jerawat. Untuk menggunakan pengobatan alami ini, maka Anda perlu melakukan pemiijatan dengan menggunakan minyak biji pangkal bunga mawar pada bekas luka di kulit dua kali sehari selama 15 menit.3) Terapi Ikan SpaIkan-ikan kecil ini akan memakan sel-sel kulit mati yang nantinya akan melancarkan siklus regenerasi sel baru dan menghasilkan kulit yang lebih sehat. Secara tidak langsung akan membuat bekas-bekas luka menjadi hilang dengan sendirinya.4) Jus LemonJus lemon bertindak seperti pemutih alami, sehingga cukup efektif dalam mengobati luka. Namun, jangan berlebihan, karena asam sitrat yang terkandung dalam jus lemon sebenarnya dapat menyebabkan kerusakan pada kulit Anda jika digunakan dalam jangka panjang.5) Vitamin CVitamin ini membantu dalam proses pembekuan darah yang sangat diperlukan untuk penyembuhan luka. Cobalah untuk menemukan perawatan bekas luka alami ini dalam bentuk krim karena krim yang mengandung vitamin C merupakan cara yang paling efektif. Selain itu, makan makanan yang kaya akan vitamin C juga bermanfaat.6) Tea Tree OilAnda dapat mencoba menggosok minyak pohon teh ke bekas luka dan ulangi ini beberapa kali per hari. Beberapa orang mengklaim bahwa bekas luka Anda dapat hilang dalam beberapa hari!7) MaduMadu merupakan salah satu bahan yang efektif untuk menghilangkan bekas luka. Anda dapat menggunakan madu dengan cara mengoleskan madu ke bekas luka dan diamkan semalaman. Untuk hasil maksimal, lakukan cara ini berulang-berulang.8) Teh HijauYang perlu Anda lakukan di sini adalah celupkan kapas ke dalam teh hijau, dan kemudian pijat bekas luka Anda dengan itu.9) Minyak ZaitunPijatlah bekas luka Anda dengan minyak zaitun beberapa kali sehari. Maka dapat dipastikan bahwa bekas luka tersebut akan lenyap dalam beberapa hari.Perlu juga Anda ketahui bahwa ada beberapa cara yang tidak dapat bekerja dengan baik. Ada beberapa sumber menyatakan bahwa mederma (yang merupakan jenis bawang ekstrak) bekerja seperti mukjizat untuk menghilangkan bekas luka. Namun, tidak ada satu pun penelitian ilmiah yang dapat membuktikan keakuratan cara alami untuk menyembuhkan bekas luka ini. Banyak juga klaim yang mengatakan bahwa vitamin E merupakan salah satu alternatif penyembuhan bekas luka. Beberapa sumber menganjurkan untuk mengambil sebuah kapsul vitamin E dan mengoleskannya pada bekas luka. Kenyataannya, akibat terburuk yang mungkin muncul adalah dapat menyebabkan dermatitis pada beberapa orang! Oleh karena itu, pilihlah cara yang menurut Anda terbaik untuk menghilangkan bekas luka Anda.Sumber: Nur Afiyah / Vemale.com Sumber: NeuroTouch[...]



Jakarta Hospital Expo 2013

Tue, 05 Nov 2013 15:30:28 PST

Indonersia - Hospital Expo 2013 di Jakarta, Indonesia
The 12th IHA National Seminar, 7th Annual Seminar Patient Safety & The 26th Hospital Expo 2013

Hari / tanggal: Rabu - Sabtu, 06 - 09 November 2013

Waktu: 10.00 - 20.00 WIB

Lokasi: Jakarta Convention Center



Hospital Expo adalah perhelatan tahunan yang diprakarsai oleh Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) yang melibatkan rumah sakit serta vendor-vendor alat kesehatan baik dari dalam maupun luar negeri.

Bagi rekan-rekan nurses yang punya ingin membuka wawasan bisa menghadiri expo ini.

info: http://www.hospital-expo.com/ (image)



Penerimaan Tenaga Kependidikan Non PNS Kontrak

Wed, 30 Oct 2013 06:35:55 PDT

Indonersia - PENERIMAAN TENAGA KEPENDIDIKAN NON PNS KONTRAKDI RUMAH SAKIT NASIONAL DIPONEGORO, UNIVERSITAS DIPONEGORO TAHUN 2013 Rapat Koordinasi Penerimaan Tenaga Kependidikan Non PNS KontraK Tahun 2013 tanggal 25 Oktober 2013, menghasilkan ketetapan kebutuhan tenaga kependidikan pada Rumah Sakit Nasional Diponegoro, Universitas Diponegoro dengan status Tenaga Kependidikan Non PNS Kontrak, sejumlah 83 orang dengan kuaiifkasi sebagai berikut: sumber : http://fk.undip.ac.id/agenda/penerimaan-tenaga-kependidikan-non-pns-kontrakSumber: NeuroTouch[...]



Denah Lokasi Pelaksanaan Tes Cpns Pemerintah Kabupaten Madiun Tahun 2013

Mon, 28 Oct 2013 09:26:41 PDT

Indonersia - DENAH LOKASI PELAKSANAAN TES CPNS PEMERINTAH KABUPATEN MADIUN TAHUN 2013



(image)



Bisnis Bareng Ust.Yusuf Mansur - VSI Klik

Mon, 04 Nov 2013 16:37:23 PST

Indonersia -Saya ingin memberikan kabar Gembira, Buat Anda bahwa Ustadz Yusuf Mansyur, Telah membuka luas  kerjasama micropayment bisnis dengan mendirikan sebuah perusahan bernama PT Veritra Sentosa Internasional.AYO GABUNG BERSAMABISNIS USTAD YUSUF MANSURsaya yakin perkembanganya akan sangat pesat dengan menggunakan software Virtual Payment.Virtual Payment  adalah software yang dirancang  bagi  pemula yang ingin memulai Bisnis. Sederhana, Mudah diduplikasi, Modalnya Relatif kecil akan tetapi potensi penghasilannya sampai milyran rupiahMengapa Anda Harus Bergabung dengan Bisnis ini ?Modal sangat terjangkau, cukup Rp. 275.000 dengan pilihan paket dan Cahs back Hingga 2 Juta LebihBisnis ini masih baru berdiri , soft launching bulan juli 2013  Tepat sekali  untuk “ambil posisi”Point Reward sangat terbuka untuk mendapatkan (smartphone, wisata religi, mobil Avanza, BMW, lamborghini, Rumah dan Villa)Terintegrasi dengan sistem e-Commerce. Mulai dari pemesanan, data pelanggan sampai pembayaran komisi bisa Anda lihat secara real-time.Tidak perlu menyetok barang. Anda tidak perlu menghabiskan tempat dan mengeluarkan biaya untuk menyetok barang. Dan jangan takut kehabisan produk..Figur Pemilik Perusahaan memiliki daya “MAGNET” yang sangat kuat, tentunya kita semua kenal Ustad Yusuf Mansur, ceramah-ceramah beliau yang  selalu memberikan solusi setiap masalah yang kita hadapi sehari-hari, InsyaAllah tidak ada keraguan bagi masyarakat untuk bergabung .ANDA SUDAH SIAP MENDAPATKAN PENGHASILAN 11JT/BULAN  BERSAMAUstd. YUSUF MANSUR ??Klik Tombol “GO” DIBAWAH  memulai kesuksesan anda setelah Keaanggotan free member anda aktif berhak mendapat kan book ustad yusuf mansur di menu download yang bernilai ratusan ribu ditoko toko buku dan cd (disini anda tidak perlu bayar) diantaranya1. The Power Of Giving2. Kun fayakun3. The Miracle4. Kita Bisa berubah5. Keluarga Sakinah6. Sedekah menolak balak Part 17. Sedekah menolak balak part 29. Wasiat Terakhir Rasullullah10. 10 Dosa Besar Vol 1- Penyebab Permasalahan Kita11 10 dosa Besar Vol 2 - Dosa-dosa Besar12 10 dosa Besar Vol 3 - Zina Menhapus Rizki13Benahi Sholat Kita14 Yang Menentramkan Hati15 Fadhlilah Surat al-Waqiah16 FAdhlilah Surat Yasiin17 Khatam Alquran 1800 kali18. Yakinlah Allah akan menolong Kita19 Lailatul Qodar20 Cara cepat menjemput Pertolongan allahSumber: NeuroTouch[...]



Rekrutment RSUD Dr. Soetomo Jawa Timur Tahun 2013

Sat, 19 Oct 2013 10:41:20 PDT

Indonersia - Rekrutment Pegawai BLUD NON PNS RSUD Dr. Soetomo, Surabaya, Jawa Timur Tahun 2013Pengumuman Penerimaan Pegawai BLUD NON PNS RSUD Dr. Soetomo Jawa Timur Tahun 2013Persyaratan Calon Pegawai BLUD NON PNS RSUD Dr. Soetomo Jawa Timur Tahun 2013  Persyaratan umum : 1. WNI 2. Membuat lamaran kerja dan daftar riwayat hidup 3. Foto Copi Ijazah dan transkip nilai yang telah dilegalisir 4. Pas foto ukuran 4x6 sebanyak 1 lembar (berwarna), dan Foto ukuran 3x4 sebanyak 2 lembar (berwarna) 5. Fotokopi KTP6. Surat sehat disertakan keterangan pemeriksaan buta warna 7. menguasai bahasa inggris dan mampu mengoperasikan komputer 8. SKCK dan kartu Kuning (disertakan apabila sudah lulus tes Kompetensi) 9. Usia 21-25 tahun yang belum mempunyai pengalaman kerja Usia 26-30 tahun yang sudah bekerja INFOPengajuan lamaran diterima tanggal 22 - 25 Oktober 2013 pada jam kerjaLamaran DIANTAR LANGSUNG ke Bagian Kepegawaian RSUD Dr. SoetomoSyarat dan ketentuan selengkapnya dapat dilihat di Bagian Kepegawaian RSUD Dr. SoetomoBagian Kepegawaian RSUD Dr. SoetomoJl. Mayjen. Prof. Dr.  Moestopo 6-8 Surabaya Telp. (031) 5501016Surabaya, Jawa TimurSumber: NeuroTouch[...]



makasih, kakak

Wed, 16 Oct 2013 07:19:16 PDT

Indonersia -Jika teman bahagia hatinyaJika teman bersuka hatinyaIkutlah bersuka cita, turutlah merasakan bahagia... denganyaJika temanmu bergembiraJika temanmu senang hatinyaRasakan getaran sukanya, turutlah menjadi bagian... darinyaJangan hey janganJangan sedih melihat teman bahagiaJangan hey janganJangan bahagia melihat teman bersedihSirik itu namanyaSirik tak baik adanyaSirik tanda tak mampuSirik buang jauh-jauh...Jika temanmu sedang berdukaJika temanmu sedih hatinyaHiburlah hatinya buatlah agar dia selalu merasa... gembira(ost Joshua oh Joshua)Mungkin memang benar, salah satu hal paling membahagiakan adalah membahagiakan orang lain. Apalagi yang kau bahagiakan itu adalah mereka yang kau cintai. Tahaddu tahabbu..saling memberi hadiahlah, maka kalian akan saling mencintai.dan seperti kata salah seorang sahabat saya lainnya "memberi tidak melulu sama dengan soal merayakan sesuatu"."Ya, ini semata-mata "hanya" untuk menyuburkan tanaman cinta kita berdua", begitu katanya.pemberian yang "ini" juga begitu nampaknya :)"Makasi, ya kakak hadiah-nya.. jazaakallah khairan katsiran.."-----“Dan janganlah kamu iri hati terhadap karunia yang telah dilebihkan Allah kepada sebagian kamu atas sebagian yang lain. (Karena) bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan bagi perempuan (pun) ada bagian dari apa yang mereka usahakan. Mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (Q.S. An-Nisaa’ : 32)salah satu PR terbesar abad ini adalah bagaimana kita bisa sungguh-sungguh-tulus ikut berbahagia melihat sahabat-sahabat, teman-teman, dan orang-orang sekitar kita satu persatu bisa meraih impian-impian mereka. Mendoakan kebaikan-kebaikan bagi mereka dan tersenyum melihat pertumbuhan-pertumbuhan mereka. Kemudian dengannya, kita mampu menyerap energi positif untuk menumbuhkan diri kita.Aaah, indahnya hidup jika kita mampu menuntaskan salah satu PR besar ini… :DSumber: NeuroTouch[...]



Well Done Captain - Raksasa Asia Adalah Indonesia

Sat, 12 Oct 2013 09:44:41 PDT

Indonersia - Hattrick Evan Antar Indonesia ke MyanmarHat trick Evan Dimas mengantarkan Timnas Indonesia U-19 ke putaran final Piala AFC U-19 Myanmar 2014. Tri gol sang kapten tersebut membawa Indonesia menang 3-2 atas Korea Selatan (Korsel).Di bawah guyuran derasnya hujan, Indonesia yang terbiasa mengandalkan bola-bola pendek di luar dugaan mampu tetap menunjukkan permainan menyerang. Usaha skuat Garuda Jaya akhirnya berbuah hasil saat laga memasuki menit ke-30.Adalah kapten Evan Dimas yang membawa Indonesia memimpin 1-0 tersebut. Pergerakan coming from behind sang kapten diakhiri dengan sambaran keras bola mendatar kiriman Ilham Udin Armayn.Namun, keunggulan tersebut hanya bertahan dua menit. Wasit Mohd Amirul Izwan langsung meniup peluit dan menunjuk titik putih begitu Kim Shin dijatuhkan Hansamu Yama di kotak terlarang. Eksekusi penalti Seol Taesu mampu memperdaya Ravi Murdianto dan menyamakan kedudukan menjadi 1-1.Hujan yang kian deras dan menggenangi lapangan SUGBK harus membuat laga dihentikan oleh wasit asal Malaysia. Laga pun sempat tertunda sekitar 30 menit.Setelah laga dilanjutkan kembali, Indonesia langsung menebar ancaman. Peluang emas tercipta dua menit kemudian, Muhammad Hargianto langsung memberi test case kepada kiper Korsel yang baru masuk, Lee Seong Won menggantikan Lee Tae Hui. Namun, tendangan Hargi masih menghajar tiang. Bola pantulannya pun belum melewati garis gawang. Skor 1-1 mengakhiri babak pertama.Laga babak kedua baru berjalan tiga menit, Evan kembali membawa Indonesia memimpin. Proses yang sama dengan gol pertamanya, kali ini assist Maldini Pali mampu membuat SUGBK bergemuruh. Indonesia 2, Korsel 1.Indonesia kian leluasa menguasai jalannya pertandingan setelah keunggulan tersebut. Korsel kian terlihat frustasi dan rusaklah skema permainan mereka.Korsel sempat mencatatkan peluang emas di menit ke-84 melalui Hwang Hwee Chan. Namun dua kali tembakannya gagal. Satu dibendung Ravi, satu melambung di atas mistar.Peluang emas tersebut malah dibalas dengan gol oleh Evan dua menit berselang. Penetrasi Ilham dari kanan kepada Mukhlis, diteruskan sang striker dengan back heel pass kepada Evan. Dengan tenang, sang kapten mengarahkan bola ke sudut kanan gawang Korsel. Hattrick evan membawa keunggulan Indonesia melebar 3-1.Korsel ternyata belum menyerah. Mereka mampu mencetak gol balasan melalui sundulan Suh Myeongwon memanfaatkan umpan set piece. Skor berubah menjadi 3-2 di menit ke-88 untuk Indonesia.Empat menit tambahan waktu yang diberikan tak mengubah hasil tersebut. Skor 3-2 tetap bertahan dan kemenangan menjadi milik skuat Garuda Jaya.Kemenangan ini membuat Indonesia menjadi juara Grup G dan otomatis lolos ke putaran final di Myanmar 2014 mendatang. Sementara Korsel harus rela beradu agregat gol dengan runner up grup lainnya. Keberhasilan Indonesia lolos ke putaran final Piala AFC U-19 tak ayal mendatangkan euforia baru di tanah air.Kemenangan Timnas U-19 Indonesia atas Korea Selatan (Korsel) ingin dijadikan Indra Sjafri sebagai tonggak kebangkitan sepak bola Indonesia. Menurut sang pelatih skuat Garuda Jaya itu, raksasa Asia saat ini adalah Indonesia.Dalam jumpa persnya pasca laga, Indra menegaskan bahwa bangsa ini tak boleh lagi berpikir kalau raksasa Asia hanyalah Korea, Jepang dan lain-lain. "Mulai saat ini bangsa ini harus berpikir bahwa raksasa Asia adalah Indonesia," tegas Indra tanpa bermaksud jemawa."Tadi kita tak hanya menang, kita permainkan mereka. Kita kolongin, main-mainin," jelas Indra sambil senyum#garudamuda #garudajaya #sujudsyukurSumber: NeuroTouch[...]



Metode Stimulasi Janin Berbasis Qur'an

Mon, 14 Oct 2013 18:33:43 PDT

Indonersia - Magetan,
Untuk temen-temen bidan di kota Magetan dan sekitarnya jika ada yang tertarik dengan "Metode stimulasi janin berbasis Qur'an" bisa mengikuti pelatihan Fasilitator "sekolah dalam Kandungan" Happy family Care.. insyaAllah akan diadakan hari Jum'at, tanggal 18 Oktober 2013, di PPI magetan,, Pukul" 14.00 - selesai...

Info selanjutnya bisa menghubungi CP: 08563505814

Jazakilah...

Salam HFC
Mencetak generasi Qur'ani sejak dalam kandungan
(image)



Cara Pendaftaran CPNS Pemkab Madiun

Thu, 10 Oct 2013 16:08:36 PDT

Indonersia - Assalamu'alaikumTerkait dengan teknis dan persyaratan pendaftaran CPNS di Pemkab Madiun.Gini lho... saya jelaskan sedikit1. Memang bahasa pengumuman agak membikin bingung kalau tidak betul-betul dicermati.2. Pendaftaran hanya berupa >> Lamaran>> Fotocopy Ijazah dan transkrip>> Fotocopy akreditasi program studi / jurusan>> Pas Foto>> Amplop Balasan>> Checklist 3. Persyaratan lain baru wajib dipenuhi kalau sudah dinyatakan Lulus.4. Masalah Akreditasi tempat kuliah.... setahu saya sudah direvisi, yg penting ada ijin diktiuntuk ini coba di cek di Revisi pengumuman di link ini: http://bkd.madiunkab.go.id/pengumuman-cpns-2013-formasi-umum/5. berhubung batas waktu penerimaan lamaran di kantor pos besar Madiun adalah tgl 14 pukul 14.00, ya segera saja didkirim. bisa diperhitungkan dari domisili Mas dan Mbak semua.6. Formulir pendaftaran dan pengumuman juga bisa di download di link yang sama : http://bkd.madiunkab.go.id/pengumuman-cpns-2013-formasi-umum/   itu info ringan dari saya.... semoga manfaat.kalau masih bingung... telpon saja Bu Heni di 0351-451235wassalamu'alaikum Bagi yang akan mendaftar di Magetan, ini pengumumannya http://bkd.magetankab.go.id/node/32Sumber: NeuroTouch[...]






Platelet-Function Testing Might Benefit Select PCI Patients, Says Expert Panel

Wed, 09 Oct 2013 06:52:32 PDT

Indonersia - A new position paper on the current role of platelet-function testing in patients undergoing PCI highlights the current state of evidence and advocates a selective role for testing in some patients, such as those at high risk for stent thrombosis. The experts, from the Working Group on Thrombosis of the European Society of Cardiology (ESC), stress that clinical presentation and patient characteristics should guide antiplatelet therapy during and after PCI.For selected patients, those who are suspected of having an increased risk for thrombotic or bleeding events based on clinical and/or procedural characteristics, "platelet-function testing may help the decision-making by providing information on the level of platelet reactivity," according to Dr Dániel Aradi (Heart Center, Balatonfürd, Hungary) and colleagues in their report, published online September 25, 2013 in the European Heart Journal.In Europe, the ESC guidelines on non-ST-segment-elevation ACS state that platelet-function testing is a class IIb indication. Testing platelet reactivity can be performed when clopidogrel is used, although prasugrel (Effient, Lilly/Daiichi-Sanyo) and ticagrelor (Brilinta, AstraZeneca) are recommended for ACS patients and those with ST-segment-elevation MI. Clopidogrel, however, still has a class I indication in ACS in Europe because not all countries have access to the newer agents. Dr Dirk Sibbing (Ludwig Maximilians University, Munich, Germany), one of the coauthors of the report, told heartwire that platelet-function testing is not recommended for all PCI-treated patients because the randomized, controlled clinical trials to date have not supported the concept of routine testing. That said, he noted there are large differences in the level of platelet inhibition during treatment with clopidogrel and that high platelet reactivity is associated with an increased risk of stent thrombosis."We shouldn't lose sight of the fact that antiplatelet drugs are the most important drugs for the patient," said Sibbing. "It is important for the physician and patient to know if the response to the drug is fine." The Available Assays Based on current evidence, the ESC working group recommends three assays for monitoring P2Y12 inhibition: the VerifyNow P2Y12 assay (Accumetrics), the Multiplate device (Diapharma) with the adenosine diphosphate (ADP) kit, and the vasodilator-stimulated phosphoprotein (VASP) assay.In addition, the position paper highlights the importance of standardized cutoff values with the assays to give physicians an estimation of thrombotic and bleeding risks. In addition, the experts discuss the clinical relevance of the "therapeutic window," the period in which thrombotic and bleeding risks might be lowest."The reason for coming out with this is to provide a paper that summarizes the data with the assays that are there and can be used for platelet-function testing and also to highlight the fact that the best way to use these assays is to use standardized assays," said Sibbing. "The whole field of platelet-function testing is a difficult field. It's not easy to test platelets the right way. It's much more difficult than testing serum creatinine, say, or other values. Standardized assays are of utmost importance so that we are able to compare results."In addition to providing guidance on monitoring, the experts discuss the prognostic value of platelet-reactivity testing[...]



Menjauh

Sat, 05 Oct 2013 09:15:08 PDT

Indonersia - Akhir-akhir ini cuaca kian tak menentu saja. Terkadang cerah berawan. Terkadang pula hujan. Tak tentu seperti langit hatimu. Ah, bukan. Sebenarnya bukan tak tentu, aku saja yang tak memahami mekanisme Allah dalam menentukan pergiliran langit cerah berawan dan hujan ya, lagi-lagi seperti hatimu. bukan tak tentu, hanya saja aku yang tak tahu bagaimana mekanisme Allah menunjuki dan membolak-balikkannya.Dan kau tahu? Pekan kemarin perkara "cuaca" ini menjadi semakin rumit bagiku. Dari mulai sekedar bingung menentukan akan mengeluarkan sang jemuran atau tidak, tak sengaja terhenti di suatu tempat berjam-jam karena hujan, hingga kesal sendiri melihat "langitmu" yang tetiba cerah dan tetiba mendung itu. Ah, ditambah pula hatiku yang sedang ber-manis-asem-asin-rame-rasanya. Lengkap sudah kerumitan ini. Bahkan mungkin efek kerumitannya juga bisa kau rasakan lewat begitu acak dan abstraknya tulisan ini.Ah, ya.. cuaca tak menentu ini seringnya membuatku terlalu banyak menduga-duga, terlampau sering berperasangka, hingga akhirnya tak demikian paham dengan apa maksud Allah sebenarnya.Dan memang Allah selalu paling tahu bagaimana menegur hamba-Nya dengan sedemikian halus dan mengena. Pada senja di hari selasa, di majelis yang semoga rahmat dan sakinah selalu dicurahkan Allah kedalamnya, sang ustadz berkata,"secara lughawi atau bahasa, subhanallah berasal dari kata sabaha yang artinya adalah menjauh. Menjauh dari apa? Menjauhkan Allah dari prasangkaan kita yang bukan-bukan. Menjauhkan Allah, dalam pikiran kita, dari sifat-sifat yang buruk. Jadi, seseorang yang membaca subhanallah sepenuh hati pasti terjauh dari prasangkaan yang bukan-bukan terhadap Allah. Selalu berbaik sangka terhadap rencana-Nya dan meyakini janji-janji-Nya.."#JLEBBenar.. mungkin beberapa hari kemarin tasbihnya belum sampai ke hati jadi masih bisa-bisanya berprasangka yang bukan-bukan terhadap rencana Allah dan janji-Nya.T_TYa, dan semenjak saat itu, aku telah memutuskan untuk menikmati semua episode perubahan cuaca ini.Tak peduli mendung ini akan membawa hujan melengkung pelangi atau justru langit berubah cerah lagi.------pergilah gundahpergilah resahjauhkanlah aku dari salah prasangkapergilah gundahjauhkan resahlihat segalanya lebih dekat dan kubisa menilailebih bijaksana..Sherina-Lihatlah Lebih DekatSumber: NeuroTouch[...]



'Heart Failure Is Killing Your Diabetes Patients,' Experts Warn at EASD

Tue, 01 Oct 2013 10:57:28 PDT

Indonersia - Cardiologists speaking here at the European Association for the Study of Diabetes (EASD) 2013 Meeting are urging diabetologists to sit up and take notice: heart failure is killing their patients and is not getting the attention it deserves.Not only is heart failure one of the most lethal—if not the most lethal—complications of diabetes, its role in diabetes is being routinely overlooked by physicians, by journals publishing diabetes research, and perhaps worst of all, by regulators tasked with telling companies what's important for trials of new diabetes drugs.Heart Failure in the Hot Seat Their pleas come at a time when heart failure has vaulted once again onto the radar of physicians studying and treating diabetes, this time after a signal of increased heart failure was seen in the SAVOR TIMI 53 trial. The results were presented at the recent European Society of Cardiology (ESC) 2013 Congress meeting and published simultaneously in the New England Journal of Medicine.As reported by heartwire , patients randomized to the dipeptidyl peptidase-4 (DPP-4) inhibitor saxagliptin had a 27% increased risk of hospitalizations for HF as compared with placebo-treated patients. EXAMINE , a second cardiovascular-outcomes study of another DPP-4 inhibitor, alogliptin, also presented and published during the ESC meeting, did not include heart failure as a prespecified end point. A post hoc analysis presented for the first time here today indicated that HF hospitalizations were numerically higher in the alogliptin group than in the placebo-treated group, but the difference was not statistically significant.Just how a clinical trial could travel from conception to publication without including heart failure as a stand-alone end point, given the lethal nature of this complication in diabetic patients, was a key talking point in an EASD session devoted to heart failure and diabetes."Not only do diabetologists, along with cardiologists, need to take heart failure seriously in patients with diabetes, but the regulators do as well," Dr John J McMurray (University of Glasgow, Scotland) urged the audience. "We need to make heart failure a much more prominent component of our clinical trials, and we must not see major journals publishing major CV-outcomes trials in diabetes and not even mentioning one of the most important — if not the most important — cardiovascular complication of diabetes, which is heart failure."Heart Failure, Mortality, and Diabetes For his presentation, McMurray reviewed the largest cardiovascular-outcome trials that included a predefined subset of diabetic patients, as well as the major diabetes trials that included cardiovascular outcomes. Only seven of 12 major CV-outcomes trials actually reported heart failure as an outcome, and worse still, of the 24 major diabetes-outcome trials, only 10 reported heart-failure outcomes.In slide after slide, McMurray showed data from clinical trials that, for years, were household names for cardiologists and endocrinologists alike, among them VALUE , LIFE [...]



Cukup Tahu Saja

Mon, 30 Sep 2013 07:23:28 PDT

Indonersia - Ketika tertampak keburukan atau "masalah" orang lain di depan mata terkadang ada masanya kita harus berada pada posisi "cukup tahu saja".

Cukup tahu saja kalau hal yang seperti itu tidak baik adanya. Buruk dampaknya. Cukup tahu saja agar diri tak berbuat yang serupa.


Ya, cukup tahu saja. Tak perlu rasanya membahas keburukan itu begitu rupa. Karena bisa jadi diri yang kadang merasa lebih baik ini, jika berada dalam kondisi yang serupa justru akan berbuat yang lebih buruk.
Kunna nuhaddats, annahu man ‘ayyara akhâhu bi dzanbin qad tâba minhu, ibtalâhullahu ‘azza wa jalla bihi
kami diberitahu bahwa sesiapa yang merendahkan saudaranya lantaran dosa padahal ia sudah bertaubat kepada Allah, maka Allah Azza wa Jalla akan bali mengujinya dengan dosa yang sama, -sebelum ia meninggal dunia.” (Hasan Al Bashri)
T_T
(image)



PRAMI: Preventive PCI of Nonculprit Lesions Benefits STEMI Patients

Sat, 28 Sep 2013 10:32:47 PDT

Indonersia - For patients with acute ST-segment-elevation MI (STEMI) undergoing PCI of the infarct artery, treating other nonculprit lesions significantly reduces the risk of major adverse cardiovascular events (MACE) [1]. The 65% relative reduction in the MACE risk was driven by a statistically significant reduction in the risk of nonfatal MI and refractory angina, report investigators. There was a trend toward a reduction in the risk of death from cardiac causes, but the benefit achieved did not reach statistical significance."The results of this trial show that in patients with acute STEMI, the use of preventive PCI to treat noninfarct coronary-artery stenosis immediately after PCI in the infarct artery conferred a substantial advantage over not performing this additional procedure," report Dr David Wald (Queen Mary University of London, UK) and colleagues.The study, known as the Preventive Angioplasty in Acute Myocardial Infarction (PRAMI), was presented today during a hot-line session at the European Society of Cardiology (ESC) 2013 Congress and published simultaneously in the New England Journal of Medicine. Study Stopped Early for Benefit Over a six-year period, 465 patients with STEMI from five clinical sites underwent PCI of the infarct-related artery. Of these, 234 patients were randomized to PCI of nonculprit lesions, known as preventive PCI, and 231 patients randomized to a treatment protocol that left these other lesions alone after opening the infarct-related artery. The trial was stopped early in 2013 based on a recommendation from data and safety monitoring committee (DSMB) that noted there was a significant between-group difference in the primary end point favoring preventive PCI.After a mean follow-up of 23 months, the primary end point, defined as death from cardiac causes, nonfatal MI, or refractory angina, occurred in 21 patients treated with preventive PCI and 53 patients treated with PCI of the culprit lesion only. This translated into a 65% relative reduction in risk and 14% absolute reduction in the primary end point. There was also an observed 68% relative reduction in the risk of nonfatal MI and a 65% reduction in the risk of refractory angina. PRAMI: Primary End Point and Its Components Outcome Hazard ratio (95% CI) Primary end point (death from cardiac causes, nonfatal MI, or refractory angina) 0.35 (0.21–0.58) Death from cardiac causes or nonfatal MI 0.36 (0.18–0.73) Death from cardiac causes 0.34 (0.11–1.08) Nonfatal MI 0.32 (0.13–0.75) Refractory angina 0.35 (0.18–0.69) In an editorial [2], Dr Laura Mauri (Harvard Clinical Research Institute, Boston, MA) said the strategy of treating nonculprit lesions differs from clinical practice, and current guidelines recommend against treating multiple lesions during STEMI. In the US, the American College of Cardi[...]



Worse Prognosis for Myocardial Infarction Patients With ST-Deviation in AVR

Sat, 28 Sep 2013 01:06:34 PDT

Indonersia - By Will Boggs, MDThe presence of ST-deviation in ECG lead aVR forebodes a worse prognosis in patients with ST-elevation myocardial infarction (STEMI), researchers from Canada report."In an increasingly technologically orientated world, simple assessment of aVR on the baseline ECG in patients with STEMI should be part of every clinician and health professional caring for such patients," Dr. Paul W. Armstrong from University of Alberta in Edmonton told Reuters Health by email.Rarely assessed in STEMI, aVR explores two myocardial regions missed by the other 11 leads: the inferior and lateral apex and the basal interventricular septum. Studies in non-ST elevation acute coronary syndrome have shown an association between aVR ST-elevation and poor outcomes, but there are few such studies in STEMI.Dr. Armstrong and colleagues used data from 5,683 patients in the APEX-AMI trial to examine the incidence and prognostic value of aVR ST-deviation in STEMI patients undergoing primary PCI within six hours of onset.Three hundred fifty-two patients (6%) had aVR ST-elevation and 1,512 (27%) had aVR ST-deviation, and the remaining 3,819 patients (67%) had normal aVR leads, according to the report, online July 3 in the American Heart Journal.ST-deviation in aVR was significantly associated with death within 90 days, compared with the lack of ST-deviation.Patients with inferior MI and aVR ST-elevation were nearly six times more likely to die than other patients (with ST-deviation or with normal aVR), and patients with noninferior MI and aVR ST-deviation had a 50% relative increase in the risk of death compared with patients normal aVR.ST-elevation in lead aVR was associated with increased risk of the composite 90-day endpoint of death, cardiogenic shock, and heart failure, but there was no significant association with ST-deviation in lead aVR.Left main disease and multivessel disease were more frequent in patients with aVR ST-elevation, whereas aVR ST-deviation was seen more often with left circumflex artery disease."Assessing lead aVR will help disclose that one third of STEMI patients have increased risk of 90-day mortality and adverse outcome," Dr. Armstrong said. "In addition, this finding will also provide insight about more advanced coronary disease, namely multivessel disease and left main coronary narrowing that may have management consequences prior to intervention."Unfortunately, he said, ST changes in aVR are not generally reported by automatic interpretations of ECGs, "nor is it usually examined by those interpreting ECGs in STEMI patients.""Validation of our findings in a broader non clinical trial population, e.g., a registry, would be helpful," Dr. Armstrong added. SOURCE: http://bit.ly/14L0n3D  Am Heart J 2013.Sumber: NeuroTouch[...]



Metformin Plus Statins: No Impact on Atherosclerosis in CAMERA

Thu, 26 Sep 2013 13:42:40 PDT

Indonersia - A single-center, randomized trial testing metformin on top of statins in nondiabetic subjects in the hopes of slowing or halting the progression of cardiovascular disease has come up empty-handed.But Dr David Preiss (University of Glasgow, Scotland), presenting the Carotid Atherosclerosis: Metformin For Insulin Resistance (CAMERA) trial results here yesterday, said that "impressive" weight loss seen in the metformin group—one of the trial's secondary end points—is worth exploring further.CAMERA randomized 173 subjects with established coronary disease and a large waist circumference, but no diabetes, to either metformin 850 mg twice daily or placebo. As Preiss explained to heartwire , the rationale for the study came from previous observations, including the UKPDS study, that metformin reduced not only diabetes end points, but also MI. Moreover, the CVD benefits appeared to be unrelated to glycemic improvement.In CAMERA, investigators saw glycemia levels drop over the trial's 18-month follow-up in the metformin-treated group, as expected. But for the primary end point of carotid intima-media thickness (CIMT), Preiss and colleagues saw absolutely no differences between groups. Carotid plaque score, the main secondary outcome, was also no different between groups.In retrospect, Preiss commented to heartwire , the choice of CIMT for the primary end point, as a surrogate for CVD, was not ideal."I'm not a diabetologist, but if any group of physicians should be cautious about a study with surrogate markers, you'd think it would be these guys," Preiss mused. Other surrogate measures of CVD also showed no benefit of metformin, including total cholesterol, HDL, and non-HDL. Very "marginal" differences in triglycerides and high-sensitivity C-reactive protein (hs-CRP) favored the metformin group, but these were "not impressive," Preiss commented.The story for metabolic end points was slightly different, however. CAMERA did show "quite an impressive fall in weight," Preiss said—a difference of 3.2 kg between groups. There were also significantly greater declines in body-mass index (BMI) in the metformin group.To heartwire , Preiss agreed the CIMT results were disappointing, but given the lack of differences in other CVD markers, a change in CIMT in the absence of cholesterol improvement "would have been a big surprise, and hard to explain."The question of whether the weight change and potentially the signal of anti-inflammatory benefits with metformin will translate into a reduction in hard cardiovascular disease end points may be answered by forthcoming trials.The GLINT study, now under way, is a multicenter CV primary-prevention trial with a planned enrollment of 12 000 nondiabetic subjects. Participants will have to have a predicted 10-year risk of CVD of 20% (by Framingham) and a high-normal HbA1c; they are being randomized to either metformin or placebo, with a follow-up of five years.Two smaller studies may also provide some insights: REMOVAL is a 500-patient, multinatio[...]



Male Diabetics With 'Low T' Have AMI Risk

Thu, 26 Sep 2013 08:49:31 PDT

Indonersia - Low Levels of Testosterone Linked With Acute MI in Male DiabeticsResults from a small population-based observational study suggest there is an inverse relationship between serum testosterone levels and acute MI, specifically in men with diabetes.In an analysis of 1109 men and women living in southwest Sweden, researchers reported that men with diabetes with the highest levels of testosterone had a 25% lower risk of acute MI when compared with diabetic men in the lowest quartile (p=0.02). Testosterone levels were not predictive of acute MI in men without diabetes nor in women with and without diabetes, however.The Swedish study, presented here at the European Association for the Study of Diabetes (EASD) 2013 Meeting , included 538 men and 571 women over 40 years of age. I would be very surprised if treating patients with low testosterone prevents cardiovascular events. Dr Naveed Sattar (University of Glasgow, Scotland), who moderated the session at the EASD meeting, told heartwire the association needs further investigation before any causal links are firmly established. Hypotheses regarding testosterone's role in cardiovascular disease have been around a long time, he added, and other research has suggested testosterone is not a causal risk factor for cardiovascular events. The low testosterone levels "might simply be a reflection of something else that is going on," said Sattar.Lead investigator Dr Bledar Daka (University of Gothenburg, Sweden) agreed, saying the study does allow anybody to draw firm conclusions and that replication studies are needed. However, the study did show a trend toward an inverse relationship between serum testosterone and acute MI in the overall population, although the result was significant only in men with diabetes."Low concentrations of serum testosterone levels have been shown to predict the risk of diabetes in previous observation studies," explained Daka, "and serum testosterone seems to have a vasodilatory effect on the coronary arteries. Low concentrations of testosterone are also associated with higher rates of mortality from cardiovascular disease in men."After an average follow-up of 14.1 years, there were 64 acute MIs in men without diabetes and 49 events in women without diabetes, a statistically significant difference (14.2% vs 9.7%; p=0.02). There was no significant difference in the rates of acute MI between men and women with diabetes (20.8% vs 24.3%; p=0.45).The baseline total testosterone level was 13.5 mmol/L in men and 1.00 mmol/L in women. For diabetic men with high levels of testosterone, those in the highest quartile, the risk of acute MI was significantly reduced (hazard ratio 0.75; p=0.006) even after adjustment for confounding variables, such as age. In women with diabetes and without diabetes, there was no association between serum testosterone levels and acute MI.Sattar stressed that the study should be considered hypothesis-generating given the observational nature of the analysis."It could simply be that some of the factors are common to low testosterone and cardiovascular disease and that low testosterone is not causally a risk factor," he told heartwire . "We need to do some more observational and genetic[...]



Stress Cenderung Mengakibatkan Kegemukan

Tue, 24 Sep 2013 10:23:40 PDT

Indonersia - Apakah kita pernah mendapati diri kita menyantap es krim, mungkin sambil membayangkan penolakan dari seseorang? Atau kita menghabiskan beberapa bungkus kentang goreng di depan komputer saat mengejar deadline? Atau kita seorang ibu rumah tangga yang mengunyah biskuit terus menerus di dalam mobil dalam perjalanan menjemput anak dari sekolah? Atau kita seorang pengusaha yang sedang berada dalam tekanan pekerjaan yang tinggi, dan kita tidak menyadari bahwa kita sudah mengalami kegemukan?Jika kita mengalami skenario-skenario di atas terjadi pada diri kita, maka ketahuilah bahwa ternyata kita tidak sendirian.  Stress yang berlanjut cukup lama merupakan pencetus naiknya berat badan kita yang begitu dahsyat, karena ia dapat meningkatkan selera makan kita, membuat kita menjadi gemuk, dan bahkan mengacaukan keinginan kuat kita saat ingin menjalankan pola hidup yang sehat.Di bawah ini terdapat beberapa hal mengapa stress menyebabkan penambahan berat badan dan juga beberapa strategi utama yang didasarkan dari sebuah riset yang dapat kita pergunakan untuk melawannya.Hormon-HormonKetika otak kita mendeteksi hadirnya sebuah ancaman, tidak peduli apakah ancaman itu berupa seekor ular di rerumputan, bos yang pemarah, atau tagihan kartu kredit yang membengkak; otak akan terpancing untuk melepaskan berbagai reaksi kimia, termasuk adrenalin, CRH dan kortisol.  Otak dan tubuh kita melindungi diri dari ancaman dengan cara membuat kita terjaga, siap bereaksi, dan mampu menahan cedera.Dalam jangka pendek, adrenalin membantu kita untuk merasakan lapar yang “lebih sedikit”, yaitu ketika darah mengalir menjauh dari organ dalam,  dan pada saat itu pada otot-otot besar kita akan terjadi proses “fight or flight”.  Akan tetapi saat pengaruh adrenalin hilang, maka kortisol yang diketahui sebagai “stress hormone” akan mulai memberi sinyal ke tubuh kita agar kita segera  mengganti suplai makanan kita.Lemak di PerutDahulu kala ketika para nenek moyang kita bertarung melawan harimau dan binatang buas lainnya, tubuh mereka terkondisi dapat menyimpan lemak untuk waktu yang lama.  Hal yang tidak menguntungkan terjadi pada kita pada hari ini, yaitu saat kita secara kronis menderita stres akibat krisis dalam hidup kita dan melakukan kerja keras demi hidup kita, maka kita akan rentan terhadap tumbuhnya lapisan tambahan dari “lemak yang membandel” (visceral fat) dalam perut kita.Perut kita memiliki suplai pembuluh darah yang sangat besar dan reseptor kortisol untuk membuat semua proses dalam tubuh kita bekerja lebih efisien.  Sisi buruknya adalah bahwa kelebihan lemak di perut adalah tidak menjadikan kita sehat.  Lemak melepaskan zat-zat kimia yang memicu peradangan, yang meningkatkan kemungkinan terjadinya penyakit jantung dan diabetes.Kecemasan Ketika kita merasakan munculnya adrenalin sebagai bagian dari respon fight & flight, maka kita menjadi gelisah dan terus terjaga.  Adrenalin bertujuan agar perasaan kita tetap terjaga saat sedang stress. Kegelisahan ini dapat juga memicu “pola makan yang bersifat emosional” (emotional eating).  Kelebihan makan atau makan makanan yang tidak sehat sebagai reaksi dari stress atau sebagai jalan meredamnya merupakan respon yang sangat umum.Di jurnal “Stress in America” dari Asosiasi Psikologi Amerika, berdasarkan suatu survey diperoleh data bahwa 40% responden dilaporkan be[...]



Diagnosa ADHD Dengan Gelombang Otak

Mon, 23 Sep 2013 08:17:41 PDT

Indonersia - Attention Deficient Hyperactivity Disorder (ADHD) mempengaruhi  11% anak-anak berusia 4-17 tahun, dan jumlah yang terdiagnosa terus meningkat. Anak-anak yang menderita ADHD mungkin terlihat hiperaktif, dan dapat bersifat impulsif dalam tindakan-tindakannya.  Anak-anak dengan ADHD yang ditangani dengan baik dapat mengalami masalah substansial pada hubungan pribadi mereka, prestasi sekolah, dan juga dapat mengalami masalah yang lebih serius pada saat dewasa. Menurut riset terkini, lebih dari sepertiga anak-anak yang mengalami autisme  juga mungkin mengalami ADHD.Secara tradisional diagnosa ADHD dilakukan melalui proses wawancara secara psikologis dan medis, dan juga pengumpulan informasi dari lingkungan sekitar (misal dari guru-guru sekolah), serta observasi langsung terhadap perilaku seorang anak.Pada saat ini sebuah pengujian akan  mengubah baagaimana sebuah diagnosa ADHD dilakukan. FDA menyetujui NEBA System, yaitu sebuah pengujian atas gelombang otak, sebagai sebuah alat yang bisa digunakan untuk membantu dalam diagnosa ADHD.NEBA, singkatan dari Neuropsychiatric EEG-Based Assessment Aid, yaitu menganalisa gelombang otak dengan menggunakan teknologi electroencephalograph (EEG). EEG mencatat impuls elektrik yang dihasilkan oleh sel-sel syaraf otak, dan membantu menentukan tipe gelombang otak dan frekuensinya.  EEG sudah umum digunakan di rumah sakit-rumah sakit untuk memonitor pola gelombang otak selama tidur dan gangguan kejang-kejang.Pengujian NEBA adalah non invasif dan relatif cepat untuk dijalankan, biasanya mengambil waktu antara 15-20 menit.  Ilmu pengetahuan yang ada dibelakang pengujian ini terletak pada proses analisis proporsi dari dua tipe yang berbeda dari gelombang otak, yaitu gelombang beta dan theta.  Riset telah menunjukkan bahwa anak-anak yang mengalami ADHD memiliki rasio lebih tinggi pada gelombang theta-nya ketimbang gelombang beta-nya ketika dibandingkan dengan anak yang tidak menderita ADHD.Pada studi riset yang diserahkan kepada FDA, NEBA didemonstrasikan dapat memperbaiki akurasi dari diagnosis ADHD ketika digabungkan dengan pengujian klinis, dibandingkan dengan sebuah  pengujian klinis sendiri.  Akan tetapi para ahli tetap berhati-hati, dan menyatakan bahwa NEBA mungkin merupakan sebuah bantuan yang berguna untuk mendiagnosis, tetapi tidak dapat digunakan dalam isolasi, melainkan harus digabungkan dengan pengujian psikologis dan medis secara menyeluruh.Sumber: NeuroTouch[...]