Subscribe: Istimroor
http://istimroor-belajar.blogspot.com/feeds/posts/default
Added By: sukatidurpagi Feedage Grade B rated
Language:
Tags:
adalah  akan  allah  dalam  dari  dengan  ini  itu  kepada  kita  mereka  orang yang  orang  pada  sallam  tidak  yang 
Rate this Feed
Rate this feedRate this feedRate this feedRate this feedRate this feed
Rate this feed 1 starRate this feed 2 starRate this feed 3 starRate this feed 4 starRate this feed 5 star

Comments (0)

Feed Details and Statistics Feed Statistics
Preview: Istimroor

Istimroor



Sedikit dan senantiasa itu lebih utama dari pada banyak namun hanya sekali saja dan tak da kelanjutannya



Updated: 2017-09-23T10:59:23.440+07:00

 



MAKNA LAA ILAAHA ILLALLAH

2017-09-23T10:59:23.470+07:00

MAKNA LAA ILAAHA ILLALLAHلا إله إلا اللهBismillah, Al-Hamdu lillaah wash-Sholaatu was-Salaamu 'ala Rasulillah.Setelah lama tidak memposting artikel. Pada kali ini saya tuliskan kembali Muraja'ah Pelajaran Tauhid, saya tulis ulang dari Buku al-Qaulul Mufid, Penjelasan Tentang Tauhid. Karya Asy Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab al-Wushoby. Terbitan Darul Ilmi, tahun dua ribu enam. Tarjamah.Pembahasan Pertama mengenai Makna Laa Ilaaha illallah. Sebagai Muraja'ah dan penguat Ilmu dan semoga menguatkan Tauhid kita. Amiin.Makna Laa Ilaaha illallah yaitu tidak ada sesembahan yang disembah dengan haq (benar kecuali Allah. Adapun selain Allah jika disembah, maka pasti dengan kebathilan.Allah Ta’ala berfirman:ذَلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْحَقُّ وَأَنَّ مَا يَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ هُوَ الْبَاطِلُ وَأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيرُ“Yang demikian itu, karena seungguhnya Allah, Dialah Yang Haq dan esugguhnya apa saja yang mereka ibadahai selain Allah, itulah yang batil, dan eungguhnya Allah Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.” Allah Ta’ala berfirman:فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ“Maka ketahuilah bahwasannya tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah.” Demiikian kutipan dari buku tersebut. Semoga kita termsuk ahli tauhid. Amiiin,[...]



Adab Makan dan Minum

2014-09-13T14:02:31.818+07:00

Bismillah wal hamdu lillah, Adab Makan dan Minum, pada kesempatan ini penulis ingin membawakan adab-adab dalam kita memenuhi hak tubuh kita sebagai manusia, yaitu makan dan minum. Tiada hari berlalu kecuali kita tidak lepas dari kegiatan ini (makan dan minum) karena tubuh kita membutuhkan asupan-asupan yang diproses dari makanan dan minuman yang telah kita masukkan ke dalam tubuh. Makanan dan minuman yang kita dapatkan tentunya merupakan rizqi dari Allah Subhnahu wa ta’ala. Oleh karena itu seyogyanya kita yang mendapatkan rizqi tersebut menjalankan adab-adab yang telah diperintahkan Allah melalui apa yang telah diperintahkan, mmaupun yang dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, sauri tauladan kita semua. Adapun adab-adab tersebut diantaranya sebagai berikut[1]:1.    Berupaya untuk mencari makanan yang halal. Allah Subhanahu wata'alaberfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rizki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu”. (Al-Baqarah: 172). Yang baik disini artinya adalah yang halal.2.    Hendaklah makan dan minum yang kamu lakukan diniatkan agar bisa dapat beribadah kepada Allah, agar kamu mendapat pahala dari makan dan minummu itu.3.    Hendaknya mencuci tangan sebelum makan jika tangan kamu kotor, dan begitu juga setelah makan untuk menghilangkan bekas makanan yang ada di tanganmu.4.    Hendaklah kamu puas dan rela dengan makanan dan minuman yang ada, dan jangan sekali-kali mencelanya. Abu Hurairah Radhiallaahu anhu di dalam haditsnya menuturkan: “Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam sama sekali tidak pernah mencela makanan. Apabila suka sesuatu ia makan dan jika tidak, maka ia tinggalkan”. (Muttafaq’alaih).5.    Hendaknya jangan makan sambil bersandar atau dalam keadaan menyungkur. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda; “Aku tidak makan sedangkan aku menyandar”. (HR. al-Bukhari). Dan di dalam haditsnya, Ibnu Umar Radhiallaahu anhu menuturkan: “Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam telah melarang dua tempat makan, yaitu duduk di meja tempat minum khamar dan makan sambil menyungkur”. (HR. Abu Daud, dishahihkan oleh Al-Albani).6.    Tidak makan dan minum dengan menggunakan bejana terbuat dari emas dan perak. Di dalam hadits Hudzaifah dinyatakan di antaranya bahwa Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam telah bersabda: “... dan janganlah kamu minum dengan menggunakan bejana terbuat dari emas dan perak, dan jangan pula kamu makan dengan piring yang terbuat darinya, karena keduanya untuk mereka (orang kafir) di dunia dan untuk kita di akhirat kelak”. (Muttafaq’alaih).7.    Hendaknya memulai makanan dan minuman dengan membaca Bismillah dan diakhiri dengan Alhamdulillah. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: “Apabila seorang diantara kamu makan, hendaklah menyebut nama Allah Subhanahu wa Ta'ala dan jika lupa menyebut nama Allah Subhanahu wa Ta'ala pada awalnya maka hendaknya mengatakan : Bismillahi awwalihi wa akhirihi”. (HR. Abu Daud dan dishahihkan oleh Al-Albani). Adapun meng-akhirinya dengan Hamdalah, karena Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: “Sesungguhnya Allah sangat meridhai seorang hamba yang apabila telah makan suatu makanan ia memuji-Nya dan apabila minum minuman ia pun memuji-Nya”. (HR. Muslim).8.    Hendaknya makan dengan tangan kanan dan dimulai dari yang ada di depanmu. Rasulllah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda Kepada Umar bin Salamah: “Wahai anak, sebutlah nama Allah dan makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah apa yang di depanmu. (Muttafaq’alaih).9.    Disunnatkan makan dengan tiga jari dan menjilati jari-jari itu sesudahnya. Diriwayatkan dari Ka`ab bin Malik dari ayahnya, ia menuturkan: “Adalah Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam makan dengan tiga jari dan ia menjilatinya sebelum mengelapnya”. (HR. Muslim).10.Disunnatkan mengambil makanan yang terjatuh dan membuang bagian yang kotor darinya lalu memakannya. [...]



Doa Masuk Rumah dan Doa Keluar Rumah

2014-01-19T19:59:13.541+07:00

Bismillah wal hamdu lillah.Sobat semua yang semoga dirahmati Allah. Pada kesempatan ini saya akan sharing kepada teman-teman semua mengenai do’a masuk dan keluar rumah.Rumah yang semoga masih terasa nyaman bagi kita, rumah yang masih kita katakana “baity jannaty”, tempat kita melepas lelah dan menghimpun kembali semangat untuk terus berjuang dan berusaha dalam menuju ridla Sang Pencipta, Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Rumah tempat kita menghimpun cita-cita mulia penerus generasi dakwah pencerah dunia.Tapi kadang kita lupa, kadang kita malah mengajak setan masuk dan bermalam di dalamnya, karena kita lupa untuk berdzikir dan berdo’a saat memasuki rumah kita. Bahkan kadang kita lupa untuk mendoakan orang yang berada di dalamnya dengan mengucapkan salam untuk penghuninya.Oleh karena itu pada kesempatan ini kita saling mengingatkan untuk mengingat kembali dan berusaha untuk membiasakan diri berdzikir ketika memasuki dan keluar dari rumah kita dengan dzikir-dzikir yang telah diajarkan oleh Manusia pilihan penuntun umat manusia Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, berikut ini :Do’a Masuk Rumah[1] :بِسْمِ اللهِ وَلَجْنَا وَ بِسْمِ اللهِ خَرَجْنَا وَ عَلَى اللهِ رَبِّنَا تَوَكَّلْنَا “Dengan menyebut nama Allah kami masuk, dengan menyebut nama Allah kami keluar dan kepada Allah Rabb kami, kami bertawakkal”Kemudian mengucapkan salam pada keluarganya. (HR. Abu Dawud).Do’a Keluar Rumah[2] :اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُبِكَ أَنْ أَضِلَّ أَوْ أُضَلَّ أَوْ أَزِلَّ أَوْ أُزَلَّ أَوْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَيَّ“Ya Allah, sungguh aku berlindung kepada-Mu dari tersesat atau disesatkan, dari terpeleset pada dosa atau dipelesetkan, dari menzalimi orang lain atau dizalimi, dari berbuat odoh atau dibodohi manusia” (HR. Ahlu Sunnah, lihat pula ‘Shahihut-Tirmidzi (3/152, dan Shahih Ibnu Majah (2/336)).Atau membaca :بِسْمِ اللهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللهِ لَا حَوْلَ وَ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ“Dengan menyebut nama Allah, aku bertawakkal kepada-Nya. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan-Nya” (HR. Abu Dawud (4/325), dan al-Tirmidzi (5/490)).Semoga kita bisa mengamalkannya. Amin. N. [1] Sa’id bin Ali bin Wahf al-Qahthani, Doa Dzikir dan Wirid Sehari-hari Menurut al-Qur’an dan al-Sunah, h.42-43. (Surakarta : Insan Kamil, 1429H)[2] Ibid[...]



Shalat Jama'ah

2014-01-08T09:00:18.529+07:00

Bismillah wal-hamdu lillah.Allah Ta’ala berfirman :وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ“Dan Dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku'lah beserta orang-orang yang ruku”.  (Q.S. Al-Baqarah (2):43)قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:.. وَلَقَدْ هَمَمْتُ اَنْ آمُرَ بِالصَّلاَةِ فَتُقَامَ ثُمَّ آمُرَ رَجُلاً فَيُصَلِّىَ بِالنَّاسِ ثُمَّ اَنْطَلِقُ مَعِى بِرِجَالٍ مَعَهُمْ حُزَمٌ مِنْ حَطَبٍ اِلىَ قَوْمٍ لاَ يَشْهَدُوْنَ الصَّلاَةَ فَاُحَرِّقَ عَلَيْهِمْ بُيُوْتَهُمْ (اَخْرَجَ السِّتَّةَ عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ)Rasulullah S.A.W. bersabda: “..Mau aku rasanya menyuruh orang qamat untuk shalat lalu aku menyuruh seorang menjadi Imam bersama-sama shalat dengan orang banyak. Kemudian aku pergi bersama-sama dengan beberapa orang yang membawa beberapa ikat kayu bakar, untuk mendatangi mereka yang tidak mau turut shalat, untuk membakar rumah-rumah mereka.” (HR. Enam Ahli Hadits dari Abu Hurairah)Ayat di atas menunjukkan perintah untuk menegakkan shalat secara berjama’ah yaitu pada kalimat Ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’. Selanjutnya hal tersebut ditunjukkkan pada hadits setelahnya yang memberikan pengetahuan pada kita betapa pentingnya shalat secara berjama’ah sehingga Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat-sangat keras penentangannya terhadap orang yang tidak melaksanakan shalat jama’ah.Untuk lebih memotivasi kita dalam melaksanakan shalat berjama’ah, marilah kita simak hadits berikut ini :اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: صَلاَةُ الْجَمَاعَةِ تَفْضَلُ صَلاَةَ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِيْنَ دَرَجَةً ( رواه الْبُخَارِىُّ عَنِ ابْنِ عُمَرَ)Rasulullah S.A.W. bersabda: “Shalat Jama’ah itu melebihi keutamaan shalat sendirian, dengan duapuluh tujuh derajat.” (HR. Bukhari dari Ibnu ‘Umar )Nah, minggiurkan bukan. Coba bila kita ditawari uang Antara 1000 rupiah dengan 27 ribu rupiah, tentunya kita akan memilih yang 27 ribu rupiah bukan. Lalu kenapa tidak dengan pahala shalat berjama’ah???Selanjutnya marilah kita berusaha melaksanakan shalat berjama’ah. Mungkin bisa kita mulai dengan shalat subuh, karena saat itu waktu kita kosong tidak ada kegiatannya. Atau pun kita mulai saat waktu shalat maghrib setelah kita mandi sore, kemudian kita tambah lagi, tambah lagi sampai akhirnya kita bisa mengerjakan shalat 5 waktu dengan berjamaa’ah. Next, pada beberapa kesempatan kadang kita menjumpai beberapa orang yang shalat berjama’ah tapi posisinya tidak tepat, untuk kesempatan ini sekalian saya bahas posisi imam dan makmum shalat berjama’ah :1.      Makmum satu orang berdiri di sebelah kanan imam persis kecuali makmum perempuan dia berdiri dibelakang imam (bila imam laki-laki).2.      Makmum dua orang atau lebih berdiri dibelakang imam.3.      Makmun yang terdiri dari laki-laki dan perempuan, maka posisi makmum laki-laki di depan makmum perempuan. 4.      Makmum yang terdiri dari laki-laki dan perempuan dewasa dan anak-anak, maka posisi makmum laki-laki dewasa didepan diikiti belakangnya anak-anak baru makmum peremuan dewasa di belakang anak-anak. 5.      Makmum perempuan dengan imam perempuan membuat formasi shaf dengan menempatkan imam perempuan pada shaf pertama dan mengambil posisi ditengah-tengah makmum tidak maju ke depan seperti imam laki-laki. Cukup ini dulu pembahasan saya mengenai shalat berjama’ah.[...]



Untaian Hikmah

2013-11-14T08:00:23.245+07:00

Sahabat semua yang berbahagia, beberapa hari yang lalu ku buka hp tua saya, nokia 2626, yang telah menemani saya bertahun-tahun yang lalu (walaupun belakangan ini agak terlantar hpnya karena baterainya yang sudah mulai tidak stabil). Ku lihat kembali catatan-catatan hikmah yang sempat kutulis dalam catatan. Untaian hikmah yang sempat ku simpan dari kiriman teman, sms-sms hadis, atau potongan-potongan hikmah yang ku dapatkan dari buku yang pernah saya baca.Oke, untuk mempersingkat cerita saya tentang sumber untaian hikmah ini, langsug saja saya persembahkan beberapa catatan hikmah berikut. semoga bermanfaat.Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :Berbagai macam cobaan akan ditimpakan pada hati manusia secara bertubi laksana proses menganyam tikar. Hati manapun yang menyerapnya, maka akan munculah padanya noktah hitam. Sedangkan, hati manapun yang menolaknyamaka akan muncul padanya noktah putih. Sehingga hati itu menjadi salah satu dari 2 kemungkinan, hati yang jernih seperti shafa (sesuatu yang jernih), ia tidak akan terkena fitnah, sedangkan yang satu lagi adalah hati yang hitam keabu-abuan, tidak mampu mengenali yang ma’ruf dan tidak bisa menolak yang mungkar. (H.R. Muslim)Berkata Imam Syafi’i :Kebaikan ada pada 5 hal :- kekayaan jiwa - menahan dari menyakiti orang lain- mencari rizki yang halal- taqwa- tsiqah pada AllahKeikhlasan butuh pada kejujuran dan kejujuran tidak butuh pada sesuatu. Karena hakikat keikhlasan adalah mengharapkan Allah dengan ketaatan, sedangkan kejujuran adalah mengharapkan Allah dengan ketaatan yang disertai khusyuk/hadirnya hati kepada-Nya. Oleh karena itu, setiap orang yang jujur adalah ikhlas dan tidak setiap orang yang iklash itu jujur. (Imam Nawawi)Dari Abdullah bin Umar, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:Tidak boleh hasad kecuali pada dua perkara. Seseorang yang Allah berikan harta kemudian ia infakkan pada malam dan siang hari, dan seorang yang Dia berikan kitab ini (Hafal al-Qur’an) kemudian ia amalkan pada malam dan siang hari. Allahu a’lam.Dari Abdullah bin Amr bi ‘Ash, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:Saya telah melihat manusia, ikatan janjinya telah diabaikan, ringan amanahnya, serta mereka demikian dan beliau menyilangkan jari jemarinya. Maka tinggalah dirumahmu, tahan lisanmu, ambil yang engkau ketahui, tinggalkan yang engkau ingkari, atasmu dirimu saja, dan tinggalkan urusan orang umum. (H.R. Ahmad)Dunia adalah jembatan akhirat, oleh karena itu seberangilah dan jangan jadikan tujuan,  tidaklah berakal orang yang membangun gedung-gedung di atas jembatan. (Yahya bin Mu’adz).Menghabiskan malam untuk memilah-milah ilmu lebih aku nikmati daripada biduwanita yang berleher jenjang, goresan penaku di atas lembarannya lebih panas membakar dari pada penyakit dan kerinduan, tabuhan jemari wanita pada rebananya tidak lebih lezat bagiku dari pada pencarianku untuk menyingkirkan pasir dari kertas-kertasku, kecenderunganku yang mengantarkanku dalam memecahkan kesulitan hal-hal yang tersembunyi lebih menggiurkan dari pada tuntutan jiwa, dan aku bermalam dengan yang diharapkan dan bermalam dengan tidur, dan setelah itu yang tetap adalah pengetahuanku. (Imam Syafi’i)Penyakit hati yang paling parah adalah syirik, dosa, kelalaian atau meremehkan cinta dan ridlo Allah, enggan bertawakal pada-Nya, jarang bersandar pada-Nya, lebih cenderung pada selain-Nya, kecewa menghadapi taqdir-Nya, atau ragu terhadap janji dan ancaman-Nya. (Ibnu Qayyim).Mengutamakan Allah dan Rasul :QS, al-Ahzab (33): 36QS. al-Nur (24): 51Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :Barang siapa mengutamakan cinta Allah di atas kecintaan manusia, maka Allah akan melindunginya dari beban gangguan manusia. (Riwayat al-Thabrani), paling kuat hubungan keimanan adalah cinta karena Allah dan benci karrena Allah. Al-Thabrani. Al-Baqarah (2) :  165Fitrah IlahiyahAli Imran (3) : 83Pentingnya keimana :QS. Al-Nur (24) : 39Sumber kebahagiaan :QS. Al-[...]



Sebab-sebab turunya ayat QS. Al-Anbiya

2013-10-12T15:55:12.806+07:00

Pada kesempatan ini penulis hanya ingin membawakan sebab-sebab turunnya ayat dalam surah yang ke-21 dalam al-Qur’an, yaitu surah al-Anbiya, yang berada pada juz yang ke-17. Kalau pembaca memakai mushaf Utsmani yang standar maka akan bisa dijumpai pada halaman yang ke 322.Surah ini memiliki 112 ayat, yang mana pada pembahasan asbabun nuzul ini hanya akan diungkapkan beberapa ayat saja yang terdapat asbabun nuzul di dalamnya. Adapun urgensi, fungsi dan hal-hal yang terkai dengan asbabun nuzul silakan lihat kembali tulisan penulis pada artikel sebelumnya (klik di sini).Selanjutnya berikut ini ayat-ayat yang mengandung asbabun nuzul dalam surah al-Anbiya. Sebelumnya perlu penulis jelaskan sistematika penulisan artikel ini, pertama, penulis menuliskan nama surah dan no ayatnya, kemudian tarjamah ayat, baru riwayat yang menyatakan sebab turunya ayat beserta sumber periwayatan di akhir pembahaszn tiap ayat. Penulis tidak menambah penjelasan apapun terkait ayat tersebut selain penyebutan asbabun nuzul saja.Sebab turunya ayat-ayat dalam surah al-AnbiyaQS. Al-Anbiya (21) : 6Tidak ada (penduduk) suatu negeri pun beriman yang Kami telah membiaakannya sebelum mereka; maka apakah mereka akan beriman?Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa penduduk Mekah berkata kepada Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam: “Sekiranya apa yag engkau katakana itu benar dan engkau menghendaki agar kami beriman kapadamu, coba jadikan Gunung Shafa ini emas”. Datanglah Jibril berkata : “Sekiranya engkau mau pastilah apa yang dikehendaki kaummu itu akan terwujud. Namun sekiranya mereka tidak beriman setelah mereka dikabulkan permintaannya, mereka dengan serta merta akan disiksa tanpa diberi tempo lagi. Atau engkau sendiri menangguhkan dalam mengabulkan permintaan mereka dengan harapan agar mereka beriman”. Ayat ini (QS. Al-Anbiya (21) : 6) turun sebagai peringatan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa kaum-kaum sebelumnya juga pernah meminta mukjizat, akan tetapi setelah dikabulkan, mereka tetap kufur.(Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Qatadah)QS. Al-Anbiya (21) : 34“Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang pun sebelum kamu (Muhammad), maka jikalau kamu mati, apakah mereka akan kekal.”Dalam suatu riwayat dikemukakan, ketika Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam diberi tahu hari wafatnya, beliau bersabda: “ Ya Rabbi! Siapa yang akan membela umatku ini?” Turunlah ayat ini, yang menegaskan bahwa setiap makhluk tidak ada yang dapat hidup kekal di dunia.(Diriwayatkan oleh Ibnu al-Mundzir yang bersumbeer dari Ibnu Juraij).QS. Al-Anbiya (21) : 36“Dan apabila orang-orang kafir itu melihat kamu, mereka hanya membuat kamu menjadi olok-olok. (Mereka mengatakan) : “Apakah ini orang yang mencela tuhan-tuhanmu?”, padahal mereka adalah orang yang ingkar mengingat Allah Yang Maha Pemurah.”Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam lewat di depan Abu Jahl dan Abu Sufyan yang sedang bercakap-cakap. Ketika Abu Jahl melihat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia tertawa dan berkata kepada Abu Sufyan : “Inilah Nabi Bani Abdi al-Manaf.”Marahlah Abu Sufyan dan berkata : “Apakah kamu akan memungkiri jika dari Bani Abdi al-Manaf ada seorang Nabi?” Percakapan ini terdengar oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau berbalik kepada Abu Jahl dengan pandangan yang tajam sambil memberikan peringatan: “Aku tidak melihat engkau berhenti mengganggu, sehingga engkau mendapat siksaan sebelum waktu yang seharusnya.”Ayat ini turun berkenaan dengan peristiwa tersebut.(Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari as-Suddi)QS. Al-Anbiya (21) : 98, 101“Sesungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah adalah umpan jahannam, kamu pasti masuk ke dalamnya.”(98)“Bahwasannya orang-orang yang telah ada untuk mereka ketetapan yang baik dari Kami, mereka itu dijauhkan dari neraka.”(101)Dalam suatu riwaya dikemukakan, ketika turun ayat 98 dari surah al-[...]



Asbabun Nuzul QS. Ibrahim (14)

2013-10-06T07:17:54.206+07:00

Bismillah, wa al-Hamdu LillahSaudara semua yang semoga dirahmati Allah. Pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan asbabun nuzul surah pada juz ke-13 surah yang ke-14, dalam al-Qur’an, QS. Ibrahim, yang memiliki jumlah ayat 52.Dari ke 52 dua ayat ini ada 2 ayat yang didapati asbabun nuzulnya. Kedua ayat tersebut adalah sebagai berikut :أَلَمْ تَرَ إِلَى الّذِيْنَ بَدَّلُوْا نِعْمَةَ الله كُفْرًا وَ أَحَلُّوْا قَوْمَهُمْ دَارَ الْبَوَارِ(28)Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang telah menukar nikmat Allah dengan kekafiran dan menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan? (Ibrahim(14) : 28)جَهَنَّمَ يَصْلَوْنَهَا وَ بِئْسَ الْقَرَارُ(29)Yaitu neraka jahannam, mereka masuk ke dalamnya, dan itulah seburuk-buruk tempat kembali. (Ibrahim(14):29)Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa ayat ini (QS. Ibrahim(14):28-29) turun berkenaan dengan tokoh-tokoh Quraish yang terbunuh dalam peperangan Badr. Ayat ini menegaskan bahwa pengorbanan mereka demi kekufuran, telah membinasakan dirinya, kaumnya dan negaranya sendiri. Sementara itu, tempat mereka di akhirat adalah neraka jahannam.Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari ‘Atha bin Yasar[...]



ETIKA BERTETANGGA

2013-06-10T02:49:23.828+07:00

Etika BertetanggaIstimroor-belajar.blogspot.com. Tetangga adalah orang yang terdekat bagi sebuah keluarga, merekalah pertama kali yang akan mengulurkan tangan kepada kita saat kita mengalami kesusahan, dan begitu pula seharusnya kita. Mereka juga termasuk ruang pembentukan anak-anak kita, kenyamanan hidup akan diperoleh bila interaksi yang baik dapat terjalin di antara keluarga kita dan para tetangga. Dengan bersatunya lingkungan antar keluarga dan tujuan membentuk lingkungan yang nyaman dan baik tentunya akan membentuk pribadi-pribadi yang kuat dan berdiri dalam kebaikan, sedangkan apabila terbentuk sebaliknya maka akan timbul kerusuhan dan kerusakan yang akan menghancurkan tiap generasi bangsa.Oleh karena itu perlulah kiranya kita memperhatikan etika dalam bertetangga yang perlu dijaga oleh setiap anggota keluarga dalam bermasyarakat :Menghormati tetangga dan berprilaku baik terhadap mereka.Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda, sebagaimana di dalam hadits Abu Hurairah Radhiallaahu ‘anhu : “....Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, maka hendaklah ia memuliakan tetangganya”. Dan di dalam riwayat lain disebutkan: “hendaklah ia berperilaku baik terhadap tetangganya”. (Muttafaq ‘alaih).Bangunan yang kita bangun jangan mengganggu tetangga kita, tidak membuat mereka tertutup dari sinar mata hari atau udara, dan kita tidak boleh melampaui batasnya, apakah merusak atau mengubah miliknya, karena hal tersebut menyakiti perasaannya.Hendaknya kita memelihara hak-haknya di saat mereka tidak di rumah. Kita jaga harta dan kehormatan mereka dari tangan-tangan orang jahil; dan hendaknya kita ulurkan tangan bantuan dan pertolongan kepada mereka yang membutuhkan, serta memalingkan mata kita dari wanita mereka dan merahasiakan aib mereka.Tidak melakukan suatu kegaduhan yang mengganggu mereka, seperti suara radio atau TV, atau mengganggu mereka dengan melempari halaman mereka dengan kotoran, atau menutup jalan bagi mereka. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallamtelah bersabda: “Demi Allah, tidak beriman; demi Allah, tidak beriman; demi Allah, tidak beriman! Nabi ditanya: Siapa, wahai Rasulullah? Nabi menjawab: “Adalah orang yang tetangganya tidak merasa tentram karena perbuatan-nya”. (Muttafaq’alaih).Jangan kikir untuk memberikan nasihat dan saran kepada mereka, dan seharusnya kita ajak mereka berbuat yang ma`ruf dan mencegah yang munkar dengan bijaksana (hikmah) dan nasihat baik tanpa maksud menjatuhkan atau menjelek-jelekkan mereka.Hendaknya kita selalu memberikan makanan kepada tetangga kita. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda kepada Abu Dzarr: “Wahai Abu Dzarr, apabila kamu memasak sayur (daging kuah), maka perbanyaklah airnya dan berilah tetanggamu”. (HR. Muslim).Hendaknya kita turut bersuka cita di dalam kebahagiaan mereka dan berduka cita di dalam duka mereka; kita jenguk bila ia sakit, kita tanyakan apabila ia tidak ada, bersikap baik bila menjumpainya; dan hendaknya kita undang untuk datang ke rumah. Hal-hal seperti itu mudah membuat hati mereka jinak dan sayang kepada kita.Hendaknya kita tidak mencari-cari kesalahan/kekeliruan mereka dan jangan pula bahagia bila mereka keliru, bahkan seharusnya kita tidak memandang kekeliruan dan kealpaan mereka.Hendaknya kita sabar atas prilaku kurang baik mereka terhadap kita. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: “Ada tiga kelompok manusia yang dicintai Allah.... –Disebutkan di antaranya- :Seseorang yang mempunyai tetangga, ia selalu disakiti (diganggu) oleh tetangganya, namun ia sabar atas gangguannya itu hingga keduanya dipisah oleh kematian atau keberangkatannya”. (HR. Ahmad dan dishahihkan oleh Al-Albani). Adab-adab  ini diambil dari buku Etika Seorang Muslim, Departemen Ilmiah Darul Wathan, Jakarta : Dar al-Haq, 2005, Tarjamah dari Adab al-Muslim fi al-Yaum wa al-Lailah oleh : Musthafa Aini, Lc[...]



ETIKA (ADAB) BERPAKAIAN DAN BERHIAS

2013-05-19T03:00:07.306+07:00

ETIKA (ADAB) BERPAKAIAN DAN BERHIASDisunnatkan memakai pakaian baru, bagus dan bersih. Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallamtelah bersabda kepada salah seorang shahabatnya di saat beliau melihatnya mengenakan pakaian jelek : "Apabila Allah Tabaroka wata'ala mengaruniakan kepadamu harta, maka tampakkanlah bekas ni`mat dan kemurahan-Nya itu pada dirimu. (HR. Abu Daud dan dishahihkan oleh Al-Albani).Pakaian harus menutup aurat, yaitu longgar tidak membentuk lekuk tubuh dan tebal tidak memperlihatkan apa yang ada di baliknya.Pakaian laki-laki tidak boleh menyerupai pakaian perempuan atau sebaliknya. Karena hadits yang bersumber dari Ibnu Abbas Radhiallaahu 'anhu ia menuturkan: "Rasulullah melaknat (mengutuk) kaum laki-laki yang menyerupai kaum wanita dan kaum wanita yang menyerupai kaum pria." (HR. Al-Bukhari).Tasyabbuh atau penyerupaan itu bisa dalam bentuk pakaian ataupun lainnya.Pakaian tidak merupakan pakaian show (untuk ketenaran), karena Rasulullah Shalallallahu ‘alaii wa sallam telah bersabda: "Barang siapa yang mengenakan pakaian ketenaran di dunia niscaya Allah akan mengenakan padanya pakaian kehinaan di hari Kiamat." ( HR. Ahmad, dan dinilai hasan oleh Al-Albani).Pakaian tidak boleh ada gambar makhluk yang bernyawa atau gambar salib, karena hadits yang bersumber dari Aisyah Radhiallaahu 'anha menyatakan bahwasanya beliau berkata: "Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam tidak pernah membiarkan pakaian yang ada gambar salibnya melainkan Nabi menghapusnya". (HR. Al-Bukhari dan Ahmad).Laki-laki tidak boleh memakai emas dan kain sutera kecuali dalam keadaan terpaksa. Karena hadits yang bersumber dari Ali Radhiallaahu 'anhu mengatakan: "Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam  pernah membawa kain sutera di tangan kanannya dan emas di tangan kirinya, lalu beliau bersabda: Sesungguhnya dua jenis benda ini haram bagi kaum lelaki dari umatku". (HR. Abu Daud dan dinilai shahih oleh Al-Albani).Pakaian laki-laki tidak boleh panjang melebihi kedua mata kaki. Karena Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam telah bersabda : "Apa yang berada di bawah kedua mata kaki dari kain itu di dalam neraka" (HR. Al-Bukhari). Adapun perempuan, maka seharusnya pakaiannya menutup seluruh badannya, termasuk kedua kakinya. Adalah haram hukumnya orang yang menyeret (meng- gusur) pakaiannya karena sombong dan bangga diri. Sebab ada hadits yang menyatakan : "Allah tidak akan memperhatikan di hari Kiamat kelak kepada orang yang menyeret kainnya karena sombong". (Muttafaq ‘alaih).Disunnatkan mendahulukan bagian yang kanan di dalam berpakaian atau lainnya. Aisyah Radhiallaahu 'anha di dalam haditsnya berkata: "Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam suka bertayammun (memulai dengan yang kanan) di dalam segala perihalnya, ketika memakai sandal, menyisir rambut dan bersuci”. (Muttafaq ‘alaih).Disunnatkan kepada orang yang mengenakan pakaian baru membaca : الْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ كَسَانِيْ هَذَا الثَّوْبِ وَ رَزَقَنِيْهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّيْ وَ لَا قُوَّةٍ"Segala puji bagi Allah yang telah menutupi aku dengan pakaian ini dan mengaruniakannya kepada-ku tanpa daya dan kekuatan dariku". (HR. Abu Daud dan dinilai hasan oleh Al-Albani).Disunnatkan memakai pakaian berwarna putih, karena hadits mengatakan: "Pakailah yang berwarna putih dari pakaianmu, karena yang putih itu adalah yang terbaik dari pakaian kamu ..." (HR. Ahmad dan dinilah shahih oleh Albani).Disunnatkan menggunakan farfum bagi laki-laki dan perempuan, kecuali bila keduanya dalam keadaan berihram untuk haji ataupun umrah, atau jika perempuan itu sedang berihdad (berkabung) atas kematian suaminya, atau jika ia berada di suatu tempat yang ada laki-laki asing (bukan mahramnya), karena larangannya shahih.Haram bagi perempuan memasang tato, menipiskan[...]



Etika (Adab) Buang Hajat

2013-05-16T18:08:36.273+07:00

ETIKA (ADAB) MEMBUANG HAJATSegera membuang hajat. Apabila seseorang merasa akan buang air maka hendaknya bersegera melakukannya, karena hal tersebut berguna bagi agamanya dan bagi kesehatan jasmani.Menjauh dari pandangan manusia di saat buang air (hajat). berdasarkan hadits yang bersumber dari al-Mughirah bin Syu`bah Radhiallaahu 'anhu disebutkan " Bahwasanya Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam apabila pergi untuk buang air (hajat) maka beliau menjauh". (Diriwayatkan oleh empat Imam dan dinilai shahih oleh Al-Albani).Menghindari tiga tempat terlarang, yaitu aliran air, jalan-jalan manusia dan tempat berteduh mereka. Sebab ada hadits dari Mu`adz bin Jabal Radhiallaahu 'anhu yang menyatakan demikian.Tidak mengangkat pakaian sehingga sudah dekat ke tanah, yang demikian itu supaya aurat tidak kelihatan. Di dalam hadits yang bersumber dari Anas Radhiallaahu 'anhu ia menuturkan: "Biasanya apabila Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam hendak membuang hajatnya tidak mengangkat (meninggikan) kainnya sehingga sudah dekat ke tanah. (HR. Abu Daud dan At-Turmudzi, dinilai shahih oleh Albani).Tidak membawa sesuatu yang mengandung penyebutan Allah kecuali karena terpaksa. Karena tempat buang air (WC dan yang serupa) merupakan tempat kotoran dan hal-hal yang najis, dan di situ setan berkumpul dan demi untuk memelihara nama Allah dari penghinaan dan tindakan meremehkannya. Dilarang menghadap atau membelakangi kiblat, berdasarkan hadits yang bersumber dari Abi Ayyub Al-Anshari Radhiallahu'anhu menyebutkan bahwasanya Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam telah bersabda: "Apabila kamu telah tiba di tempat buang air, maka janganlah kamu menghadap kiblat dan jangan pula membelakanginya, apakah itu untuk buang air kecil ataupun air besar. Akan tetapi menghadaplah ke arah timur atau ke arah barat". (Muttafaq'alaih).Ketentuan ini berlaku apabila di ruang terbuka saja. Adapun jika di dalam ruang (WC) atau adanya pelindung / penghalang yang membatasi antara si pembuang hajat dengan kiblat, maka boleh menghadap ke arah kiblat.Dilarang kencing di air yang tergenang (tidak mengalir), karena hadits yang bersumber dari Abu Hurairah Radhiallaahu 'anhu bahwasanya Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Jangan sekali-kali seorang diantara kamu buang air kecil di air yang menggenang yang tidak mengalir kemudian ia mandi di situ".(Muttafaq'alaih).Makruh mencuci kotoran dengan tangan kanan, karena hadits yang bersumber dari Abi Qatadah Radhiallaahu 'anhu menyebutkan bahwasanya Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Jangan sekali-kali seorang diantara kamu memegang dzakar (kemaluan)nya dengan tangan kanannya di saat ia kencing, dan jangan pula bersuci dari buang air dengan tangan kanannya." (Muttafaq'alaih). Dianjurkan kencing dalam keadaan duduk, tetapi boleh jika sambil berdiri. Pada dasarnya buang air kecil itu di lakukan sambil duduk, berdasarkan hadits `Aisyah Radhiallaahu 'anha yang berkata: Siapa yang telah memberitakan kepada kamu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam kencing sambil berdiri, maka jangan kamu percaya, sebab Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam tidak pernah kencing kecuali sambil duduk. (HR. An-Nasa`i dan dinilai shahih oleh Al- Albani). Sekalipun demikian seseorang dibolehkan kencing sambil berdiri dengan syarat badan dan pakaiannya aman dari percikan air kencingnya dan aman dari pandangan orang lain kepadanya. Hal itu karena ada hadits yang bersumber dari Hudzaifah, ia berkata: "Aku pernah bersama Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam (di suatu perjalanan) dan ketika sampai di tempat pembuangan sampah suatu kaum beliau buang air kecil sambil berdiri, maka akupun menjauh daripadanya. Maka beliau bersabda: "Mendekatlah kemari". Maka aku mendekati beliau hingga aku berdiri di sisi kedua mata kakinya. Lalu beliau berwudhu dan mengusap kedua khuf-nya." (Muttafaq a[...]



Adab Tidur dan Bangun Tidur

2013-01-17T03:31:32.254+07:00

Adab Tidurdan Bangun TidurBismillah,1.      Berinstropeksi diri (muhasabah) sesaat sebelum tidur. Sangan dianjurkan sekali bagi setiap muslim bermuhasabah sesaat sebelum tidur, untuk megevaluasi segala perbuatan yang telah ia lakukan di siang hari. Lalu jika ia dapatkan perbuatannya baik maka hendaknya memuji pada Allah Ta’ala dan jika sebaliknya maka hendaknya segera memohon apunan-Nya, kembali dan bertaubat kepada-Nya.2.      Tidur dini, berdasarkan hadis dari Aisyah RadliyAllahu ‘anha: Bahwasannya Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wa sallam tidur pada awal malam dan bangun pada penghujung malam, lalu beliau melakukan shalat ( Muttafaq ‘alaih)3.      Disunahkan berwudlu sebelum tidur, dan berbaring miring sebelah kanan. Al-Bara’ bin ‘Azib radliyAllahu ‘anhu menuturkan : Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda : “Apa bila kamu akan tidur, maka berwudlulah sebagaimana wudlu untuk shalat, kemudian berbaring  mirilah sebelah kanan..” dan tidak mengapa berbaring sebelah kiri nantinya.4.      Disunahkan mengibaskan sprei tiga kali sebelum berbaring, berdasarkan hadis dari Abu Hurairah radliyAllahu ‘anhu bahwasannya Rasulullah Shallallhu ‘alaihi wa sallam bersabda : Apabila seseorang diantara kamu akan tidur pada tempat tidurnya, maka hendaklah mengibaskan kainnya pada tempat tidurnya itu terlebih dahulu, karena ia tdak tahu apa yang ada di atasnya...” di dalam satu riwayat dikatakan: “tiga kali”.(Muttafaq ‘Alaihi)5.      Makruhh tidur tengkurap. Abu Dzar radliyAllahu ‘anhu menuturkan : Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah lewat melintasi aku, dikala itu aku sedang berbaring tengkurap. Maka Nabi membangunkanku dengan kakinya sambil bersabda : “wahai Junaidab (panggilan Abu Dzar), sesungguhnya berbaring seperti ini (tengkurap) adaah cara berbaringnya penghuni Neraka”. (HR. Ibnu Majah dan dinilai shahih oleh al-Albani)6.     Makruh tidur di atas dak terbuka, berdasarkan hadis yang bersumber dari ‘Ali bin Syaibah disebutkan bahwasannya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda : “Barangsiapa yang tidur malam di atas atap rumah yang tidak ada penutupnya maka hilanglah jamian darinya.” (HR. Al-Bukhari di dalam al-Adab al-Mufrad dan dinilai shahih oleh al-Albani).7.     Menutup pintu, jendela dan memadamkan api dan lampu sebelum tidur. Dari Jabir radliyallahu ‘anhu diriwayatkan bahwa sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda : “Padamkanlah lampu di malam hari apabila kamu akan tidur, tutuplah pintu, tutuplah rapat-rapat bejana-bejana, dan tutuplah makanan dan minuman.” (Muttafaq ‘alaihi) 8.      Membaca ayat Kursi, dua ayat terakhir dari surah al-Baqarah, surah al-Ikhlas dan al-Mu’awwidzatain (al-Falaq dan al-Nas), karena banyak hadis shahih yang mengganjurkan hal tersebut.9.      Membaca doa-doa dan dzikir yang keterangannya shahih dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, seperti :اللَّهُمَّ قِنِي عَذَابَكَ يَوْمَ تَبْعَثُ عِبَادَكَ“Ya Allah peliharalah aku dari azab-Mu pada hari Engkau membangkitkan kembali segenap hamba-hamba-Mu”. Dibaca tiga kali (HR. Abu Daud dan dihasankan oleh al-Albani)Dan membaca :بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوْتُ وَ أَحْيَا“Dengan menyebut nama-Mu ya Allah, aku mati dan aku hidup”(HR. Al-Bukhari)10.   Apabila di saat tidur merasa kaget atau gelisah atau merasa ketakutan, maka disunahkan (diajurkan) berdoa, dengan doaأَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّةِ مِنْ [...]



Tafsir surah al-Baqarah (2) : 152, Berdzikir dan Bersyukur

2012-12-29T17:33:01.114+07:00

TAFSIR QS. AL BAQARAH :152فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ  [البقرة : 152]“ Maka igatlah kepada Ku, niscaya Aku akan ingat kepadamu ,Bersyukurlah kepada    Ku  ,Dan janganlah kamu  ingkar kepada Ku “. ( Qs. Al Baqarah : 152)Dijelaskan dalam tafsir As-Sa’di karangan Syaikh Abdurrahman  bin Nashir as-Sa’di bahwa:فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ “Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu” Allah memerintahkan kepada hamba-Nya untuk mengingat-Nya, dan menjanjikan baginya sebaik-baik balasan  yaitu bahwa Allah akan mengingatnya pula, yaitu bagi orang yang ingat kepadanya, sebagaimana sabda Rasulullah Saw :عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ - رضى الله عنه - قَالَ قَالَ النَّبِىُّ - صلى الله عليه وسلم - « يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِى بِى ، وَأَنَا مَعَهُ إِذَا ذَكَرَنِى ، فَإِنْ ذَكَرَنِى فِى نَفْسِهِ ذَكَرْتُهُ فِى نَفْسِى ، وَإِنْ ذَكَرَنِى فِى مَلأٍ ذَكَرْتُهُ فِى مَلأٍ خَيْرٍ مِنْهُمْ ، وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَىَّ بِشِبْرٍ تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ ذِرَاعًا ، وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَىَّ ذِرَاعًا تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ بَاعًا ، وَإِنْ أَتَانِى يَمْشِى أَتَيْتُهُ هَرْوَلَةً »Dari Abu Hurairah –radhiyallahu ‘anhu-, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah Ta’ala berfirman: Aku sesuai persangkaan hamba-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku saat bersendirian, Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku di suatu kumpulan, Aku akan mengingatnya di kumpulan yang lebih baik daripada pada itu (kumpulan malaikat). Jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta. Jika ia mendekat kepada-Ku sehasta, Aku mendekat kepadanya sedepa. Jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan (biasa), maka Aku mendatanginya dengan berjalan cepat.” (HR. Bukhari no. 6970 dan Muslim no. 2675).Dzikir kepada Allah yang paling istimewa istimewa adalah dzikir yang dilakukan dengan hati dan lisan yaitu dzikir yang menumbuhkan ma’rifat kepada Allah, kecintaan kepada Nya dan menghasilkan ganjaran yang banyak dari –Nya. Dzikir adalah puncaknya rasa syukur, oleh karena itu Allah memerintahkan hal itu secara khusus, kemudian memerintahkan untuk bersyukur secara umum seraya berfirman:وَاشْكُرُوا لِي “Dan bersyukurlah kepada Ku”.Maksudnya terhadap apa yang kami nikmatkan kepada kalian dengan nikmat-nikmat tersebut, dan Aku jauhkan dari kalian berbagai macam kesulitan. Syukur itu dilakukan dengan hati berupa pengakuan atas kenikmatan yang didapatkan, dengan lisan berupa dzikir dan pujian , dan dengan anggota tubuh berupa ketaatan kepada Allah serta kepatuhanterhadap perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Syukur itu menyebabkan kelanggengan nikmat yang telah didapatkan dan menambah kenikamtan yang belum didapatkan.Dengan adanya perintah bersyukur setelah kenikmatan agama seperti ilmu dan penyucian akhlak serta taufik kepada pengamalan merupakan penjelasan bahwa hal itu adalah sebesar-besarnya kenikmatan, bahkan ia adalah kenikmatanyang sebenarnya selalu eksis bila yang lain lenyap. Dan sayogyanya bagi orang yang diberikan taufik kepada ilmu dan amal agar bersyukur kepada Allah atas semua itu, agar Allah menambahkan nikmat-Nya dan menghindarkan dirinya dari arsa bangga diri hi[...]



Berumah tangga, kiat-kiat rumah tangga Islami

2012-12-22T17:18:18.742+07:00

Kiat-kiat Islami dalam berumah tanggaAlhamdulillah, wa as-Shalatu wa as-Salamu ‘ala Rasulillah,Rumah tangga adalah madrasah pertama bagi setiap orang yang akan tumbuh dan berkembang dalam menghadapi kehidupan di dunia. Kehidupan yang penuh dengan tantangan-tantangan zaman, tempat semua orang diuji dan kan mendapatkan balasan atas apa yang telah diperbuatnya di hari yang pasti kan terjadi (hari pembalasan). Oleh karena itu di rumah lah dasar pertama pembentukan kepribadian yang akan menjadikannya kuat menghadpi ganasnya kehidupan yang penuh dengan godaan atau hanya menjadi orang lemah yang akan termakan arus dan tenggelam dalam kefanaan.Dalam menggapai hal-hal tersebut diperlukan kiat-kiat dalam pembentukan keluarga, adapun kiat-kiat tersebut adalah sebagai berikut :Kiat dalam pembentukan keluarga, ada dua hal yang perlu diperhatikan1.       Dalam pemilihan pasanganTentunya pasangan yang harus dipilih adalah pasangan yang shalih ataupun shalihah yang akan saling membantu dalam mendapatkan keridlaan Allah Ta’ala.2.       Berusaha melakukan perbaikan di antara kedua pasangan,Hal ini dengan saling mengingatkan amalan-amalan yang dapat menigkatkan keimanan dan ketaqwaan dan mengingatkan dari hal-hal yang dapat mengurangi kadar keimanan.Kiat dalam pemupukan keimanan dalam rumah tangga1.       Menjadikan rumah sebagai tempat berdzikir kepada Allah2.       Menjadikan rumah sebagai tempat untuk beribadah,Melakukan shalat-shalat sunah bagi suami, membaca al-Qur’an, saling nasehat menasehati dan lain sebagainya.3.       Memberikan pendidikan keimana bagi anggota keluargaMengajaka keluarga melakukan amalan-amalan sunah, shalat malam, puasa sunnah dan lain sebagainya.4.       Pengamalan dzikir-dzikir yang syar’i dan sunah-sunah yang berkaitan denganrumah tangga.Berdzikir ketika masuk dan keluar rumah, dzikir-dzikir dalam makan, minum, bersin dan lain sebagainya.5.       Membaca al-Qur’an di dalam rumah agar terjaga kebaikan-kebaikan di dalamnya.Kiat dalam Pembinaan ilmu agama dalam rumah tangga1.       Melaksanakan ta’lim (pengajaran) untuk anggota keluarga.2.       Merintis perpustakaan islam dalam rumah tangga3.       Menyediakan pustaka audio islami dalam rumah4.       Mengundang orang-orang yang shalih serta pencari ilmu untuk berkunjug ke rumahTentunya tetap memperhatikan adap-adab pergaulan yang ada.5.       Mengajarkan hukum-hukum agama bagi enghun rumah.Seperti adab-adab yang harus dijalankan oleh setiap orang dalam rumah tangga, dalam makan, minum, masuk ruangan orang lain (meminta izin), hukum berkaitan hewan peliharaan, seperti  engenai kucing, dan lain sebagainya.Kiat dalam mengadakan pertemuan-pertemuan1.       Menyediakan pertemuan untuk mengadakan diskusi-diskusi permasalahan rumah tangga.2.       Tidak memperlihatkan perselisihan keluarga di depan anak-anak.3.       Tidak memasukan orang yang tidak diridloi agamanya ke dalam rumah4.       Secara serius mengawasi keadaan penghuni rumahKondisi anak-anak, teman bergaul, lingkungan pergaulannya, barang-barang yang dimiliki anak, dan lain sebagainya agar anak tidak terjerumus kepada hal-hal yang diharamkan. Selain anak juga anggota keluarga lain yang dibawah tanggung jawab kita. Hal yang perlu diperhatikan dalam pengawasan ini adalah :-    &nb[...]



Godaan Setan

2012-12-19T01:39:10.718+07:00

Menghadapi Godaan Setan        Segala puji bagi Allah yang telah melimpahkan banyak kenikmatan kepada hamba-Nya,sehingga tidak ada seorangpun yang mampu menghitung kenikmatan tersebut. Hidup adalah pertarungan antara kebenaran dan kebhatilan. Kebenaran dan kebatilan tidak dapat bersatu, demikian pula dengan pengikutnya. Pengikut kebenaran selalu kokoh dan tegak diatas kebenaran, sedangkan pengikut kebathilan selalu mengajak kepada jalan yang bathil.      Allah selalu mengingatkan bahwa setan adalah musuh yang nyata bagi  manusia. Setan selalu berusaha menggelincirkan manusia dari jalan Allah dan tidak henti-hentinya menggoda manusia agar meninggalkan kebenaran . Senjata paling ampuh untuk mengalahkan godaan setan adalah ilmu dan kesabaran. Selain itu, hal-hal yang harus kita lakukan untuk memenangkan peperangan melawan setan adalah sebagai berikut :1. Menguatkan ImanIman yang kuat adalah iman yang menjadikan pemiliknya ikhlas beribadah hanya kepada Allah Ta'ala. . Setan tidak mampu menghadapi orang yang ikhlas beriman. Allah berfirman dalam (QS. An-nahl : 99-100)     '' Sesungguhnya setan itu tidak ada kekuasaan atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Rabbnya. Sesungguhnya kekuasaan setan hanyalah kepada orang-orang yang menjadikan setan sebagai pemimpin dan atas orang-orang musyrik ''.    2.  Selalu berlindung kepada Allah Doa adalah benteng setiap muslim dari godaan setan. Rosulullah selalu mengajarkan kepada umatnya membaca ta'awudz agar selamat dari godaan setan yang terkutuk. Allah berfirman:     '' Dan jika kamu ditimpa godaan setan, maka berlindunglah kepada Allah.. Sesungguhnya Allah maha mendengar lagi maha mengetahui ''. (QS.Al -A'raf : 200)    3.  Memperbanyak DzikirDzikir adalah mengingat Allah.. Dengan banyak berdzikir maka hati menjadi tentram dan setan takut mendekati orang yang selalu berdzikir.   4. Memperbanyak istighfarMemperbanyak istighfar dapat melebur dosa-dosa. Setan sangat kecewa dan putus asa jika manusia selalu beristighfar kepada Allah setelah melakukan kemaksiatan.Demikian sebagian cara-cara perang melawan setan. Semoga kita semua dijauhkan oleh Allah dari godaan setan yang terkutuk. (I@l-Rayyan)[...]



Pengertian Khabar

2012-12-08T06:00:32.562+07:00


Khabar
Alhamdulillah, al-Shalȃtu wa al-Salȃm ‘alȃ Rasulillah.

Seperti yang telah kami sampaikan sebelumnya pada pengertianAtsar, pada kesempatan ini penulis akan menyampaikan tentang khabar yang alhamdulillah telah sempat penulis ambil dan catat dari sebuah buku ulumu hadis sebagai berikut :

Khabar menurut bahasa adalah al-Naba (berita). Adapun menurut istilah terdapat tiga pendapat sebagai berikut :

1.      Khabar adalah sinonim dari hadis, yaitu perkataan, perbuatan, taqrir dan sifat yang disandarkan kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
2.      Khabar berbeda dari hadis. Hadis adalah sesuatu yang datang dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, sedangkan Khabar adalah sesuatu yang datang dari selain Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
3.      Khabar lebih umum dari hadis. Segala sesuatu yang datang baik dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallamataupun selain dari beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam disebut khabar.

Semoga bermanfaat bagi penulis ataupun pembaca semua. Kepada Allah-lah kami memohon kemanfaatan.



Pengertian Atsar

2012-12-08T06:24:46.087+07:00


Atsar
Atsar merupakan salah satu istilah yang ada dalam ilmu hadis. Dalam kesempatan ini penulis akan membahas pengertian Atsar
secara ringkas sebagai berikut :
Atsar secara bahasa berarti baqiyyat al-syay’, artinya sisa dari sesuatu. Sedangkan secara istillah ada dua pendapat :
1.      Atsar adalah sinonim dari hadis, yaitu segala sesuatu yang berasal dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
2.      Atsar berbeda dengan hadis, adapun pengertiannya adalah :

ما أضيف إلى الصحابة و التابعين من أقوال أو أفعال

Perkataan ataupun perbuatan yang disandarkan kepada Sahabat ataupun Tabiin.

Sekian saja yang dapa penulis sampaikan pada kesempatan ini, semoga bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan kita. Pada kesempatan mendatang penulis juga akan membahas istilah istilah dalam ilmu hadis lain seperti khabar dan pengertian hadis dan istilah lainya. InsyaAllah.




Pedoman Transliterasi Arab-Latin

2012-11-28T10:40:28.234+07:00

PEDOMAN TRANSLITERASIARAB-LATINSesuai SKB Menteri Agama RI, Menteri Pendidikan dan Menteri Kebudayaan RI N0. 158/1987 dan N0. 0543b/U/1987A.    Konsonan Tunggal Huruf Arab Nama Huruf Latin Nama ا Alif Tidak dilambangkan Tidak dilambangkan ب Ba B - ت Ta T - ث Sa ṡ s (dengan titik di atas) ج Jim J - ح Ha Ḥ h (dengan titik di bawah) خ Kha KH - د Dal D - ذ Zal Ż z (dengan titik di atas) ر Ra R - ز Za Z - س Sin S - ش Syin SY - ص Shad Ṣ s (dengan titik di bawah) ض Dad Ḍ d (dengan titik di bawah) ط Tha Ṭ t (dengan titik di bawah) ظ Dza Ẓ z (dengan titik di bawah) ع ‘Ain ‘ koma terbalik ke atas غ Gain G - ف Fa F - ق Qaf Q - ك Kaf K - ل Lam L - م Mim M - ن Nun N - و Wawu W - ه Ha H - أ Hamzah ’ Apostrof ي Ya’ Y - B.    Konsonan RangkapKonsonan rangkap, termasuk tanda syaddah, ditulis rangkap.Contoh :احمديّة ditulis AhmadiyyahC.    Ta’ Marbuthah di Akhir Kata1.     Bila dimatikan ditulis h, kecuali untuk kata-kata Arab yang sudah terserap menjadi Bahasa Indonesia, seperti salat, zakat dan sebagainya.Contoh :  جمعةditulis jama’ah2.     Bila tidak dimatikan ditulis t.Contoh :كرمة الأولياءditulis karamatul-auliya’D.    Vokal PendekFathah di tulis a, kasrah ditulis i dan dammah ditulis uE.    Vokal Panjanga panjang ditulis ā, i panjang ditulis ī dan u panjang ditulis ū masing-masing dengan tanda penghubung (-) di atasnya.F.     Vokal Rangkap1.     Fathah + ya’ mati ditulis aiContoh : بينكمditulis bainakum2.     Fathah + wawu mati ditulis auContoh :قول ditulis qaulG.   Vokal-vokal pendek yang berurutan dalam satu kata dipisahkan dengan apostrof (’)Contoh :أأنتم ditulis a’antumمؤنّث  ditulis mu’annasH.    Kata Sandang Alif+Lam1.     Bila diikuti huruf QamariyahContoh : القرأنditulis al-Qur’an2.     Bila diikuti huruf Syamsiyyah ditulis dengan menggunakan huruf Syamsiyyah yang mengikutinya, serta menghilangkan huruf l (el)-nya.Contoh :السماء ditulis as-Samā’I.      Huruf BesarPenulisan huruf besar disesuaikan dengan EYDJ.     Kata Dalam Rangkaian Frase dan Kalimat1.      Ditulis kata per kataContoh:  ذوالفرودditulis żawi al- furūd2.     Ditulis menurut bunyi atau pengucapannya dalam rangkaian tersebut.Contoh:  اهل السنّةditulis ahl as-Sunnah[...]



Ahsanu 'Amala

2012-11-19T11:53:28.535+07:00

Ahsanu ‘amala? Al-Mulk (67) : 2Dibawah ini hanya penjelasan ringkas mengenai hal tersebut, semoga bermanfaat.الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا... [الملك : 2]“Yang menjadikan mati dan hidup, supaya dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya...”Fudail bin ‘Iyadl mengatakan bahwa ahsanu ‘amala adalah amalan yang paling ikhlas dan paling benar. (benar di sini maksudnya adalah sesuai dengan tuntunan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam). Lalu beliau menjelaskan kondisi – kondisi amalan yang dilakukan :1.     Apabila sebuah amalan itu dilakukan dengan ikhlas akan tetapi tidak benar (berlandaskan ilmu/tidak sesuai tuntunan) maka amalan itu tidak akan diterima.2.     Apabila amalan itu dilakukan berlandaskan ilmu dan sesuai tuntuna akan tetapi tidak ikhlas maka amalan itu juga tidak diterima.Kemudian beliau menutup penjelasannya dengan membacakan akhir surat al-Kahfi :فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا [الكهف : 110]“.................. barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, Maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya".Oleh karena itu bagi seorang muslim tentunya harus memperhatikan dua hal tersebut di atas pertama adalah Keikhlasan dan yang kedua adalah ilmu dalam amalan-amalannya. Apabila ia ingin melakukan suatu ibadah yang terbesit di dalam hatinya ingin riya’, pamer dan tujuan-tujuan menyimpang lainnya maka ia harus segera meluruskan niatnya kemudian barulah melaksakan amalan tersebut. Apabila ia akan melakukan dan ia tidak mengetahui apakah amalan tersebut ada dasarnya dalam al-Qur’an ataupun hadis maka sebaiknya ia tinggalkan agar tidak masuk kepada hal-hal yang dilarang. Wallahu a’lam.[...]



Doa dan Dzikir Pagi Petang

2012-11-14T17:05:00.159+07:00

Dzikir Pagi dan PetangDibawah ini beberapa dzikir pagi dan petang yang ada dituntunkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam kepada kita untuk kita amalkan :1.      Membaca ayat Kursy2.      Membaca surah al-Ikhlas 3x3.      Membaca surah al-Falaq 3x4.      Membaca surah al-Naas 3x5.      Membaca لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ لَهُ اْلمُلْكُ وَ لَهُ الْحَمْدُ وَ هُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ 100X/10X “Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Baginyalah kerajaan dan segala pujian. Dialah yang Maha Kuasa atas segala sesuatu”. ( Dibaca 100X ataupun 10X setiap harinya). [H.R. al-Bukhari dan Muslim]6.      Membacaسُبْحَانَ اللهِ وَ الْحَمْدُ لِلهِ وَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَ اللهُ أَكْبَرُ   100X“Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya dan tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah. Allah Maha Besar” ( Dibaca 100X) [HR. Muslim]7.      Membacaسُبْحَانَ اللهِ وَ بِحَمْدِهِ100X “Maha Suci Allah, aku memuji-Nya” (Dibaca 100X) [HR. Muslim]8.      Membacaبِسْمِ اللهِ الَّذِيْ لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِيْ الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ   3X “Dengan nama Allah yang bila disebut, segala sesuatu yang dibumi dan di langit tidak akan berbahaya. Dialah Yang Maha Mengetahui” (Dibaca 3X)Barang siapa yang membacanya 3X tidak ada sesuatu yang membahayakan baginya.[HR. Abu Dawud dan al-Tirmidzi]9.      Membacaحَسْبِيَ اللهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَ هُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيْمِ 7X “Allahlah yang mencukupi (segala kebutuhanku), tiada Tuhan yang berhak disembah selain Dia, Tuhan Yang Menguasai Arsy yang Agung” (Dibaca 7X)Barang siapa yang membacanya 7X maka Allah mencukupi apa yang diinginkannya dari urusan dunia dan akherat. [HR. Ibnu Sina dan Abu Dawud]10.   Membacaرَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا وَ بِالْإِسْلَامِ دِيْنًا وَ بِمُحَمَّدٍ نَبِيًّا3X “Aku rela Allah Tuhanku, Islam agamaku, Muhammad Nabiku” (Dibaca 3X) [HR. al-Tirmidzi]Penulis hanya menulis 10 dzikir saja hal ini bukan dimaksudkan untuk membatasi jumlah dzikir yang dapat diamalkan, ataupun membatasi batas minimal ataupun maksimal dalam dzikir pagi dan petang. Akan tetapi dimaksudkan untuk memudahkan dalam penghafalan dan pengamalannya. Adapun kelengkapannya dapat dilihat langsung di Hisnul Muslim karangan Said bin Ali bin Wahf al-Qohthon, dimana di dalam buku tersebut ada sekitar 19 dzikir. Wallahu a’lam.[...]



Adab-adab Terhadap Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam

2012-11-12T07:03:50.808+07:00

Adab Terhadap Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam I.Landasan :1.   Allah Ta’ala telah mewajibkan setiap muslim untuk beradab terhadap Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam Al-Qur’an. Hal ini ditunjukkan dengan jelas dalam ayat-ayat Al-Qur’an, seperti dalam surah al-Hujurat (49): 1-5, al-Nur (24): 62.يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُقَدِّمُوا بَيْنَ يَدَيِ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ (1) يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَرْفَعُوا أَصْوَاتَكُمْ فَوْقَ صَوْتِ النَّبِيِّ وَلَا تَجْهَرُوا لَهُ بِالْقَوْلِ كَجَهْرِ بَعْضِكُمْ لِبَعْضٍ أَنْ تَحْبَطَ أَعْمَالُكُمْ وَأَنْتُمْ لَا تَشْعُرُونَ (2) إِنَّ الَّذِينَ يَغُضُّونَ أَصْوَاتَهُمْ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ أُولَئِكَ الَّذِينَ امْتَحَنَ اللَّهُ قُلُوبَهُمْ لِلتَّقْوَى لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ عَظِيمٌ (3) إِنَّ الَّذِينَ يُنَادُونَكَ مِنْ وَرَاءِ الْحُجُرَاتِ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْقِلُونَ (4) وَلَوْ أَنَّهُمْ صَبَرُوا حَتَّى تَخْرُجَ إِلَيْهِمْ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ  [الحجرات : 1 - 5]1.  Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasulnya dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.2.  Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu meninggikan suaramu melebihi suara nabi, dan janganlah kamu Berkata kepadanya dengan suara yang keras, sebagaimana kerasnya suara sebagian kamu terhadap sebagian yang lain, supaya tidak hapus (pahala) amalanmu, sedangkan kamu tidak menyadari.3.  Sesungguhnya orang yang merendahkan suaranya di sisi Rasulullah mereka Itulah orang-orang yang Telah diuji hati mereka oleh Allah untuk bertakwa. bagi mereka ampunan dan pahala yang besar.4.  Sesungguhnya orang-orang yang memanggil kamu dari luar kamar(mu) kebanyakan mereka tidak mengerti.5.  Dan kalau sekiranya mereka bersabar sampai kamu keluar menemui mereka Sesungguhnya itu lebih baik bagi mereka, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَإِذَا كَانُوا مَعَهُ عَلَى أَمْرٍ جَامِعٍ لَمْ يَذْهَبُوا حَتَّى يَسْتَأْذِنُوهُ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَأْذِنُونَكَ أُولَئِكَ الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ فَإِذَا اسْتَأْذَنُوكَ لِبَعْضِ شَأْنِهِمْ فَأْذَنْ لِمَنْ شِئْتَ مِنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمُ اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ  [النور : 62]62.  Sesungguhnya yang sebenar-benar orang mukmin ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, dan apabila mereka berada bersama-sama Rasulullah dalam sesuatu urusan yang memerlukan pertemuan, mereka tidak meninggalkan (Rasulullah) sebelu[...]



Dzikir Sesudah Shalat Fardlu

2013-07-03T12:53:47.602+07:00

Dzikir Sesudah Shalat : الذكر بعد الصلاة :  أَسْتَغْفِرُ اللهَ        3x اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَ مِنْكَ السَّلَامُ تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَ الْإِكْرَامِ [رواه مسلم]لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَ لَهُ الْحَمْدُ وَ هُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. اللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ وَلَا يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدِّ [رواه مسلم]سُبْحَانَ الله  33x  الْحَمْدُ لِله33x  اللهُ أَكْبَرُ33x  لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَ لَهُ الْحَمْدُ وَ هُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ [رواه مسلم]قَرَءَ سُوْرَةَ الْإِخْلَاصِ وَ الْفَلَقِوَ النَّاسِ فِيْ كُلِّ صَلَاةٍ  1x إِلَّا صَلَاةَ الْمَغْرِبِ وَ الصُّبْحِ  3x[رواه أبو داود و الترمذي و النسائي]قرء أيَةَ الْكُرْسِيْ بَعْدَ كُلِّ صَلَاةِ الْوَاجِبِلَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَ لَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَ يُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ 3x بعد المغرب و الصبح [رواه الترمذي و أحمد]لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَ لَهُ الْحَمْدُ وَ هُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ لَا حَوْلَ وَ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ لَهُ النِّعْمَةُ وَ لَهُ الْفَضْلُ وَ لَهُ الثَّنَاءُ الْحَسَنُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَ لَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ [))[[][[]ٍ][رواه  مسلم[...]



Syarat-syarat Hadis Mutawatir

2012-11-09T09:09:06.376+07:00

Hadis Mutawatir IIBismillah wal hamdu lillah,Syarat – syarat Hadis Mutawatir :Berdasarkan pengertian hadis mutawatir yang telah penulis sampaikan sebelumnya, dapat disimpulkan  syarat-syarat  sebuah hadis dikatakan mutawatir. Adapun syarat – syaratnya adalah sebagai berikut :1.      Pemberitaan yang disampaikan oleh para perawi  harus berdasarkan tanggapan panca indera. Maksudnya berita yang disampaikan itu didapatkan langsung dari pendengaran ataupun penglihatan perawi itu sendiri.2.      Jumlah perawinya harus mencapai suatu ketentuan yang tidak memungkinkan mereka bersepakat bohong.3.      Adanya keseimbangan jumlah antara para perawi dalam thabaqah (lapisan) pertama dengan jumlah perawi dalam thabaqah berikutnya.[1]شروط المتواتر :-        أن يرويه عدد كثير-        أن يوجد هذا العدد في جميع طبقات السند-        أن تحيل اعادة تواطؤهم و توافقهم على الكذب-        أن يكون مستند خبرهم الحس (سمعت و رأيت)[2]Terdapat perbedaan jumlah syarat dari kedua sumber yang penulis sampaikan pada kesempatan ini, tetapi sebenarnya keduanya sama karena pada sumber pertama syarat yang pertama dan kedua pada sumber kedua dijadikan satu.Wallahu a’lam. Semoga bermanfaat. [1]Ahmad Izzan, Ulumul Hadis ( Bandung : Tafakur, 2011), h. 146[2]‘Abd al-Karim, min athyabi al-minah fi al-‘ilmi al-Mushtalah ( Arab Saudi : al-Jami’ah al-Islamiyah bi al-Madinah, 1425 H), h. 8[...]



Macam-macam Tanwin

2012-11-12T16:42:53.880+07:00

Macam-macam Tanwin1. Tanwin TamkinTanwin Tamki adalah tanwin yang teredapat pada isim-isim yang mu’rab seperti lafaz زيد dan juga رجل . Terkecualikaaan dari hal ini tanwin yang ada pada jamak muannats salim seperti مسلمات dikecualikan pula tanwin yang terdapat pada lafadz جوارٍ dan juga غواشٍ.2. Tanwin TankirYaitu tanwin yang terdapat pada isim-isim yang bersifat mabni untuk membedakan isim yang ma’rifat ddan isim yang nakirah. Contoh :مررت بسبويه و سبويه اخر“Aku bertemu dengan Sibawaih dan Sibawaih yang lain”3. Tanwin MuqabalahYaitu tanwin yang terdapat pada jamak muannats salim seperti lafadz مسلمات . Tanwin ini berkedudukan sebagai pembanding huruf nun yang terdapat pada jamak mudzakkar salim seperti مسلمون4. Tanwin IwadhTanwin ini terbagi menjadi tiga bagian :a. Tanwin yang terdapat pada huruf idz (إذ) yang berfungsi sebagai pengganti jumlah sesudahnya yang tidak disebutkan. Contohnya firman Allah Ta’ala :و أمتم حيئذ تنظرون Padahal kalian ketika itu melihatMaksudnya, padahal kalian melihat ketika roh sampai di tenggorokan. Jumlah kalimat  بلغت الروح الحلقوم  tidak disebutkan, tetapi diganti oleh tanwin.Tanwin jenis ini juga digunakan untuk menggantikan isim yang tidak disebutkan yang terdapat pada كل contohكل قائم (semuanya berdiri). Maksud yang dimaksud adalah كل إنسان قائم lafaz insanun tidak disebutkan tetapi diganti oleh tanwin.Selain kedua hal tersebut tanwin jenis ini  juga berfungsi sebagai pengganti huruf yang tidak disebutkan seperti pada lafaz جوار(perahu-perahu), غواش (peristiwa yang dasyat) dsm, baik dalam keadaan rafa’ atupun jar. Contoh dalam keadaa rafa’ seperti هؤلاء جوارٍ Semuanya itu adalah perahu, dan dalam keadaan jar seperti مررت بجوار   pada kedua contoh ini huruf ya dibuang kemudian diganti oleh tanwin.b. Tanwin tarannum, yaitu tanwiin yang terdapat pada qafiyah (akhir bait syair) yang bunyinya diperpanjang dengan huruf illah seperti yang terdapat pada ungkapan seorang penyair أقلى اللوم عاذل و العتابن       و قولي إن أصبت لقد أصابن Tinggalkanlah celaan dan makianmu itu hai perempuan pencelaku, dan katakanlah olehmu bila aku berbuat benar, sungguh aku telah berbuat benar.Diletakkan tanwin sebagai pengganti alif (huruf illah) semata-mata tarannum (keindahan bunyi huruf pada akhir bait syair). Contoh lainnya adalah ungkapan penyair berikut :أزف الترحل غير أن ركابنا         لما تزل برحالنا وكأن قدن Telah dekat waktu berangkat, hanya saja kendaraan kami belum berangkat, seakan-akan waktu perpisahan telah terjadi.c. Tanwin ghali. Keberadaan tanwin ghali ini telah dibuktikan oleh Imam Akhfasy, yaitu tanwin yang berada di akhir qafiyah yang muqayyadah seperti ucapan seorang penyair و قائم الأعماق خاوي المختقنBerapa banyak pedalaman yang luas tak ada yang menempuhnya[...]



Menghafal, Teknik

2012-11-04T05:57:47.652+07:00

Sabtu, Ba’da shalat maghrib, 19 DH 1433 H / 03 Nov 2012Menuliskan apa yang disampaikan “anak” ku dalam menghafal,,,Dalam menghafal kita harus mengetahui potensi diri kita,,apabila kita lebih dapat mudah menghafal dengan mendengar maka kita mendengarkan bacaan yang tentunya baik dan benar untuk kemudian kita hafal,,,,apabila potensi kita dapat mudah menghafal dengan membaca, maka kita membaca yang akan kita hafal,,,,dan apabila potensi yang kita miliki adalah dapat mudah menghafal dengan menulis maka kita tulis apa yang akan kita hafal,,,,,so, kalau digabungkan semuanya tentunya akan lebih baik, karena kita dapat mengetahui bacaan, tulisan dan bagaimana bacaan yang benar dari yang kita kan hafal,,,,,,,  kemudian “anak”ku yang lainnya masih tentang menghafal,,,,lanjutan dari mengetahui potensi tersebut,,,, lebih ke teknis menghafal,,,,,Dalam menghafal, kita harus bertahap, ayat per ayat,, satu ayat dihafal sempurna, baru kemudian menghafal ayat selanjutnya, dan kemudian digabungkan ayat yang telah dihafal tersebut dan di ulang-ulang sampai lancar,,,,,,,,[...]



Definisi Hadis Mutawatir

2012-11-03T21:21:45.857+07:00

Hadis Mutawatir 1Definisiالمتواتر مأخوذ من التواتر و هو التتابع و اصطلاحا ما رواه عدد كثير تحيل العادة تواطؤهم و توافقهم على الكذب.[1]ما رواه جمع تحيل العادة تواطئهم على الكذب عن مثلهم من أول السند إلى منتهاه على أن لا يختل هذا الجمع في أي طبقة من طبقات السند“Hadis yang diriwayatkan oleh sejumlah perawi yang secara tradisi tidak mungkin mereka sepakat untuk berdusta dari sejumlah perawi yang sepadan dari awal sanad sampai akhirnya, dengan syarat jumolah itu tidak kurang pada setiap tingkatan sanadnya”.خبر عن محسوس رواه عدد جم يجب في العادة إحالة  اجتماعهم و تواطعهم على الكذب"Suatu khabar hasil tanggapan dari panca indera, yang diriwayatkan oleh sejumlah besar perawi yang menurut kebiasaan mustahil mereka berkumpul dan bersepakat dusta".Jenis ini bersifat qath’iy al-tsubut (absah secara mutlak) dan disejajarkan dengan wahyu yang wajib diamalkan dan dinilai kafir orang yang mengingkarinya. Hadis mutawatir merupakan tingkat riwayat tertinggi.[2] [1] ‘Abd al-Karim, min athyabi al-minah fi al-‘ilmi al-Mushtalah ( Arab Saudi : al-Jami’ah al-Islamiyah bi al-Madinah, 1425 H), h. 8[2] Ahmad Izzan, Ulumul Hadis ( Bandung : Tafakur, 2011), h. 146[...]