Subscribe: CINTA ILMUKU 1
http://cintailmuku1.blogspot.com/rss.xml
Added By: dispendik Feedage Grade B rated
Language: Indonesian
Tags:
Rate this Feed
Rate this feedRate this feedRate this feedRate this feedRate this feed
Rate this feed 1 starRate this feed 2 starRate this feed 3 starRate this feed 4 starRate this feed 5 star

Comments (0)

Feed Details and Statistics Feed Statistics
Preview: CINTA ILMUKU 1

CINTA ILMUKU 1



sampaikanlah walau satu ayat



Last Build Date: Sun, 23 Jul 2017 10:51:06 +0000

 



Downlod Media pembelaajaran fiqih Sumber Hukum islam

Sat, 30 Jan 2016 04:48:00 +0000

Media Pembelajaran dari power point untuk SMA kelas 10 materi pelajaran feqih / Syariah : sumber hukum islam
media pembelajaran merupakan salah satu alat untuk mempermudah guru dalam melaksanakan pembelajaran di kelas. Selain asyik, siswa juga merasa senang karena bisa berinteraksi langsung secara visual. hal ini dapat memicu perkembangan belajar siswa. silahkan di download Media pembelaajaran fiqih Sumber Hukum islam




Download RPP K13 KTSP dan konsepnya

Fri, 29 Jan 2016 07:51:00 +0000

RPP yang bagus adalah hasil dari membuat sendiri, namun masih banyak diantara guru yang belum mempunyai RPP. Ini mungkin disebabkan karena banyaknya urusan selain mengajar di sekolah sehingga guru belum sempat untuk membuat RPP sendiri yang berkualitas. Oleh karena itu kami menyediakan RPP K13 dan KTSP gratis lengkap dengan media pembelajarannya. Silahkan di Download saja RPP lengkap mulai sd smp dan sma unuk semua mata pelajaran, anda tinggal mengganti nama sekolah serta nama guru, kemudian print maka RPP anda sudah jadi dan menjadi RPP yang terbaik.



download buku kerja siswa mandiri kls X SMA

Thu, 31 Jan 2013 04:12:00 +0000

BKSM atau Buku Kerja Siswa Mandiri Al Qur'an Hadist kelas X yang saya buat ini merupakan Salah satu media untuk menunjang proses belajar siswa dalam hal berlatih menjawab, merangkum, dan membuat peta konsep pada mata pelajaran Al Qur'an Hadist untuk kelas X.
Jika anda berminat silahkan di download. Anda bisa merubah dan menyesuaikan dengan kebutuhan pengajaran anda sendiri.
Berikut Link downloadnya ===> Klik BKSM



DOWNLOAD MEDIA PEMBELAJARAN QUR'AN HADIS, SMA/SMK

Sun, 01 Jan 2012 05:41:00 +0000

media pembelajaran power point kelas x sma/smk
bab 3 [ download ]




KEMURNIAN IBADAH Surat Al Bayyinah : 5

Sun, 01 Jan 2012 05:02:00 +0000

QS AL BAYYINAH : 5 وَمَا أُمِرُوا إِلا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ 5. Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus[1595], dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian Itulah agama yang lurus.[1595] Lurus berarti jauh dari syirik (mempersekutukan Allah) dan jauh dari kesesatan.KOSA KATA LAFADZ ARTI LAFADZ ARTI مَا tidaklah حُنَفَاءَ Dengan kecondongan yang lurus أُمِرُوا Mereka diperintahkan وَيُقِيمُوا Dan supaya mereka mendirikan لِيَعْبُدُوا Supaya mereka menyembah وَيُؤْتُوا Dan menunaikan مُخْلِصِينَ Dengan memurnikan دِينُ الْقَيِّمَةِ Agama yang lurus PENJELASAN SURAT AL BAYYINAH : 5Surat Al Bayyinah yang mengandung firman Allah dimuka telah turun dalam rangka mengkritisi aqidah yang sesat dan menyimpang terhadap agama yang lurus dikalangan kaum ahli kitab dan kaum musyrik. Mula-mula mereka saling berdebat seputar bakal datangnya seorang nabi akhir zaman ang namanya maupun identitasnya tercantum dalam kitab suci mereka. Edbata itu kadangkala terjadi antara kaum musyrik dengan kaum Yahudi, dankadangkala terjadi antara kaum musyrik dangan kaum nasrani. “ Apabila Nabi akhir zaman yang dijanjikan dalam kitab suci merekaitu benar-benar datang, maka mereka aka siap membelanya, mendukungnya dan mengikuti ajarannya “. Egitulah antara lain yang sealu dikatakan oleh kaum Yahudi maupun kaum Nasrani ketika erdebat dengan kaum musyrik. Akan tetapi setelah Nabi Muhammad SAW benar-benar diutus oleh Allah sebagai nabi akhir zaman dan pemungkas para Rasul, ternyata kaum musyiklah yang selalu berada digaris depan untuk menentang beliau, mengajak seluruh masyarakat makkah untuk berkomplot dalam menghalang-halangi dakwah beliau. Sementara kaum Yahudi dan kaum Nasrani, sebagian besar tidak segan-segan meninggalkan ajaran agamanya yang masih murni untuk berkomplot dengan kaum musyrik, haya karena takut dimusuhi dan diteror oleh mereka.Itulah sebabnya, amak dalam ayat : 5 dimuka telah ditegaskan bahwa kaum ahli kitab dan kaum musyrik itu dalam kitab sucinya hanyalah dibebani beberapa perintah yang sesungguhnya dapat memperbaiki keberagamaan dan kinerja hidup meeka, serta dapat medatangkan kebahagiaan hidup bagi mereka di dunia dan akherat, yaitu :memurnikan ibadah kepada Allah, baik secara terbuka maupun secara rahasiamembersihkan semua amal ibadah dari bebagai bentuk perilaku syirikmengikuti agama nabi Ibahim AS yakni sebuah agama yang mengajarkan tauhid dan kemurnian ibadah dengan menolak segala jenis penyembahan kapada selain Allahkhusus untuk Nabi Muhammad beserta umatnya, selain dibebani keiga perintah tersebut di atas ditabah lagi dengan dua perintah :mendirikan shalat dalam arti menjalankannya dengan menghadirkan hati untuk horma kepada dzat yang disembah, agar terbiasa selalu tunduk kepada-Nya dalam berbagai aspek kehidupanmenunaikan zakat dala arti memberikan sebagian kekayaan kepada orang-orang yang berhak sebagaimana ditentukan dalam nash Al Qur’an.Kemudian pada bagian akhir ayat 5 dalam surat Al Bayyinah telah ditegaskan bahwa dengan menjalankan kelima perintah tersebut di atas, maka demikian yang disebut “ Beragama secara murni, lurus dan benar “.[...]



KEMURNIAN IBADAH Surat Al An’am : 162 – 163

Mon, 26 Dec 2011 03:52:00 +0000

Surat Al An’am : 162 – 163قُلْ إِنَّ صَلاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ162. Katakanlah: Sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. لا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ163. tiada sekutu bagiNya; dan demikian Itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)".KOSA KATA Lafadz Arti قُلْ katakan نُسُكِي ibadahku مَحْيَايَ hidupku مَمَاتِي matiku لا شَرِيكَ Tiada sekutu أُمِرْتُ Aku diperintahkan; diperintahkan kepadaku أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ Orang yang pertama kali menyerahkan diri Penjelasan Surat Al An’am : 162-163Kedua ayat dimuka termasuk dalam 5 ayat penutup Surat Al An’am, yaitu ayat 161 – 165. Ayat 161 bermuatan perintah kepada Nabi Muhammad SAW agar beliau mengemukakan pernyataan lagi secara tegas kepada kaum musyrik, bahwa yang dianut oleh Nabi Ibrahim AS bukanlah agama sepeti yang mereka anut, dan bukan pula seperti kepercayaan kaum ahli kitab yang menyimpang, melainkan agama ang benar dan pandangan hidup yang lurus.Beliau diperintahkan pula dalam ayat : 162-163 ( yang kita bahas sekarang ini ) supaya mengemukakan satu pernyataan lagi secara tegas bahwa :1.      beliau berpegag teguh dan berpedoman kepada agama Nabi brahim AS dengan sekaligus medakwahkanya secara lisan maupun dalam bentuk amal yang nyata2.      beliau adalah orang yang pertama yang mengikuti agama Nabi Ibrahim dengan tulus dan benar3.      beliaulah yang memulihkan kemurnian agama Nabi Ibrahim AS setelah diselewengkan oleh orang-orang yag tidak bertanggung jawabayat 162 menyebutka beberapa hal terpenting yang harus dipersembahkan semata-mata kepada Allah SWT bukan kepada yag lain yaitu :Shalat : meliputi shalat fardlu, shalat sunnahIbadah : dalam ayat ersebut memang tertuju pada ibadah hai dan umrah namun tidak salah ika dimaknai dengan ibadah dalam arti yang luasHidup : artinya hidup ini difokuskan untuk semata-mata mengikuti ajaran Allah demi mendapatkan keridlaan-NyaMati : artinya nyawa pun harus dikorbankan untuk membela dan menjunjung tinggi ajaran Allah, sehingga kembali kepangkuan Allah dengan ridla dan di ridlaiBetapa ayat tersebut mencakup segala amal saleh yang merupakan kinerja hidup orang mukmin di dunia dan investasi hidupnya kelak di akherat. Karena itu jenis amal saleh apapun tentunya harus dilandasi dengan ikhlas untuk semata-mata mengabdi kepada Allah. Inilah yang lazim disebut “ Kemurnian Ibadah “. Bagi orang mukmn sepatutna memposisikan diri untuk senantiasa mempersembahkan hidup dan matinya untuk Alah semata-mata, sehingga dalam setiap perbuatannya ia lebih mengutamakan nilai-nilai kewajiban dan kesalehan. Ia tidak pantas memiliki kecenderungan-kecenderungan duniawi, lau ingin dipuji dan takut dicela orang dalam beramal dan beribadah.Sedangkan ayat 163 pada bagian petama berisi penolakan terhadap segala bentuk perilaku syirik, baik syirik secara terang-terangan maupun syirik secara terselubung. Syirik secara terang-terangan berarti mash bertuhan ganda, seperti mempercayai adanya kekuatan pada suatu jenis benda untuk bisa menolong atau menyelamatkan. Sementara syirik yang terselubung berarti masih bermotif ganda dalam beribadah dan beramal, sehingga berebutan melakukan amal dan beribadah tetapi untuk tujuan mencari pujian dan dukungan. Selanjunya bagian akhir ayat 163 berisi perintah agar orang mkmin benar-benar menjadi muslim yang memahi segala peritah Allah dan menjauhi segenap laran[...]



HADIS QUDSI ANUGERAH ALLAH KEPADA MANUSIA

Mon, 26 Dec 2011 03:32:00 +0000

AL HADIS : يَقُوْلُ اللّهُ تَعَالى:مَنْ عَادى ليْ وَلِيًّا فَقَدْ بَارَزَنِيْ بِالْحَربِ ، وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِيْ بِشَيْءٍ أَفْضَلَ مِنْ أَدَاءِ مَا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ ، وَلَا يَزَالُ عَبْدِيْ يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّه ، فَإِذَا أَحْبَبْتُه كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِيْ يَسْمَعُ بِه ، وَبَصَرَهُ الَّذِيْ يُبْصِرُبِه ، وَيَدَهْ الَّتِيْ يَبْطِشُ بِهَا ، وَرِجْلَهُ الَّتِيْ يَمْشِيْ بِهَا - الحدبث القدسي، - رواه البخاري عن أبي هريرة -Allah SWt berfirman ( dalam Hadis Qudsi ) ; “ Barangsiapa yang memusuhi wali-Ku ( hamba kesayangan-Ku ), maka sesungguhnya ia menentang perang kepada-Ku. Seorang hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan ( melakukan ) suatu amalan tidaklah lebih utama daripada menunaikan suat ( kewajiban ) yang telah Aku fardlukan kepadanya. Tiada henti-hentinya seorang hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan ( melakukan ) amalan-amalan sunnah kecuali Aku mencintainya. Apabila Aku mencintainya, maka Aku menjadi pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengarkan sesuatu, Aku menjadi penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat sesuatu, aku menjadi tangannya yang ia gunakan untuk memegang sesuatu, dan Aku pun menjadi kakinya  yang ia gu8nakan untuk berjalan “ – Hadis Qudsi ini masih ada kelanjutannya ( HR Bukhari Muslim dari Abu Hurairah ).Hadis Qudsi diatas adalah firman Allah di luar Al Qur’an yang disampaikan oleh Rasulullah SAW.مَنْ عَادى ليْ وَلِيًّا فَقَدْ بَارَزَنِيْ بِالْحَربِBagian pertama hadis qudsi ini menegaskan bahwa siapa pun yang memusuhi seorang wali ( hamba kesayangan Allah ), berarti ia melawan Allah.Ada 2 pengertian tentang wali :1. Orang yang menjadi kesayangan Allah bukan karena amal dan kelakuannya,melainkan karena bernasib mujur menjadi hamba pilihan-Nya. Wali yang pertama ini terdiri dari 3 kelas :·         Kelas Rendah   : “ tidak seorang pun yang mengetahui kewaliannya kecuali sesama wali “·         Kelas menengah : “ tidak seorang pun yang mengetahui kewaliannya kecuali para malaikat “·         Kelas Tinggi : “ tidak seorang pun yang mengetahui kewaliannya kecuali Allah “Jika pada diri wali sering tampak keramatnya ( sesuatu yang luar biasa ), maka tergolong wali kelas rendah. Meskipun kelas rendah, namun setiap orang yang memusuhinya dianggap oleh Allah sebagai penantang-Nya. Berbeda dengan Rasul atau nabi yang semuanya laki-laki, maka wali itu ada yang laki-laki dan ada yang perempuan.2.  Orang menjadi kesayangan Allah karena amal dan kelakuannya. Dalam hal ini Imam Syafi’i mengatakan : “ Wali adalah setiap orang mukmin yang bertakwa “. Wali dalam pengertian yang kedua inilah yang sebenarnya dibicarakan dalam hadis Qudsi tersebut Dwimuka. Namun tidak salah juga orang mengaitkan Hadis Qudsi Dwimuka dengan profil wali dalam pengertian yang pertama.وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِيْ بِشَيْءٍ أَفْضَلَ مِنْ أَدَاءِ مَا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِBagian kedua hadis qudsi ini menjelaskan bahwa setiap orang dapat mendekatkan diri kepada Allah dengan cara mengistiqomahkan suat amalan dzikir, namun dengan cara menunaikan semua kewajiban agama justru lebih mendekatkan kepada Allah.وَلَا يَزَالُ عَبْدِيْ يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهBagian ketig[...]



Makhorijul Huruf : TEMPAT KELUARNYA HURUF

Tue, 13 Dec 2011 09:39:00 +0000

Tempat Keluarnya hurufTiap-tiap huruf hijaiyah mempunyai tempat keluarnya masing-masing dari bagian-bagian mulut tertentu. Tempat keluar huruf ini dinamakan Makhraj. Makhraj huruf ini dapat dikelompokkan atas:Kelompok huruf-huruf Halqiah (Tenggorokan)Kelompok huruf-huruf Lahawiyah (Tekak)Kelompok huruf-huruf Syajariah (Tengah Lidah)Kelompok huruf-huruf Asaliyah (Ujung Lidah)Kelompok huruf-huruf Dzalaqiyah (Pinggir Lidah)Kelompok huruf-huruf Nith'iyah (Langit-langit Mulut)Kelompok huruf-huruf Litsawiyah (Gusi)Kelompok huruf-huruf Syafawiyah (Bibir) 1. Huruf - huruf HalqiyahHuruf-hurufnya adalah : ء , ه , ح , خ , ع , غHuruf hamzah ( ء ) dan ha’ (  ه ) makhrajnya di tenggorokan bagian dalam.Huruf ‘ain ( ع ) dan ha ( ح )  makhrajnya di tenggorokan bagian tengah.Huruf ghain ( غ ) dan kha ( خ ) makhrajnya di tenggorokan bagian luar.2. Huruf - huruf Lahawiyah           Huruf-hurufnya adalah: qaf  dan kaf. ( ق ، ك )Huruf qaf ( ق  ) makhrajnya di pangkal lidah dekat tenggorokan, sejajar dengan langit-langit lunak.Huruf kaf (  ك ) makhrajnya di pangkal lidah, sejajar dengan langit-langit lunak, sedikit di bawah makhraj qaf.3. Huruf - huruf SyajariyahHuruf-hurufnya adalah : jim, syin, ya dan dhad. ( ج ، ش ، ي ، ض )Huruf jim, syin dan ya ( ج ، ش ، ي  )makhrajnya di lidah bagian tengah, sejajar dengan langit-langit keras bagian atas.Huruf dhad (  ض ) makhrajnya di sisi lidah, sejajar dengan geraham bagian atas.4. Huruf - huruf Asaliyah           Huruf-hurufnya adalah: zay, sin dan shad. ( ز ، س ، ص )Huruf zay, sin dan shad ( ز ، س ، ص ) makhrajnya di ujung lidah lewat gigi seri atas, yaitu di atas gigi seri bawah dengan sedikit kelonggaran. 5. Huruf - huruf Dzalaqiyah            Huruf-hurufnya adalah: lam, nun dan ra. ( ل ، ن ، ر )Huruf lam ( ل  ) makhrajnya adalah di ujung lidah sejajar dengan gusi atas.Huruf nun  (  ن  ) makhrajnya adalah di ujung lidah, sedikit di bawah makhraj lam.Huruf ra (  ر ) makhrajnya adalah di ujung lidah, sedikit di bawah makhraj nun. 6. Huruf - huruf Nith'iyah           Huruf-hurufnya adalah: tha, dal dan ta. ( ط ، د ، ت )Huruf tha, dal dan ta ( ط ، د ، ت ) makhrajnya di ujung lidah lewat pangkal gigi seri atas. 7. Huruf - huruf Litsawiyah            Huruf-hurufnya adalah: zha, dal dan tsa.Huruf zha, dal dan tsa keluar dengan menempelkan ujung lidah di ujung gigi seri atas.8. Huruf - huruf Syafawiyah            Huruf-hurufnya adalah: ba, wau, mim dan fa. ( ب ، و ، م ، ف )Huruf ba, wau dan mim ( ب ، و ، م  ) makhrajnya di antara dua bibir.Huruf fa (  ف ) makhrajnya di bagian dalam bibir bawah serta ujung gigi seri atas. SIFAT-SIFAT HURUFSifat menurut bahasa adalah suatu keadaan yang menetap pada sesuatu yang lain. Menurut istilah adalah keadaan yang baru datang yang berlaku bagi suatu huruf yang dibaca tepat keluar dari makhrajnya. Ahli qiraat berbeda pendapat dalam menetapkan jumlah sifat-sifat huruf hijaiyah. Sebagian menetapkan sebanyak 19 sifat, dan sebagian lagi menetapkan 18 sifat, 17 sifat, 16 sifat 14 sifat, dan bahkan ada yang menetapkan 44 sifat. Dari sifat-sifat huruf yang ada, maka tiap-tiap huruf hijaiyah dalam Al-Qur’an paling sedikit mempunyai 5 sampai 7 sifat. Pada kesempatan ini kita bicarakan sebanyak 19 sifat-sifat huruf yang lebih umum dibicarakan oleh ahli qiraat. Kita bagi menjadi dua kelom[...]



PETA KONSEP BACAAN NUN-MTI / TANWIN

Fri, 09 Dec 2011 09:27:00 +0000

PETA KONSEP


untuk melihat contoh bacaan Idgham Bil Ghunnah, Idh-har, Iqlab dan Idh-har Wajib Klik link tersebut, sedangkan untuk melihat contoh bacaan Ikhfa', Idgham Bi Ghunnah ikuti link tersebut.
peta konsep bacaan Nun-Mati / Tanwin tersebut diatas dalam format gambar, jika ingin dlam bentuk format word Download di PETA KONSEP BACAAN NUN-MTI / TANWIN
frameborder="0" height="1351" marginheight="0" marginwidth="0" src="https://docs.google.com/spreadsheet/embeddedform?formkey=dGZUQmU5ZTJKZGNWaDREYko3R210a3c6MQ" width="760"><p><p><p><p>Memuat...</p></p></p></p>






QS AN NAHL : 78 ANUGERAH ALLAH KEPADA MANUSIA

Fri, 09 Dec 2011 03:01:00 +0000

QS AN NAHL : 78وَاللَّهُ أَخْرَجَكُمْ مِنْ بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ لا تَعْلَمُونَ شَيْئًا وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالأبْصَارَ وَالأفْئِدَةَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ 78.  Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.KOSA KATA Arti Lafadz Arti Lafadz Telah mengeluarkan kamu sekalian أَخْرَجَكُمْ Pendengaran اَلسَّمْعَ Kamu mengetahuinya; kamu tahu تَعْلَمُوْنَ Penglihatan اَلْعَبْصَارَ Menjadikan جَعَلَ - يَجْعَلُ Hati; akal budi أَلْأَفْئِدَةَ Bagi kamu sekalian لَكُمْ Kamu bersyukur تَشْكُرُوْنَ Ayat ini menurut Tafsir Al Maraghi mengandung penjelasan bahwa setelah Allah melahirkan kamu dari perut ibumu, maka Dia menjadikan kamu dapat mengetahuisegala sesuatu yang sebelumnya tidak kamu ketahui. Dia telah memberikan kepadamu beberapa macam anugerah berikut ini :1.      Akal; sebagai alat untuk memahami sesuatu,terutama dengan akal itu kamu dapat membedakan antara yang baik dan yang jelek, antar yng lurus dan yang sest, antara yang benar dan yang salah.2.      Pendengaran; sebagai alat untuk mendengarkan suara, terutama dengan pendengaran itu kamu dapat memahami percakapan diantara kamu.3.      Penglihatan; sebagai alat untuk melihat segala sesuatu, terutama dengan penglihatan itu kamu dapat saling mengenal diantara kamu.4.      Perangkat hidup yang lain; sehingga kamu dapat mengetahui jalan untuk mencari rizki dan materi lainnya yang kamu butuhkan, bahkan kamu dapat pula memilih mana yang terbaik bagi kamu dan meninggalkan mana yang jelek.Semua yang di anugerahkan oleh Allah kepadamu tiada maksud lain kecuali supaya kamu bersyukur, artinya kamu gunakan semua anugerah Allah tersebut diatas semata-mata untuk mencapai tujuan hidup yang sebenarnya yaitu :a.           يَبْتَغُوْنَ فَضْلًا مِنْ رَبِّهِمْ      : mengekploitasi sebanyak-banyak karunia Allah yang tersebar di seluruh belahan bumi-Nya demi kemaslaahatan hidup umat manusia.b.        وَرِضْوَانًا      : dan meraih keridlaan-Nya, karena dengan keridlaan-Nya itulah hidupmu menjadi semakin bermartabat.Begitulah selaaknya yang harus dilakukan oleh setiap manusia sesuai tugas hidupnya sebagai hamba Allah dan khalifahnya di muka bumi. PENDAPAT IMAM GHOZALI Semua anugerah Allah yang disebutkan dalam Surat An Nahl : 78 pada hakekatnya hnya merupakan sebagian saja, karena secara global anugerah Allah itu dapat dipaparkan dalam 5 macam :1.        Hidayatul Gharizah              : Yakni anugerah Insting, seperti halnya bayi menangis karena pantasnya2.      Hidayatul Hawasy                : Artinya anugerah Panca Indera3.      Hidayatul Aqli                      : Yakni anugerah Akal Pikiran.4.      Hidayatul Din                       : Artinya anugerah Petunjuk Agama.5.      Hidayatul Ir[...]



TAJWID QS AN NAHL ; 78 ANUGERAH ALLAH KEPADA MANUSIA

Thu, 08 Dec 2011 12:27:00 +0000

ANUGERAH ALLAH KEPADA MANUSIAStandar KompetensiMemahami ayat-ayat Al Qur’an tentang manusia dan tugasnya sebagai Hamba Allah dan khalifah-Nya di bumiKompetensi DasarMembaca dan menyebut arti Surat An Nahl : 78 dan Hadis yang terkait serta menampilkan perilaku sebagai hamba Allah dan khalifah-Nya di bumi sebagaiman diterankan dalam ayat dan hadis tersebut.Surat An Nahl : 78وَاللَّهُ أَخْرَجَكُمْ مِنْ بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ لا تَعْلَمُونَ شَيْئًا وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالأبْصَارَ وَالأفْئِدَةَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ78. dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam Keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.Sebelum kita membahas penjelasan isi dari ayat tersebut marilah kita mempelajari ilmu tajwidnya dahulu, agar ketika kita membaca ayat tersebut dapat membaca dengan benar dan baik. Untuk kali ini kamu perhatikan dalam ayat tersebut diatas, 3 contoh bacaan “ Al - Ta’rif “, yang pertama terdapa pada bagian ayat اَلسَّمْعَ , yang kedua terdapat pada bagian ayat اَلْأَبْصَارَ, sedangkan yang ketiga terdapat pada bagian ayat اَلْأََفْئِدَةَ . Dalam hukumnya bacaan  “Al - Ta’rif “ itu ada 2 macam :1.     Al Qomariyah atau Idh-har QomariyahBaiklah kita dahulukan yang kedua dan yang ketiga diantara 3 contoh bacaan tersebut diatas :اَلْأَبْصَارَ : اَلْ bertemu dengan ء , serta bacaan اَلْأََفْئِدَةَ : اَلْ bertemu dengan ء Dari segi bacaan “ Al “ huruf hamzah itu merupakan salah satu dianar huruf 14 yang disebut “ Huruf-huruf Qomariyah “ yaitu secara urut menurut abjad : ء ب ج ح خ ع غ ف ق ك م و ه ي Apabila “ Al “ betemu dengan salah satu huruf 14 ini, maka Lam-Mati dalam “ Al “ itu harus diucapkan dengan jelas tanpa suara dengung dan tanpa bunyi panjang. Bacaan “ Al “ yang demikian itu disebut “ Al – Qomariyah “ atau Idh-har Qomariyah “. Perhatikan Contoh-contoh dibawah ini : Sebab Bacaan Al – Qomariyah No Sebab Bacaan Al – Qomariyah No ف --- اَلْ وَالْفُسُوْقَ ٨ ء --- اَلْ وَالْآخِرَةُ ١ ق --- اَلْ فِيْ الْقُبُوْرِ ٩ ب --- اَلْ لَيْسَ الْبِرَّ ٢ ك --- اَلْ وَ الْكَاظِمِيْنَ ١٠ ج --- اَلْ اَلْجَبَّارُ ٣ م --- اَلْ كُلَّ الْمَيْلِ ١١ ح --- اَلْ اَلْحَمْدُ ٤ و --- اَلْ ذَاتِ الْوَقُوْدِ ١٢ خ --- اَلْ بِالْخَيْرَاتِ ٥ ه --- اَلْ بِالْهَزْلِ ١٣ ع --- اَلْ اَلْعَابِدُوْنَ ٦ ي --- اَلْ اَلْيَاقُوْتُ ١٤ غ --- اَلْ اَلْغَضَبُ ٧ 2.      Al – Syamsiyah atau Idgham SyamsiyahKita perhatikan lagi contoh bacaan yang petama dalam ayat tersebut di muka : اَلسَّمْعَ ---- اَلْ bertemu dengan س , Dari segi bacaan “ Al “ huruf Sin itu merupakan salah satu diantara huruf 14 yang secara urut menurut abjad : ت ث د ذ ر ز س ش ص ض ط ظ ل ن , Apabila “ Al “ bertemu dengan salah satu huruf 14 ini, maka bunyi Lam-Mati dalam “ Al “ itu harus dilebur kedalam bunyi huruf tersebut, dan dalam tulisannya huruf dibelakang “ Al “ itu menggunakan tanda “ Tasydid “. Bacaan “ Al “ yang demikian ini disebut “ Al – Syamsiyah atau Idgham Syamsiyah “. Perhatikan Contoh-contoh berikut : Sebab Bacaan Al – Qomariyah No Sebab Bacaan Al – Qomariyah [...]



TAJWID QS AL BAQARAH : 30 DAN QS ADZ-DZARIYAT : 56 bacaan Idgham Bi Ghunnah dan Ikhfa'

Wed, 07 Dec 2011 13:34:00 +0000

QS AL BAQARAH : 30 وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَٰٓئِكَةِ إِنِّى جَاعِلٌۭ فِى ٱلْأَرْضِ خَلِيفَةًۭ ۖ قَالُوٓا۟ أَتَجْعَلُ فِيهَا مَن يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ ٱلدِّمَآءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۖ قَالَ إِنِّىٓ أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui". QS ADZ-DZARIYAT : 56وَمَا خَلَقْتُ ٱلْجِنَّ وَٱلْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِDan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.Lihat Tajwid QS Al Mukminu : 12-14 tentang bacaan Idgham Bila Ghunnah, Idh-har, Iqlab  serta penjelasan ayat QS Al Mukminun 12 - 14 proses kejadian manusia serta hadis yang terkait Riwayat imam ahmad  atau langsung melihat tayangan film tentang proses kejadian manusia  Untuk kali ini kamu perhatikan bacaan “ Nun – Mati “ atau “ Tanwin “ (   نْ /   )  dalam kedua ayat tersebut dimuka. Dalam Surat Al Baqarah : 30 kamu jumpai bacaan tanwin pada bagian ayat : جَاعِلٌۭ فِى ٱلْأَرْضِ  dan bacaan Nun – Mati pada bagian ayat : يُفْسِدُ مَنْ ; sedangkan dalam surat Adz-Dzariyat  : 56 kamu jumpai bancaan pada bagian ayat : وَالْإِنْسَ (1)  Bacaan Idgham Bi Ghunnah يُفْسِدُ مَنْ : نْ bertemu dengan ي . Dalam kaidah ilmu tajwid tentang bacaan Nun – Mati dan Tanwin, huruf ي  merupakan salah satu diantara huruf 4 yang terangkum dalam ungkapan يَنْمُوْ yaitu ي , ن , م , و , apabila Nun-Mati atau tanwin bertemu dengan salah satu huruf 4 itu, maka bacaannya adalah “ Idgham Bi Ghunnah “ artinya Bunyi nun mati atau tanwin itu harus dilebur ke dalam bunyi salah satu huruf 4 yang jatuh dibelakangnya, dan diucapkan dfengan suara dengung yang panjangnya maksimal 1 ½ alif ( 3 ketukan )”. Perhatikan contoh-contoh berikut ini : Sebab BacaanIdgham Bi Ghunnah No Sebab BacaanIdgham Bi Ghunnah No م --- نْ مَوْعِدَةٍ عَنْ ١ م --- ًــٍـــٌ آللّهِ مِنَ رَسُوْلٌ ١ ن --- نْ رٍ نَا مِنْ ٢ ن --- ًــٍـــٌ نَاعِمَةٌ يَوَْمَئِذٍ ٢ و --- نْ وَرَثَةٍ مِنْ ٣ و --- ًــٍـــٌ وَمَاوَلَدَ وَوَالِدٍ ٣ ي --- نْ يَقُوْلَ أَنْ ٤ ي --- ًــٍـــٌ يَرَهُ خَيْرًا ٤ Khusus Nun-Mati dalam  مِنْ   atau  عَنْ  jika bertemu dengan kata    مَا    atau   مَنْ , maka dalam Al qur’an sering kali Nun – Mati itu dibuang, sehinngga dalam kedua kata tersebut diberi tanda tasydid. Contoh :      مَا --  مِنْ ditulis مِمَّا                مَنْ ---  مِنْ ditulis مِمَّنْ                   مَا – عَنْ ditulis عَمَّا              مَن[...]



TAJWID QS AL MUKMINUN : 12 – 14 Bacaan Idh-har, Bacaan Idgham Bila Ghunnah, dan Iqlab

Wed, 07 Dec 2011 05:15:00 +0000

Mengidentifikasi Bacaan Idh-har, Bacaan Idgham Bila Ghunnah, dan Iqlab. وَلَقَدْ خَلَقْنَا الإنْسَانَ مِنْ سُلالَةٍ مِنْ طِينٍثُمَّ جَعَلْنَاهُ نُطْفَةً فِي قَرَارٍ مَكِينٍثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظَامًا فَكَسَوْنَا الْعِظَامَ لَحْمًا ثُمَّ أَنْشَأْنَاهُ خَلْقًا آخَرَ فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ  12.  Dan Sesungguhnya kami Telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah.13.  Kemudian kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).14.  Kemudian air mani itu kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu kami bungkus dengan daging. Kemudian kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta yang paling baik.Tulisan ini masih terkait dengan tulisan yang menjelaskan tentang proses kejadian manusia dalam QS Al Mukminun 12 -14  (klik link untuk mengetahui penjelasannya ) serta hadis riwyat Imam Ahmad  yang terkait dengan penjelasan tersebutKali ini kita akan membahas bacaan ; Bacaan Idh-har, Bacaan Idgham Bila Ghunnah, dan Iqlab.1.      Bacaan Idh-harPada bab I kita telah mempelajari 2 jenis bacaan Nun-Mati atau Tanwin. Maka untuk kali ini kamu perhatikan Surat Al Mukminun : 12 – 14 dimuka, niscaya kamu jumpai bacaan Tanwin pada bagian ayat : خَلْقًا آخَرَ. dalam contoh ini   ً   bertemu dengan  ء  merupakan salah satu diantara huruf 6 yang dikenal dengan “ Huruf Halqi “ ( huruf tenggorokan ), yaitu :  ءح خ ه ع غ Apabila Nun-Mati atau Tanwin bertemu dengan salah satu huruf 6 itu, maka bacaannya adalah “ Idh-har “ , artinya diucapkan dengan jelas tanpa suara dengung dan tanpa bunyi panjang. Oleh krena bertemu dengan huruf Halqi, maka bacaannya boleh juga disebut “ Idh-har Halqi “.Perhatikan contoh-contoh berikut ini : Sebab Bacaan Idh-har No Sebab Bacaan Idh-har No ء ---- ٌٌ كُلٌّ آَمَنَ ۱ ء ---- نْ مِنْ أَطْرَافِهَا ۱ ح --- ٌٌ خَيْرٌ حَافِظًا ۲ ح ---- نْ تَنْحِتُوْنَ ۲ خ  ---ً ذَرَّةٍ خَيْرًا ۳ خ --- نْ مِنْ خَيْرٍ ۳ ع  --- ٌٌ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ ۴ ع ---- نْ أَنْعَمْتَ ۴ غ --- ًً فَظًّا غَلِيْظَ ۵ غ --- نْ مِنْ غِلٍّ ۵ ً  --- هَ قَوْمٍ هَادٍ ۶ هَ ---- نْ يَنْهَوْنَ ۶ 2.      Bacaan Idghanm Bila GhunnahArtinya apabila Nun-Mati atau Tanwin bertemu dengan  ر  atau  ل  , maka bunyi Nun-mati atau tanwin itu harus dilebur ke dalam bunyi huruf tersebut tnpa suara dengung dan tanpa bunyi panjang. Perhatikan conto-contoh berikut ini : Sebab Bacaan Idgham Bila Ghunnah No Sebab Bacaan Idgham Bila Ghunnah No ر ----  ٌ رَبٍّ رَّحِيْمٍ ۱ ر ---- نْ مِنْ رَوْحِ اللّهِ ۱ ل ----  ً أَكْلًا لَّمَّا ۲ ل ----[...]



PROSES KEJADIAN MANUSIA QS ALMUKMINUN ; 12-14 DALAM BENTUK FILMNYA

Mon, 05 Dec 2011 05:51:00 +0000

Subhannallah sungguh sesuatu yang luar biasa, sangat menakjubkan, tanpa terpikir oleh kita sebagai manusia yang berakal bahwa proses kejadian manusia itu begitu komplek dan rumit menurut jangkauan akal kita dan ini perlu sekali kita renungkan sebagai bukti kemahabesaran Allah dan kemahakuasaan Allah.Kita tidak bisa membayangkan bagaiman kita bisa hidup dalam perut seorang ibu sedangkan dalam perut ibu itu tidak ada ruang udara untuk bernafas buat seorang bayi yang ada di dalamnya. Untuk lebih jelasnya bagaimana proses terjadina manusia sampai kelahirannya kita simak film tentang proses kejadia manusia dibawah ini.

allowFullScreen='true' webkitallowfullscreen='true' mozallowfullscreen='true' width='320' height='266' src='https://www.blogger.com/video.g?token=AD6v5dwraE-BtoUe0TIifMzG2UVF9OoKWzGTKihOC3iS6497TUutm1GcQQs4odGfM_MVvDRlLGCPQRHEki39VvB3LA' class='b-hbp-video b-uploaded' FRAMEBORDER='0' /> 
Al Qur'an merupakan satu-satunya sumber ilmu dari segala ilmu, banyak sekali di dalam Al Qur'an, kita temui ayat-ayat yang menjelaskan tentang proses kejadian manusia, hanya saja kita belum bisa mengetahui bentuk rupa bayi yang ada didalam perut dengan sebenarnya. Oleh karena itu, manusia membutuhkan ilmu pengeahuan untuk mengetahui bagaiman bentuk wujud manusia ketika masih dalam kandungan.
Mengenai Penjelasan tentang proses kejadian manusia lihat QS Al Mukminun : 12 - 14  lebih lengkap lagi dijelaskan dalam hadis riwayat imam Ahmad.
berikut ini gambar yang saya ambil dari http://cintailmuku2.blogspot.com/ penjelasan proses kejadian manusia dalam QS al mukminun ayat 12-14 dalam ilmu kedokteran. 

Untuk lebih jelasnya melihat gambar dan artikelnya silakan ikuti link http://cintailmuku2.blogspot.com/ semoga informasi ini dapat membantu anda



Kewajiban Mengikuti Sunnah atau hadis

Sun, 04 Dec 2011 12:27:00 +0000

Penulis: Syaikh Shalih bin ‘Abdul Aziz Alu Syaikh hafizhohullohDiterjemahkan dari Penjelasan Hadits Arba’in No. 41 Oleh: Abu Fatah AmrullohMurojaah: Ustadz Abu Ukasyah Aris MunandarDari Abu Muhammad Abdulloh bin Amr bin Al-Ash rodhiallohu ‘anhuma beliau berkata: Rosululloh shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak beriman salah seorang di antara kalian sampai hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa” (hadits hasan sahih yang kami riwayatkan dari Kitabul Hujjah dengan sanad yang sahih) Penjelasan: Hadits ini adalah hadits yang terkenal dan hadits ini terdapat dalam Kitab At-Tauhid. Rosululloh shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak beriman salah seorang di antara kalian sampai hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa”. Hadits ini berderajat hasan sebagaimana yang dihasankan Imam Nawawi di sini. Bahkan beliau berkata ini adalah hadits yang hasan shahih. Hadits ini dikatakan sebagai hadits hasan karena hadits ini sesuai dengan makna ayat Al Quran yaitu:فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّىٰ يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا۟ فِىٓ أَنفُسِهِمْ حَرَجًۭا مِّمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًۭا Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakikatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya. (QS An Nisaa: 65)Menganggap sebuah hadits memiliki derajat hasan karena memiliki makna yang sesuai dengan ayat Al Quran adalah mazhab yang dianut oleh banyak ulama terdahulu seperti Ibnu Jarir Ath Thobari dan sebagian ulama dan imam ahli hadits.Perkataan nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam pada hadits ini: “Tidak beriman salah seorang di antara kalian sampai hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa” memiliki makna bahwa keimanan yang sempurna tidak akan terwujud sampai hawa nafsu dan harapan seseorang mengikuti apa yang dibawa oleh Al Musthofa (nabi Muhammad) shalallahu ‘alaihi wa salam. Hal ini juga bermakna bahwa seseorang wajib mendahulukan kehendak Rosululloh shalallahu ‘alaihi wa sallam dibandingkan dengan kehendaknya serta mendahulukan syariat Rosululloh shalallahu ‘alaihi sallam dari pada hawa nafsunya. Jika terdapat pertentangan antara harapannya dengan sunnah, maka dia akan mendahulukan sunnah. Hal ini telah dijelaskan pada banyak ayat Al Quran dan hadits, seperti firman Alloh jalla wa ‘ala:قُلْ إِن كَانَ ءَابَآؤُكُمْ وَأَبْنَآؤُكُمْ وَإِخْوَٰنُكُمْ وَأَزْوَٰجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَٰلٌ ٱقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَٰرَةٌۭ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَٰكِنُ تَرْضَوْنَهَآ أَحَبَّ إِلَيْكُم مِّنَ ٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَجِهَادٍۢ فِى سَبِيلِهِۦ فَتَرَبَّصُوا۟ حَتَّىٰ يَأْتِىَ ٱللَّهُ بِأَمْرِهِۦ ۗ وَٱللَّهُ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلْفَٰسِقِينَ Katakanlah: “Jika bapak-bapak , anak-anak , saudara-saudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.” (QS At Taubah: 24)Maka seseorang wajib [...]



As-Sunnah, Wahyu Kedua Setelah Al-Qur`an [ dalam hadis web ]

Sun, 04 Dec 2011 12:18:00 +0000

Pengertian As-Sunnah Yang dimaksud As-Sunnah di sini adalah Sunnah Nabi, yaitu segala sesuatu yang bersumber dari Nabi Muhammad berupa perkataan, perbuatan, atau persetujuannya (terhadap perkataan atau perbuatan para sahabatnya) yang ditujukan sebagai syari’at bagi umat ini. Termasuk didalamnya apa saja yang hukumnya wajib dan sunnah sebagaimana yang menjadi pengertian umum menurut ahli hadits. Juga ‘segala apa yang dianjurkan yang tidak sampai pada derajat wajib’ yang menjadi istilah ahli fikih (Lihat Al-Hadits Hujjatun bi Nafsihi fil Aqaid wa al Ahkam karya As-Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani, hal. 11).As-Sunnah atau Al-Hadits merupakan wahyu kedua setelah Al-Qur’an sebagaimana disebutkan dalam sabda Rasulullah :“Ketahuilah, sesungguhnya aku diberi Al-Qur`an dan (sesuatu) yang serupa dengannya.” -yakni As-Sunnah-, (H.R. Abu Dawud no.4604 dan yang lainnya dengan sanad yang shahih, juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam al-Musnad IV/130) Para ulama juga menafsirkan firman Allah :وَيُعَلِّمُهُمُ ٱلْكِتَٰبَ وَٱلْحِكْمَةَ “…dan supaya mengajarkan kepada mereka Al-Kitab dan Al-Hikmah” (Al BAqarah ayat 129) Al-Hikmah dalam ayat tersebut adalah As-Sunnah seperti diterangkan oleh Imam As-Syafi`i, “Setiap kata al-hikmah dalam Al-Qur`an yang dimaksud adalah As-Sunnah.” Demikian pula yang ditafsirkan oleh para ulama yang lain. ( Al-Madkhal Li Dirasah Al Aqidah Al-Islamiyah hal. 24) As-Sunnah Terjaga Sampai Hari KiamatDiantara pengetahuan yang sangat penting, namun banyak orang melalaikannya, yaitu bahwa As-Sunnah termasuk dalam kata ‘Adz-Dzikr’ yang termaktub dalam firman Allah Al-Qur`an surat al-Hijr ayat 9, yang terjaga dari kepunahan dan ketercampuran dengan selainnya, sehingga dapat dibedakan mana yang benar-benar As-Sunnah dan mana yang bukan. Tidak seperti yang di sangka oleh sebagian kelompok sesat, seperti Qadianiyah (Kelompok pengikut Mirza Ghulam Ahmad al-Qadiani yang mengaku sebagai nabi, yang muncul di negeri India pada masa penjajahan Inggris) dan Qur`aniyun (Kelompok yang mengingkari As-Sunnah, dan hanya berpegang pada Al-Qur’an), yang hanya mengimani (meyakini) Al-Qur`an namun menolak As-Sunnah. Mereka beranggapan salah (dari sini nampak sekali kebodohan mereka akan Al Qur’an, seandainya mereka benar-benar mengimani Al Qur’an sudah pasti mereka akan mengimani As-Sunnah, karena betapa banyak ayat Al Qur’an yang memerintahkan untuk mentaati Rasulullah yang sudah barang tentu menunjukkan perintah untuk mengikuti As-Sunnah) tatkala mengatakan bahwa As-Sunnah telah tercampur dengan kedustaan manusia; tidak lagi bisa dibedakan mana yang benar-benar As-Sunnah dan mana yang bukan. Sehingga, mereka menyangka, setelah wafatnya Rasulullah , kaum muslimin tidak mungkin lagi mengambil faedah dan merujuk kepada as-Sunnah.( Al-Hadits Hujjatun bi Nafsihi fi Al Aqaid wal Ahkam hal. 16)  Dalil-dalil yang Menunjukkan Terpeliharanya As-Sunnah: Pertama: Firman Allah:إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Adz-Dzikr, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (Q.S. Al-Hijr:9)Adz-Dzikr dalam ayat ini mencakup Al-Qur’an dan –bila diteliti dengan cermat- mencakup pula As-Sunnah. Sangat jelas dan tidak diragukan lagi bahwa seluruh sabda Rasulullah yang berkaitan dengan agama adalah wahyu dari Allah sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya:وَمَا يَنطِقُ عَنِ ٱلْهَوَىٰٓ “Dan tiadalah yang diucapkannya (Muhammad) itu menurut kemauan hawa nafsunya.” (Q.S. An-Najm[...]



HADIS : PROSES KEJADIAN MANUSIA DAN KORELASI DENGAN QS ALMUKMINUN ; 12-14

Sun, 04 Dec 2011 06:01:00 +0000

HADIS : TENTANG PROSES KEJADIAN MANUSIAعَنِ ابْنِ مَسْعُوْدٍ رَضِيَ اللّهُ عَنْهُ قاَلَ ;حَدَّثَناَ رَسُوْلُ اللّهِ .صلم. وَهُوَ الصَّادِقُ الْمَصْدُوْقُ ; إِنَّ أَحَدَكُمْ لَيُجْمَعُ خَلْقُهُ فِيْ بَطْنِ أُمِّه أَرْبَعِيْنَ يَوْماً نُطْفَةً ، ثُمَّ يَكُوْنُ عَلَقَةً مِثْلَ ذاَلِكَ ، ثُمَّ يَكُوْنُ مُضْغَةً مِثْلَ ذاَلِكَ ،  ثُمَّ يُرْسَلُ إِلَيْهِ الْمَلَكُ فَيَنْفُخُ فِيْهِ الرُّوْحَ ، وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِماَتٍ ; رِزْقِه ، وَأَجَلِه ، وَعَمَلِه ، وَهَلْ هُوَ شَقِيٌّ أَوْ سَعِيْدٌ - الحديث رواه أحمد - KOSA KATAOrang yang terpercaya             : الْمَصْدُوْقُBenar-benar dihimpun / diproses         : لَيُجْمَعُPerut    : بَطْنِ40 hari             : أَرْبَعِيْنَ يَوْماًDikirim ; diutus           : يُرْسَلُUntuk meniupkan / memasangkan      : فَيَنْفُخُ4 ketentuan      : بِأَرْبَعِ كَلِماَتٍOrang yang celaka       : شَقِيٌّOrang yang beruntung            : سَعِيْدٌTERJEMAHAN HADIS“ Dari Ibnu Mas’ud RA, ia berkata : Telah bersabda kepada kami Rasulullah SAW – Beliau  adalah orang yang jujur dan terpercaya - ; “ Sesungguhnya seorang diantara kamu ( setiap kamu ) benar-benar diproses kejadiannya dalam perut ibunya selama 40 hari berwujud air mani; kemudian berproses lagi selama 40 hari menjadi segumpal darah; lantas berproses lagi selama 40 hari menjadi segumpal daging; kemudian malaikat dikirim kepadanya untuk meniupkan roh kedalamnya; lantas ( sang janin ) itu ditetapkan dalam 4 ketentuan : 1. Ditentukan ( kadar ) rizkinya, 2. Ditentukan batas umurnya, 3. Ditentukan amal perbuatannya, 4. Ditentukan apakah ia tergolomg orang celaka ataukah orang yang beruntung “. - Hadis ini masih ada kelanjutannya ( HR Ahmad ).Penjelasan Hadis :            Hadis tersebut Dimuka menjelaskan proses kejadian manusia dalam rahim ibunya, yaitu 40 hari pertama berwujud “ Nutfah “ ( air mani laki-laki bersenyawa dengan sel telur perempuan ), 40 hari kedua berproses menjadi “ Alaqah “ ( segumpal darah ), 40 hari ketiga berproses menjadi “ Mudlghoh “ ( segumpal daging ).            Hadis tersebut di muka lebih lanjut menjelaskan bahwa saat berwujud nudlghah itulah Allah SWT mengirim malaikat untuk memasangkan roh kepadanya bersamaan dengan ditetapkannya 4 ketentuan sebagaimana telah disebutkan dalam hadis.KORELASI ANTARA SURAT AL MUKMINUN : 12 – 14 DAN HADIS IBNU MAS’UD1.      Dalam ilmu ushul fiqih dijelaskan bahwa fungsi hadis terhadap Al Qur’an antara lain : mengukuhkan dan memperjelas.Hadis Ibnu Mas’ud itu mengukuhkan keterangan dalam Surat Al Mukminun : 12 – 14 tentang asal kejadian manusia beserta proses kejadiannya dalam rahim. Selain itu, Hadis Ibnu Mas’ud semakin memperjelas bahwa calon[...]



KEJADIAN MANUSIA : QS AL MUKMINUN : 12-14 DAN HADISNYA

Sun, 04 Dec 2011 05:52:00 +0000

QS AL MUKMINUN : 12-14وَلَقَدْ خَلَقْنَا الإنْسَانَ مِنْ سُلالَةٍ مِنْ طِينٍ(12)ثُمَّ جَعَلْنَاهُ نُطْفَةً فِي قَرَارٍ مَكِينٍ(13)ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظَامًا فَكَسَوْنَا الْعِظَامَ لَحْمًا ثُمَّ أَنْشَأْنَاهُ خَلْقًا آخَرَ فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ(14)KOSA KATADan sesungguhnya                  : وَلَقَدْKami telah menciptakan         : خَلَقْنَاSaripati            : سُلالَةٍAir mani          : نُطْفَةًSegumpal darah          : عَلَقَةًSegumpal daging        : مُضْغَةًTulang / tulang belulang          : عِظَامًا / الْعِظَامَMakhluk          : خَلْقًاTERJEMAHAN AYAT12.  Dan Sesungguhnya kami Telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah.13.  Kemudian kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).14.  Kemudian air mani itu kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu kami bungkus dengan daging. Kemudian kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta yang paling baik.PENJELASAN QS ALMUKMINUN : 12 - 14     Sebagai hamba Allah dan khalifahnya dibumi, dan sekaligus satu-satunya makhluk yang telah dipersiapkan untuk mampu berusaha memiliki ilmu, maka manusia oleh Allah disempurnakan kejadiannya sedemikian rupa,jauh lebih sempurna dari pada kejadian seluruh makhluk lainnya.Manusia memang diciptakan oleh Allah dari saripati tanah, suat  jenis bahan yang tidaklebih unggul dari pada asal kejadian makhluk-makhluk lainnya; bukan bahannya yang unggul melainkan proses kejadiannya.                   وَلَقَدْ خَلَقْنَا الإنْسَانَ مِنْ سُلالَةٍ مِنْ طِينٍ(12)Ayat ini menegaskan bahwa manusia diciptakan dari saripati tanah yang bersih, yang dimaksud “ Manusia “ di sini adlah nabi Adam AS, namun sebagian ahli tafsir memahaminya bukan Nabi Adam melainkan keturunan Adam, dengan alasan bahwa air mani itu tercipta dari darah yang berasal dari makanan yang dikomsumsi manusia,baik makanan hewani maupun makanan nabati, namun makanan hewani justru berasal dari zat nabati. Semua zat nabati berasal dari saripati tanah dan air. Dengan demikian, manusia pada hakekatnya tercipta dari saripati tanah yang kemudian berproses menjadi air mani.            Dr. Ahmad Muhammad Kamal mengatakan :  Sesungguhnya “ tanah “ yang disebutkan dalam Al Qur’an dengan istilah   تُراَبٌ  atau طِينٍ mengandung arti kiasan ( Majasi ) karena manusia itu – bahkan seluruh makhluk hidup – tercipta secara kimiawi yang disebut [...]



PENJELASAN IBADAH DALAM QS: AL BAQARAH 30 -31 DAN QS: ADZ-DZARIYAT 56

Sat, 03 Dec 2011 09:36:00 +0000

Tulisan ini merupakan lanjutan dari tulisan yang berjudul TUGAS HIDUP MANUSIA QS: AL BAQARAH 30 -31 DAN QS: ADZ-DZARIYAT 56  mengenal ibadah yang dijelaskan dalam ayat tersebut. Dalam ajaran islam, ibadah itu ada 2 macam :Ibadah Makhdlah   عِباَدَةٌ مَخْضَةٌ   : yaitu ibadah yang ada kaitanya dengan hablun Minnallah ( hubungan vertikal / hubungan dengan Allah ) seperti thaharah, puasa, shalat, zakat, haji, umrah, dzikir, do'a, dan sebagainya. Ibadah Ghoiru Makhdlah عِباَدَةٌغَيْرُ مَخْضَةٌ  : yaitu ibadah yang ada kaitanya dengan hablun minan nas  ( hubungan horisontal / hubungan antar manusia ) seperti berbakti kepada kedua orang tua, menyantuni fakir miskin, menghormati tetangga, menyantuni anak yatim, menghormati guru, bekerja mencari rizki yang halal, menjenguk orang sakit, ta'ziah, dan sebagainya.Selain itu ada lagi pembagian ibadah dalam dua bagian :Ibadah Muqayyadah   عِباَدَةٌ مُقَيَّدَةٌ   ; menurut K.H.AM. Sahal Mahfudh disebut ibadah formal linguistik, artinya ibadah yang perintah anjuranya disebutkan dalam nash, begitu pula mengenai teknis pelaksanaanya sudah ada ketentuan dalam nash, sehingga tidak boleh dikarang-karang, ditambah, dikurangi, ataupun diubah, misalnya : thaharah, shalat fardlu, shalat sunnah, shalat jum'at, shalat jenazah, puasa wajib, puasa sunnah, haji, umrah, qurban, aqiqah, dan sebagainya.Ibadah Muthlaqah عِباَدَةٌ مُطْلَقَةٌ  ; ibadah yang perintah / anjuranya disebutkan dalam nash tetapi teknis pelaksanaanya tidak ditentukan. misalnya : dzikir, membaca al qur'an, membaca shalawat, do'a, dan sebagainya. Ibadah Muthlaqah inilah yang bisa diterapkan menurut kondisi setempat. Syekh Yusuf Al Qardlawi dalam kitabnya " Al Ibadah Fil Islam " menjelaskan bahwa apapun yang dilakukan oleh manusia dapat bernilai ibadah dan berpahala manakalah memenuhi persyaratan yang beliau rangkum dalam 2 pertanyaan : 1.  كَيْفَ تَعْبُدُ  : "Bagaimanakah anda beribadah ?" pertanyaan ini mengisyaratkan bahwa :perbuatan itu harus ada perintahnya, anjuranya, atau minimal dibenarkan dalam syariat islamcar pelaksanaanya tidak boleh menyimpang dari ketentuan syariat islamibadah makhdlah standarnya : tidak boleh dilakukan kecuali yang diperintahkan / dianjurkan ; ibadah ghoiru makhdlah standarnya : segala sesuatu boleh dilakukan kecuali yang diharamkan.perbuatan apapun yang diperintahkan, dianjurkan, atau dibenarkan dalam islam harus dilakukan dengan sungguh-sungguh, dan berkualitas.2.  لِماَذاَ تَعْبُدُ  : " Untuk apakah anda beribada ? " pertanyaan ini mengisyaratkan perlunya keikhlasan dalam berbuat sesuatu yang bernilai ibadah, tidak boleh ada tendensi lain yang terselubung.KORELASI ANTARA SURAT AL BAQARAH : 30 DAN SURAT ADZ-DZARIYAT : 56Surat Al Baqarah : 30 tergolong ayat yang mutasyabihat sedangkan Surat Adz-Dzariyat : 56 tergolong ayat yang Muhkamat. Surat Al Baqarah : 30 mengungkapkan tugas manusia sebagai khalifah sedangkan Surat Adz-Dzariyat : 56 mengungkapkan tugas manusia sebagai hamba Allah.Sebagai khalifah tugasnya : menegakkan hukum-hukum Allah dimuka bumimengatur dan mengelolah segenap isi bumi demi kemaslahatan hidup manusia itu sendiriSedangkan sebagai hamba Allah tugasnya beribadah kepada Allah     4. sebagai khalifah diperlukan pendalaman syariat islam dan penguasaan IPTEK; tentu saja kedua hal ini hukumnya " Fardlu Kifayah [...]



TUGAS HIDUP MANUSIA QS: AL BAQARAH 30 -31 DAN QS: ADZ-DZARIYAT 56

Sat, 03 Dec 2011 07:42:00 +0000

QS: AL BAQARAH 30 -31وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَٰٓئِكَةِ إِنِّى جَاعِلٌۭ فِى ٱلْأَرْضِ خَلِيفَةًۭ ۖ قَالُوٓا۟ أَتَجْعَلُ فِيهَا مَن يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ ٱلدِّمَآءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۖ قَالَ إِنِّىٓ أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ (30) وَعَلَّمَ ءَادَمَ ٱلْأَسْمَآءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى ٱلْمَلَٰٓئِكَةِ فَقَالَ أَنۢبِـُٔونِى بِأَسْمَآءِ هَٰٓؤُلَآءِ إِن كُنتُمْ صَٰدِقِينَ (31)30. ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat: "Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, Padahal Kami Senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."31. dan Dia mengajarkan kepada Adam Nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada Para Malaikat lalu berfirman: "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar!"KOSA KATA QS AL BAQARAH : 30Menciptakan / menjadikan : جَاعِلٌۭPenerima mandat penuh dari allah untuk menegakan hukum-huumNya: خَلِيفَةًۭ Engkau menciptakan : تَجْعَلُ Menumpahkan : يَسْفِكُ Kami memahasucikan (membersihkan dari segala sifat yang tidak layak) : نُسَبِّحُKami memahasucikan (mengakui sifat-sifat kemahasempurnaan yang semestinya) : نُقَدِّسُMaha mengetahui : أَعْلَمُapa-apa yang tidak kamu ketahui : لَا تَعْلَمُونَPenjelasan Surat Al Baqarah ayat 30Jika sembarangan dalam menafsirkan ayat, maka Surat Al Baqarah :30 tafsirannya seperti dibawah ini ;Ketika hendak menciptakan manusia untuk diberi mandat penuh sebagai khalifah dibumi, Allah SWT terlebih dahulu ingin mendengarkan pendapat para malaikat.Makna yang demikian ini amat sangat mustahil bagi allah SWT Allah SWT memberitahukan kepada para malaikat tentang rencana tersebut, lalu ditentang dan diprotes oleh para malaikat. Makna yang demikian ini juga sangat mustahil bagi Allah dan mustahil pula bagi para malaikat.  Mengenai tafsir Surat Al Baqarah : 30 di kalangan para ahli tafsir ada 2 pendapat :(1) Pendapat para Mufassir Salaf ( Pakar Tafsir Klasik / Kuno )Lebih selamat kalu ayat tersebut kita anggap tidak ada yang lebih tahu maksudnya kecuali Allah SWT. Tetapi kita tetap yakin bahwa Allah tidak memberikan informasinya kepada kita kecuali untuk semata-mata kita ambil sebagai landasan dalam bersikap dan bertindak. Hanya saja kita tidak tahu maksud sebenarnya yang tersirat dalam ayat 30 tersebut, sekalipun dengan menggunakan bahasa yang sebenarnya tidak sulit untuk dipahami.Berbeda dengan ayat sesudahnya QS Al Baqarah : 31 yang dapat kita pahami bahwa manusia oleh Allah telah diberi keistimewaan tertentu dengan dibekali berbagai macam ilmu, agar ia mampu mengelolah dunia beserta dengan isinya yang memang dipersiapkan untuk kepentingan manusia itu sendiri. Akan tetapi gambaran dalam ayat 30 tentang perdebatan atau tanya jawab antara Allah dan para Malaikat sama sekali tidak kita ketahui maksudnya. Kecuali kalu kita korelasikan dengan ayat 31, maka [...]