Subscribe: Komedikus Erektus !
http://komedian.blogspot.com/feeds/posts/default
Added By: Feedage Forager Feedage Grade B rated
Language: Indonesian
Tags:
dalam  dari  dengan  gus dur  gus  indonesia  ini  itu  juga  kita  menjadi  oleh  saya  sebagai  tidak  untuk  yang 
Rate this Feed
Rating: 3 starRating: 3 starRating: 3 starRate this feedRate this feed
Rate this feed 1 starRate this feed 2 starRate this feed 3 starRate this feed 4 starRate this feed 5 star

Comments (1)

Feed Details and Statistics Feed Statistics
Preview: Komedikus Erektus !

Komedikus Erektus ! : The Blog



Blog Bambang Haryanto Untuk Ikut Memajukan Dunia Komedi Indonesia



Updated: 2017-10-30T12:08:33.664-07:00

 



Teka-teki rambut keriting,Gus Dur dan Hari Humor Nasional

2012-12-30T15:22:00.516-08:00

Oleh : Bambang HaryantoEmail : humorliner (at) yahoo.com Jangan porno dulu. "Rambut wanita mana yang paling lebat,paling hitam dan paling keriting ?"Itu pertanyaan Gus Dur kepada saya. Momen itu terjadi di toko buku Gramedia Blok M, Jakarta, 25 Oktober 1986. Saya gelagepan dan tak bisa menjawabnya. Apa jawab Gus Dur sendiri ?Tunggu dulu.Mari kita segarkan ingatan kita tentang dirinya. Bahwa hari ini, 30 Desember 2012, adalah tepat 3 tahun wafatnya beliau. Banyak kenangan ditulis tentang Gus Dur. Antara lain seorang wartawan senior majalah Tempo, Syubah Asa, pernah menulis kenangannya :”Di masa-masa itu, ketika TEMPO masih berkantor di Proyek Senen, Jakarta Pusat, sekitar akhir 1970-an sampai 1980-an, Gus Dur kerap datang untuk menulis kolomnya. Produktif sekali. Kalau tidak salah, yang satu belum dimuat, sudah datang yang lain.Andaipun terpaksa ada (tulisan –BH) kolom yang harus kembali, saya kira dia juga tidak peduli. Repot-repot amat. Tapi, saya lupa menge­nai itu. Yang jelas, produktivitas Gus Dur membuat Goenawan Mohamad, Pe­mimpin Redaksi ketika itu, menyarankan kepada saya agar mengurus satu meja khusus plus mesin ketik untuk dia.Gus Dur orangnya segar. Datang dengan gaya seperti selalu siap untuk ngobrol, pakai sandal, tidak pernah sepatu, pakai hem lengan pendek, tidak pernah pakai peci, apalagi dasi. Selalu punya lelucon yang membuat orang tergelak-gelak. Setelah ger-geran sedikit, baru ia menuju mejanya dan mulai mengetik.”Kisah kedekatan Gus Dur dengan perpustakaan antara lain petikannya : "Hanya, kalau mau mencari kelemahan Gus Dur, kelemahan itu ada pada hal-hal kecil. Bisa termasuk data teknis, meskipun ia orang yang akrab dengan perpustakaan. Percakapan saya dengan dia itu sendiri berlangsung di perpustakaan — dan perpustakaan TEMPO, kan, cukup bagus.Gus Dur ke perpustakaan mencari ide, menimba, atau mengecek pikiran atau gagasan. Tokoh seperti dia kan suka ide-ide segar, termasuk yang bagi banyak orang terasa menyentak. Misalnya, yang terakhir, kata-katanya di perayaan Cap Go Meh bahwa sekarang inilah saat kita mengembangkan perbedaan. “Makin berbeda kita, makin jelas di mana titik-titik persatuan kita.” Kedekatan beliau dengan perpustakaan mungkin itu yang membuat para pendukungnya, Gusdurian, mendirikan Pojok Gus Dur di kantor pusat PBNU, Jakarta. Sebuah perpustakaan mini dan ruang diskusi. Saya pernah main-main kesana (foto di atas). Laporannya ada disini.Hari humor nasional. Sejak dua tahun lalu, untuk mengenang dan mengabadikan sosok Gus Dur sebagai humoris, saya memromosikan agar tanggal 30 Desember didaulat sebagai Hari Humor Nasional. Pada tahun 2001, pada tanggal yang sama, adalah saat seorang humoris, pelawak intelektual, Dono (Wahyu Sardono) Warkop meninggal dunia. Wacana tentang hal tersebut dapat Anda simak dalam tulisan pengamat humor, Darminto M Sudarmo. Detilnya silakan Anda klik di sini.Usul-usil saya itu ikut pula menghias isi buku saya, Komedikus Erektus : Dagelan Republik Semangkin Kacau Balau (Imania, 2012). Buku ini dan edisi sebelumnya,Komedikus Erektus : Dagelan Republik Kacau Balau (Imania, 2010),  telah dikoleksi oleh Library of Congress di Amerika Serikat.  Terakhir, silakan kunjungi tautan ini : http://tinyurl.com/7lkq673.  Di dalamnya tersaji jawaban Gus Dur sendiri tentang teka-teki yang beliau lontarkan kepada saya 26 tahun yang lalu itu.Selamat terbahak.Semoga arwah beliau kini senantiasa sejahtera di sisiNya.Wonogiri, 30 Desember 2012 [...]



Kuis Humor Pilkada DKI 2012

2012-07-15T16:45:34.358-07:00

Oleh : Bambang Haryanto
Email : humorliner (at) yahoo.com
 


(image) Tanya  : "Mengapa Raja Hati, King of Hearts,satu-satunya yang tidak punya kumis ?" (James Branch Cabell).

Jawab : (Dipas-pasin sama Pilkada DKI 2012) : 
"Karena yang punya kumis tidak punya hati."


Wonogiri, 16/7/2012





Jokowi, Foke dan Politikus Dalam Metal dan Blues

2012-08-10T15:21:07.067-07:00

Oleh : Bambang HaryantoEmail : humorliner (at) yahoo.com Jokowi dalam jargon metal dan blues. Seperti apa kira-kira ? Menurut panduan Heavy Metal Band Name Generator, pemenang putaran pertama Pilkada DKI ini bila namanya diubah jadi nama band heavy metal, nama Walikota Solo itu menjadi : Foresaken Thorn. Keren ga ?Sementara mitranya, Basuki Purnama, punya nama : Insane Gods.Sementara bila keduanya menjadi penyanyi blues, Joko 'Jokowi' Widodo cocok punya nama Boney Fingers Baley dan wakilnya Basuki Tjahaja Purnama sebagai Buddy Baby Bradley. Pasangan nama yang secara auditif sangat serasi dan sangat ngeblues.Bagaimana dengan pesaing dekat mereka ?Fauzi BowoMetal : Rabid FuryBlues : Hollerin'Lemon McGeeNachrowi Ramli Metal : Frantic SpawnBlues : Peg Leg Money Jefferson  Bagaimana pula untuk nama-nama tokoh perpustakaan ini ? Benjamin FranklinPembuat "perpustakaan umum" pertamaMetal : Insane WarriorsBlues : Buddy Liver BrownMelvil Louis DeweyMetal : Dark ZombiesBlues : Jailhouse Liver DupreeS.R. Ranganathan  Metal : Guilty SpawnBlues : Blind Dog JeffersonJ. Edgar HooverMetal : Foresaken DeathBlues : Boney Eyes RiversJessamyn "Library 2.0" WestMetal : Foresaken ThornBlues : Boney Liver WashingtonJorge Luis BorgesMetal : Foresaken FuryBlues : Boney Liver McGeeMurtini Pendit (dosen saya di UI)Metal : Dark GodsBlues : Jailhouse Badboy BradleySulistyo Basuki (dosen saya di UI yang profesor)Metal : Guilty FuryBlues : Blind Liver McGeeBakhuri Jamaluddin (teman kuliah saya di UI)Metal : Insane HenchmenBlues : Buddy Killer WashingtonP0LITIKUS :SBY :Metal : Guilty FireBlues : Blind Money BlueAburizal Bakrie :Metal : Rancid FuryBlues : Fat Dog McGeeSri Mulyani Indrawati :Metal : Guilty AnarchyBlues : Blind Gumb MaloneAnas Urbaningrum :Metal : Rancid HateBlues : Fat Chicken WhiteAndi Alfian Malarangeng :Metal : Rancid TendenciesBlues : Fat Bones LeeEddie Baskoro Yudhoyono :Metal : Holy FireBlues : Texas Money BlueTaufik Kiemas :Metal : Witch's KillBlues : Jailhouse Baby SmithPrabowo Subiyanto :Metal : Evil TempleBlues : Sleepy Badboy DavisHatta Rajasa :Metal : Satan's SpawnBlues : Jailhouse Hips JeffersonKARTUNIS : GÕm TobingMetal : Bloody RealmBlues : Ugly Harp FranklinDarminto M SudarmoMetal : Iron TempleBlues : 0ld Gumbo DavisMartono LoekitoMetal : Dark VengeanceBlues : Jailhouse Harp ParkerSementara nama metal untuk diri saya sendiri : Insane Death.Dan nama blues saya, lumayan keren : Brown Buddy Rivers :-).Wonogiri, 13 Juli 2012Foto di atas : musisi blues Blind Lemon Jefferson.[...]



Gerakan 10 Juta Kumis Menduduki Jakarta !

2012-09-05T02:33:04.326-07:00

Oleh : Bambang HaryantoEmail : humorliner (at) yahoo.comKumis radikalis. Gubernur DKI Jakarta inkumben Fauzi "Foke" Bowo dalam upaya memenangkan Pilgub 2012, didesas-desuskan menempuh langkah radikal.Ia dikabarkan segera menggandeng The American Mustache Institute (AMI), gerakan kemasyarakatan di AS yang mempromosikan sisi-sisi positif kumis bagi segala aspek kehidupan.Gerakan ini tanggal 1 April 2012 yang lalu (foto) telah melaksanakan Gerakan Sejuta Kumis Menuju Washington. Antara lain mereka mendeklarasikan temuan hasil riset bahwa pria Amerika yang berkumis menghasilkan uang 4,3 persen lebih banyak dibanding mereka yang tampil klimis. Maka insentif pemerintah untuk menggalakan pertumbuhan kumis bagi setiap warganya berarti juga mendorong pertumbuhan ekonomi bangsa.Foke tertarik untuk segera menjadikan misi AMI itu menjadi tema kampanyenya. "Saya berkumis, sementara Hidayat Nurwahid, Jokowi, Faisal Basri, semuanya tidak berkumis. Anda tahu hal itu, sekaligus membuktikan tesis AMI itu mengapa saya calon gubernur yang paling kaya," kata Foke.Tim suksesnya dikabarkan segera menggalang gerakan Sepuluh Juta Kumis Menduduki Jakarta. Anda tertarik untuk bergabung ?Tautan penting dan menarik : The Mustache Project.Wonogiri, 5/4/2012[...]



Jokowi, Gebrakan Jenius Foke dan Pilgub DKI 2012

2012-04-02T01:25:34.979-07:00

Oleh : Bambang Haryanto
Email : humorliner (at) yahoo.com


Kampanye sengit.Terbakar oleh aksi gebrakan pasangan Jokowi-Ahok yang mulai berkampanye dengan menjual baju motif kotak-kotak yang laris-manis, pasangan calon Gubernur DKI 2012 yang diusung Partai Demokrat,Fauzi "Foke" Bowo-Nachrowi, tidak kalah gertak.

Terinspirasi gerakan Million Mustache March di Washington hari Minggu (1/4/2012) lalu, kubu Fauzi Bowo akan segera menjual jutaan kumis-kumis palsu !


Wonogiri,2/4/2012



Lady Gaga dan Tragedi Dalam Sepotong Roti

2012-04-04T21:09:11.847-07:00

Oleh : Bambang Haryanto
Email : humorliner (at) yahoo.com


Dalam konsernya di Indonesia pada bulan Juni 2012 mendatang
Lady Gaga berencana bikin sensasi.

Lady Gaga akan kembali mengenakan pakaian show yang terbuat dari daging.

Tetapi rencana itu ia gagalkan.

Karena daging di Indonesia
semuanya daging gelonggongan.

Sepotong roti merupakan solusi terbaik ketika kelaparan di tengah malam.

Sialnya, baru ditinggal sebentar untuk bikin kopi, ratusan semut-semut laknat sudah mengerubunginya.

Syukurlah, solusi win-win segera ditemukan.
Matikan saja lampu.
Masalah kelaparan saya terselesaikan.

Semut-semut itu kemudian berwisata
untuk mengenal enzim dan lika-liku usus saya.
Itu biar menjadi masalah mereka.


Wonogiri,12/3/2012



Hantu Mabuk Sabu Mengamuk Di Hari Minggu

2012-01-23T22:39:42.107-08:00

Oleh : Bambang HaryantoEmail : humorliner (at) yahoo.comTanggal 22 diusulkan sebagai Hari Pejalan Kaki.Yang mengusulkan arsitek dan ahli tata kota Marco Kusumawijaya, terkait terjadinya kecelakaan maut di Jl. Ridwan Rais di Gambir, Jakarta.Lokasi tepatnya di depan kantor Kementerian Perdagangan dan Ekonomi Kreatif. Pada hari Minggu pagi yang cerah pukul 11.00, tanggal 22 Januari 2012.Sebagai hobiis jalan kaki, usulan Mas Marco itu ikut saya dukung.Tanggal itu dapat dijadikan sebagai pengingat.Bukan hanya tentang pentingnya perlindungan atas hak-hak demokratis para pejalan kaki dan pengendara sepeda di ruang publik (baca bukunya Ivan Illich, Energy & Equity,1973), tetapi juga untuk membangun kesadaran betapa jalan raya (kita masih) merupakan tempat yang berbahaya.Kematian sia-sia di jalanan. Kesadaran ini bukan sikap paranoid, melainkan pilihan yang rasional. Data dari WHO tahun 2000 menyebutkan seluruh dunia tercatat 1,26 juta jiwa melayang akibat kecelakaan di jalan raya. Di Indonesia tercatat 16,2 kecelakaan tiap 100.000 penduduk dan 210,4 kecelakaan tiap 100.000 kepemilikan kendaraan bermotor.Angka itu di AS 12,3 dan 15 ; Malaysia,24,1 dan 36,5 ; Thailand, 19,6 dan 118,8 dan Singapura, 4,8 dan 30,4. Data selengkapnya bisa Anda klik disini.Data PBB menunjukkan, bahwa lebih dari 90 persen kecelakaan lalu lintas marak terjadi di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Indonesia jelas termasuk di dalamnya.Kecelakaan maut yang dipicu oleh kecerobohan seorang Afriani Susanti di Minggu siang 22 Januari 2012 itu, memang menghebohkan. Unsur bizarre dan horor sebagai produk berita, terpenuhi. Tetapi kita sering melupakan atau merendahkan pesan dibalik berita-berita atau kabar kecelakaan yang tidak se-spektakuler tragedi di Jakarta itu.Kita sering mendengar tentang warga kota kita, anak tetangga atau kerabat kita sendiri,yang mengalami kecelakaan, cacat atau tewas di jalan raya, sebagai hal yang terasa biasa-biasa saja. Namun bila angka-angka ini dijumlah, angka itu sangat membuat bulu kuduk mereka yang peka akan berdiri.Jalan raya senyatanya adalah tempat yang berbahaya.Kajian menunjukkan,kecelakaan lalu lintas tersebut akan menjadi penyumbang nomor lima dari semua kematian pada tahun 2030 mendatang.Sehingga di tahun 2005 Sidang Umum PBB menyetujui pencetusan Hari Dunia Untuk Mengenang Para Korban Kecelakaan Jalan Raya, The World Day of Remembrance for Road Traffic Victims. Diperingati pada setiap hari minggu ketiga bulan November. Hari itu juga ditujukan sebagai perwujudan rasa empati kita bagi para keluarga korban.Resapi pesan logonya (foto atas) untuk peringatan hari itu tahun 2010 yang lalu.Pesan yang sungguh menyentuh kalbu mereka yang peka.Kelopak bunga indah ada yang terkoyak.Kepingannya melayang bak cucuran darah.Dan kalimat : "Ingatlah saya."Bukan suratan Tuhan. Memang, sebagian orang akan menilai kecelakaan di jalan raya itu sebagai takdir. Sebagai suratan Tuhan. Tetapi, sebaiknya rasa pasrah itu diimbangi dengan akal sehat.Kecelakaan banyak terjadi karena kesalahan manusia. Kajian tahun 1983 menunjukkan angka sebesar 93 persen. Kesalahan itu, bila kita mau, akan mampu diminimalisir. Tak ayal, merujuk tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang misalnya dipicu oleh mabuk akibat minuman keras,kaum ibu di AS misalnya, telah membentuk organisasi MADD (Mother Against Drunk Driver). Mereka ambil prakarsa untuk berusaha melindungi keluarganya menjadi pelaku atau korban sia-sia akibat kecelakaan di jalan raya.Kita juga mampu melakukan hal mulia yang sama.Moga-moga energi kita saat ini tidak dihabiskan untuk mem-bully, menghamburkan sumpah serapah dan melontarkan hujatan kepada pelaku kecelakaan maut di Jakarta itu. Apalagi itu dilontarkan semata sebagai wujud sikap denial, ingkar apalagi arogan, bahwa diri kita merasa tidak mungkin akan mengalami hal serupa, baik sebagai pelaku atau pun kurban.Seyogyanya sudah saatnya kita juga mulai merintis berbu[...]



Legasi Gus Dur dan Hari Humor Nasional 2011

2011-12-29T20:25:20.932-08:00

Oleh : Bambang HaryantoEmail : humorliner (at) yahoo.comIslam Warna-Warni. “Religion and Democracy : Face-to-Face “ merupakan topik diskusi di dunia maya yang menarik. Saya temui dan tersaji di situs islamonline.net, 7 Maret 2005. Sayang, sumber informasi ini sudah terhapus. Saat itu nara sumbernya adalah Caspar Melville, Direktur Eksternal situs openDemocracy.net, yang kini sebagai editor majalah The New Humanist.Salah satu peserta diskusi adalah “doaa” yang mengaku sebagai mahasiswa teknik asal Mesir. Ia meminta penjelasan bagaimana kaum muslim dapat menjelaskan kepada dunia bahwa Islam memiliki budaya demokrasi. Caspar Melville yang mengaku sebagai sekuler dan tidak tahu banyak tentang Islam, memahami rasa frustrasi yang dialami dunia Islam pasca 11 September 2001, yang mendapatkan tekanan untuk menjelaskan bahwa Islam bukan identik sebagai agama kekerasan. Ia berterus terang bahwa untuk membahas topik menarik tersebut dirinya belajar dari artikel yang ditulis Fareena Alam, editor Q News, majalah muslim terpandang dari Inggris. Fareena Alam, kelahiran London 1978, keturunan Bangladesh dan besar di Singapura itu, telah dikutip oleh Caspar Melville bahwa dalam Islam dikenal budaya demokrasi yang ia sebutkan sebagai tradisi “moderasi, tidak berlebih-lebihan dan keinginan untuk mencari jalan tengah.”Caspar Melville juga merujuk perbincangannya dengan jurnalis dan tokoh muslim Inggris lainnya, Fuad Nahdi, pendiri Q News yang kelahiran Mombasa, Kenya, yang telah malang melintang di dunia pers seperti International Islamic News Agency, Associate Press, Los Angeles Times, Guardian dan BBC. Dari keduanya Caspar Melville memperoleh pemahaman betapa sangat kayanya dan beragamnya sejarah pemikiran Islam yang menampung segala macam gagasan. Termasuk sekularisme, nihilisme, hedonisme, juga sejarah sistem pemerintahan Islam yang mampu secara tegas memisahkan antara negara dan agama.Secara khusus, Caspar Melville menyatakan bahwa dirinya selalu menemukan kejutan ketika berbincang dengan tokoh-tokoh yang relijius, yang menurutnya selalu lebih jenaka, lebih terbuka pikirannya, dan jauh dari pola pikir kaku yang semula ia duga. Pendek kata, usulnya kepada sang penanya, berdiskusilah dengan tokoh-tokoh tersebut.Warisan Gus Dur. Usulan Caspar Melville yang simpatik. Bagi saya, tokoh Indonesia yang muncul di benak saya terkait perbincangan seputar topik Islam, demokrasi dan kejenakaan, tidak lain adalah Gus Dur. Gambaran sosok-sosok relijius sekaligus humoris selain Gus Dur, tentu saja juga mudah tertuju kepada Amin Rais, Gus Mus, Said Agil Siradj, Cak Nun, Ulil Abshar Abdalla, Zuhairi Misrawi, dan beberapa tokoh lainnya.Hari ini, 30 Desember 2011, adalah tepat dua tahun wafatnya Gus Dur. Pada tanggal yang sama adalah tepat 10 tahun meninggalnya pelawak Wahyu Sardono alias Dono Warkop. Semoga kini keduanya senantiasa dikaruniai hidayah di sisiNya.Sebagaimana tercetus tahun lalu, tanggal 30 Desember telah saya usulkan sebagai Hari Humor Nasional.Dengan harapan, di momen tersebut makna luhur humor bagi kemanusiaan dapat kita kemukakan. Kita renungkan.Kita rayakan. Juga kita reguki kedahsyatannya.Semoga kita semakin yakin betapa humor pantas sekali sebagai harta jiwa yang senantiasa kita perjuangkan sebagai bekal bangsa Indonesia dalam mengarungi peradaban.Wonogiri, 30/12/2011[...]



Shazia Mirza, Komedian Islam dan Pesta Natal

2011-12-06T20:17:03.988-08:00

Oleh : Bambang HaryantoEmail : humorliner (at) yahoo.comShazia Mirza.Anda pernah mendengar namanya ?Dalam buku Komedikus Erektus : Dagelan Republik Kacau Balau (Imania, 2010), sosoknya saya ceritakan ketika membahas mengenai warisan penting almarhum Gus Dur bagi dunia komedi Indonesia. Sekadar Anda tahu, wafatnya Gus Dur dan Dono, sama-sama 30 Desember, saya usulkan sejak tahun lalu sebagai Hari Humor Nasional.Shazia Mirza adalah pelawak Inggris yang tidak lajim. Ia perempuan, lulusan biokimia Universitas Manchester dan keturunan Pakistan. Menceritakan isi kelasnya, ia bercerita bahwa mahasiswa muslim pria lebih banyak yang lebih pintar menguasai ilmu kimia dibanding dirinya. “Pantas saja, mereka tekun belajar karena ingin mampu membuat bom,” cetusnya.Shazia Mirza itu kini datang ke Indonesia. Sahabat saya, pencinta komedi beraliran garis keras asal Jakarta yang ditunjukkan dengan kepemilikan ratusan buku-buku koleksinya (“semua buku bertopik humor, komedi sampai kartun yang dijual di Amazon.com sepertinya telah pindah ke lemari dia”), Danny, beberapa hari yang lalu memberitahukan kedatangan Shazia Mirza itu.Bagi saya, kedatangannya itu seperti keajaiban. Ketika tanggal 20/10 sd 17/11/2011 saat saya memperoleh fasilitas dan kemewahan langka di Hilton Humor di Kramat Jaya Baru, saya sudah mengincar buku yang membahas dirinya. Sekadar info, Hilton Humor itu adalah rumahnya Danny tadi, yang tidak berpenghuni, selain terisi dua almari yang berisi koleksi buku-buku di atas tadi. Hampir sebulan saya mendapat bea siswa dari Danny untuk mengeram di sana, bersama buku-buku tadi.Buku incaran saya itu berjudul Beyond a Joke : The Limits of Humour (2009). Buku susunan Sharon Lokyer, dosen sosiologi dan komunikasi Universitas Brunel (Inggris) dan Michael Pickering, professor media dan analisis kebudayaan, Universitas Laoghborough (Inggris), bersampulkan wajah Shazia Mirza. Tidak berjilbab. Shazia Mirza akan tampil bersama Ward Anderson (AS), Kamis, 8 Desember 2011, atas undangan The American Club Jakarta, Hotel Mandarin, Jakarta. Lebih menarik lagi, acara pemanggungan dua komedian tunggal itu bertajuk Jakarta Comedy Club Christmas Party. Dalam wawancara di buku tersebut (hal.119-120) tersaji dialog menarik :MP (Michael Pickering) : Apakah Anda masih mengenakan jilbab ketika tampil ?SM (Shazia Mirza) : Tidak. Ketika tampil pertama kali saya tidak mengenakan jilbab, lalu mengenakan, dan sekarang tidak dan saya berpikir tidak akan mengenakannya lagi.SL (Sharon Lockyer) : Mengapa ?MP : Apakah itu kesadaran untuk melepaskan dari masa lalu ?SM : Sebab saya tidak ingin dilihat sebagai komedian muslim, saya tidak ingin dilihat dari pandangan satu dimensi dan semua hal bisa saya bicarakan dan hal itu pula eksistensi dari hidup saya. Juga tidaklah sangat luwes ketika orang-orang menjadi berpandangan sempit, ketika mereka melihat Anda berpakaian seperti itu dan mereka lalu berpendapat, “Oh, dia tidak boleh ini, tidak boleh itu, sehingga mereka berpendapat tentang Anda dalam tafsir yang tunggal.Ketika saya berpikir seperti itu, ini gambaran hanya satu dimensi, dan saya bukanlah pribadi yang hanya satu dimensi.Humor seksi di Tanah Suci. Itulah sepotong profil Shazia Mirza. Ia lebih lanjut mengaku, “Saya merasa lebih jujur sekarang ini. Ketika saya di awal menginjakkan kaki di dunia komedi adalah menfokuskan bagaimana agar orang-orang menjadi tertawa dan ketika Anda mampu mengerjakannya, Anda akan tertantang untuk melakukan hal lain yang lebih menantang, seperti berbagi cerita-cerita yang lebih menarik.”Barangkali yang ia sebut menarik itu antara lain tersaji di halaman lain (hal.11) yang menceritakan Shazia Mirza ketika mengunjungi Tanah Suci :“Tahun lalu, saya pergi ke Mekkah untuk membersihkan dosa-dosa saya, di mana saat itu saya berada di sekeliling Ka’bah. Semua perempuan mengenakan pakaian hitam-hit[...]



Pojok Gus Dur, Warisan Guru Bangsa dan Komedikus Erektus

2011-10-28T22:53:13.433-07:00

Oleh : Bambang HaryantoEmail : humorliner (at) yahoo.com“If today there are people calling Islam bad names, we will teach them that Islam is peaceful.”“Islam janganlah dihayati sebagai ideologi alternatif. Ia harus dilihat sebagai hanya salah satu elemen ideologis yang melengkapi bangunan keindonesiaan yang telah terbentuk.”“Demokrasi harus berlandaskan kedaulatan hukum dan persamaan setiap warga negara tanpa membedakan latar belakang ras, suku, agama dan asal muasal, di muka undang-undang.”“Demokrasi itu bukan hanya tak haram, tapi wajib dalam Islam. Menegakkan demokrasi itu salah satu prinsip Islam, yaitu syuro.”Demikian isi beberapa banner yang menyambut Anda bila hendak memasuki ruang Pojok Gus Dur, di gedung PB NU di kawasan Kramat Jakarta. Semua itu meruapan kutipan ucapan Gus Dur sebagai negarawan, budayawan, tokoh Islam, tokoh demokrasi, dan juga tokoh perdamaian dunia.Ruang guru bangsa. Hari Jumat (28/10/2011) sesudah sholat Jumat di Masjid Arif Rahman Hakim Kampus UI Salemba (“kunjungan terakhir di tahun 1998, saat hendak menyerahkan biaya transport bagi Dr. Sri Mulyani Indrawati untuk berbicara dalam seminar ekonomi 14/8/1998 di Solo”), saya bisa melongoki ruang Pojok Gus Dur (PGD) tersebut. Kalau dalam tradisi kepresidenan di Amerika Serikat, Pojok Gus Dur mungkin seperti Presidential Library, yaitu warisan perpustakaan dari presiden yang pernah menjabat. Tetapi seorang Gus Dur, bangsa Indonesia dan dunia tidak hanya mengenangnya sebagai seorang mantan presiden. Beliau adalah juga guru bangsa. Dari daftar buku tamu, tidak sedikit pengunjung yang berlatar belakang organisasi atau perorangan yang bukan umat muslim. Pojok Gus Dur ini masih dalam pengembangan. Belum ada brosur. Bahkan koleksi buku yang ada juga belum ditata layaknya koleksi perpustakaan. Tersedia akses Internet. Juga beberapa kali pernah diselenggarakan diskusi. Ketika saya memberikan kartu nama, malah Mas Mustiko Dwipoyono dan Yudi Yono sebagai relawan pengelola PGD, sempat mencetuskan niat untuk mengundang saya sebagai pembicara bertopik humor.Sebuah kehormatan, kata saya. Hanya beberapa menit saya berada di PGD, karena harus meluncur ke Ratu Plaza, saya minta pamit. Saya harus mengunjungi lagi tempat ini. Untuk melihat secara detil koleksi buku yang ada di ruangan peninggalan mantan presiden yang humoris itu. Dan bukan sebuah kebetulan karena warisan pemikirannya ikut pula menjadi isi buku humor politik saya, Komedikus Erektus : Dagelan Republik Kacau Balau (2010) dan juga Komedikus Erektus 2 : Dagelan Republik Semangkin Kacau Balau (Segera terbit, 2011).Kramat Jaya Baru,Jakarta, 29/10/2011[...]



SBY : Heboh Reshuffle, Masokhis, Mak Plekethis !

2011-10-17T21:21:04.212-07:00

Oleh : Bambang Haryanto
Email : humorliner (at) yahoo.com


Cliff hanging.
Menggantung di tepian jurang.
Kata-kata itu justru mungkin malah mengingatkan Anda akan judul filmnya Sylvester Stallone ?

Dalam dunia kepenulisan, istilah itu merupakan teknik untuk mengakhiri cerita yang mengundang penasaran para pembaca terkait nasib selanjutnya dari pelaku utama cerita.

Teknik ini sekarang dipakai SBY menjelang hari pengumuman reshuffle kabinetnya. Hari demi hari masyarakat dibuat penasaran atas pelbagai pemunculan dirinya, aktivitas orang-orang yang datang dan pergi dari rumah Cikeasnya, juga berita-berita yang teruar dari sana.

Menyikapi suasana itu, penyair dan esais terkenal Goenawan Mohamad telah menuliskan uneg-uneg di akun Twitternya :

Laporan cuaca Indonesia: Politik menyebalkan. Musik, teater, film, puisi, mencerahkan

Selamat pagi, wahai orang2 yg bahagia! Selamat pagi kpd mereka yg tak peduli soal reshuffle!

Nampak pada diri SBY mencuat sikap masokhis, suatu kelainan psikologis bagi mereka yang gemar melakukan penyiksaaan. Tentu saja kali ini terhadap benak warga Indonesia dengan melakukan pemanggungan isu reshuffle yang diulur-ulur dan dipoles sana-sini agar lebih panjang jalannya cerita. Ia sebagai selebritas, tentu hari-hari ini ia sangat menikmati dirinya sebagai pusat perhatian.

Jangan berharap banyak.

Orang Jawa punya istilah betapa harapan yang melambung dari wacana-wacana yang selama ini ia lontarkan, tetapi realitasnya jauh dari kenyataan.
Istilah itu adalah : Mak plekethis.


Wonogiri, 18/10/2011



Komodo, Komedikus dan SBY

2011-08-27T20:05:19.186-07:00

Oleh : Bambang Haryanto
Email : humorliner (at) yahoo.com


Pemerintah RI menarik Komodo dari daftar nominasi Kontes 7 Keajaiban Alam Baru Dunia. Digantikan Nazaruddin. Atau Marzuki Alie.

Tak mau kalah, Partai Demokrat juga menyelenggarakan layanan mudik massal Lebaran. Warga yang ikut boleh memilih : Singapura atau Kolombia.

Substansi surat SBY kepada Nazaruddin membuatnya segera dinominasikan untuk memenangkan Hadiah Nobel 2012. Kategori Fiksi-ka.

Organisasi pengantar surat sedunia melayangkan protes keras kepada SBY. Karena korespondensinya dengan Nazaruddin tidak memakai perangko.

Sikap murah hati SBY membalas surat Nazaruddin membuatnya dibanjiri jutaan surat dari seantero dunia. Sebanyak 99,999999 % dari Nigeria.

Korespondensi mesra SBY-Nazaruddin sebenarnya akan berlanjut di Facebook dan Twitter.Sayang, BB Nazaruddin di Mako Brimob keburu disita KPK.

Ketua KPK Busyro Muqoddas bilang bahwa Nazaruddin diindikasikan terlibat 31 kasus korupsi. Anda masih ingat makna angka ‘kutukan’ 31 ini ?

Nomor kode jet Gulfstream yang ditumpangi Nazaruddin N913PD. Buku saya Komedikus Erektus-2 akan membongkar misteri angka-2 tadi untuk Anda.

Apa yang terjadi bila Nazaruddin satu sel dengan Gayus Tambunan ? Bakal terdengar mirip obrolan ahli-ahli astronomi.Milyar, milyar, milyar.

Nazaruddin tetap bungkam diperiksa KPK. Mungkin akan kooperatif bila dijanjikan setiap buka mulut akan dihadiahi surat SBY untuknya.

Ketenaran Nazaruddin konon mengilhami Surya Paloh untuk mengubah nama ormas yang kemudian juga menjadi nama partai. Dari Nasdem ke Nazdem.


Sumber foto : http://www.hefamily.org/3287/horeee-nazaruddin-akhirnya-tertangkap-di-kolombia



Komedian Tunggal, Kelucuan, Kejujuran

2011-08-23T21:55:38.556-07:00



Oleh : Bambang Haryanto
Email : humorliner (at) yahoo.com


Komedian (pemula) lebih sering menfokuskan diri untuk tampil meraih kelucuan daripada menampilkan kejujuran. Pilihan ini bisa dimaklumi.

Tetapi pilihan ini sebuah jebakan maut. Dirinya tergoda berkonsentrasi melulu pada materi yang dia nilai AKAN membuat audiens tertawa.

Rumus Srimulat “aneh itu lucu,” mendominasi mindsetnya. Materi-materi biru jadi andalan : seks, lubang-lubang tubuh manusia, luarannya.

Audiens mungkin terbahak, tetapi sosok komedian semacam itu dan materinya teramat mudah dilupakan. Karena ia tidak menampilkan jati dirinya.

Karena dirinya tidak menampilkan kejujuran. Mungkin mereka tidak tahu betapa kejujuran merupakan formula andalan untuk meraih kelucuan.

Kelucuan berlandaskan kejujuran ini bukan hasil lelewa, dibuat-buat, sok aneh, tetapi cerminan dari kata hati si komedian itu sendiri.

Apakah yang membuat Anda marah ? Merasa cemas ? Dan merasa takut ? Itulah tiga formula wajib suguhan komedi dalam pentas Anda.

Anda di pentas ibarat mengotopsi diri Anda sendiri, memajang jeroan berisi duka lara,ketakutan, kemarahan, kekurangan diri, kepada dunia.

Berkarier dalam komedi ibarat Anda bersekutu dengan setan dalam meraih kekayaan. Jiwa Anda harus Anda gadaikan secara total pada mereka.

Berkarier komedi juga ibarat sebagai pendonor darah tetap. Anda terus-menerus dituntut memberikan zat-zat hidup diri Anda kepada orang lain.

“Komedi bicara kebenaran. Anda tak perlu meraciknya, karena semua materi itu sudah ada di dalam diri Anda sendiri,” tegas Shazia Mirza.

“Komedian tampil terbaik bila bicara penderitaan, sengsara, dan kesepian,” kata Shazia Mirza lagi, komedian wanita Inggris asal Pakistan.

Dengan menampilkan hal-hal yang paling pribadi dari diri Anda itu, Anda akan mampu menggetarkan dawai-dawai hati nurani audiens Anda.

Anda sebagai komedian kemudian menjadi pencerah karena mampu memberikan sisi-sisi kemanusiaan kepada diri sendiri dan juga kepada manusia.

Menjadi komedian jangan karena mode atau lambaian uang. Menjadi komedian harus dipandu panggilan keharusan dari jiwa Anda. Begitukah Anda ?

Wonogiri, 24/8/2011



Hummer, Penis Kecil dan Polusi Demokrasi

2011-07-22T20:18:27.362-07:00

Oleh : Bambang HaryantoEmail : humorliner (at) yahoo.comMobil Hummer yang macho itu terparkir di Wonogiri. Jumat siang (22/7/2011). Nomor polisinya menunjukkan mobil Jakarta. Saya amati ban yang kekar, juga membelai-belai bodinya dengan rasa takjub. Syukurlah, pemiliknya tak ada di tempat. Sempat muncul impuls untuk mengambil kamera dari tas, lalu jepret sana-sini. Termasuk menjepret diri sendiri di depan mobil garang itu, lalu misalnya untuk kemudian diunggah ke Facebook. Desakan nafsu kecil itu, tidak saya hiraukan. Sudahlah.Tidak perlu. Walau saya menyukai tontonan balapan F-1 sebagai fans Ferrari, pernah bersekolah di STM jurusan mesin, tetapi saya tidak begitu bernafsu untuk dikenal atau dikenang (?), sebagai maniak mobil. Apalagi kemudian sempat pula terlintas guyonan komedian top AS, Andy Borowitz, yang menyatakan bahwa kepemilikan mobil Hummer itu merupakan aksi kompensasi diri dari sang empunya. Dalam kolom humornya 25/2/2010 ia menulis : “Keputusan General Motors kemarin untuk menghentikan produksi mobil Hummer telah mengunjam hati sekelompok pencinta fanatik mobil ini : kaum brengsek (aslinya ia tulis sebagai : assholes) Amerika.Di seluruh negara, kaum brengsek itu menyatakan rasa kehilangan dan dukanya yang mendalam akibat keputusan itu. Mereka pun menyarankan para sesamanya agar mencari cara-cara baru untuk mengkompensasikan kepemilikan penis mereka yang kecil-kecil.Terima kasih, Andy. Humor Anda ini mengingatkan ucapan nyelekit dari Gus Dur bahwa anggota DPR itu seperti murid taman kanak-kanak. Suka ribut, getol mementingkan dirinya sendiri, dan tentu saja pantas (ini menurut saya dan tertulis di buku Komedikus Erektus) mereka memiliki penis yang kecil-kecil juga. Penuh warna. Bisa memergoki mobil Hummer itu lumayan memperkaya rona hari Jumat saya ini. Pagi hari, berangkat jam 04.50, bisa melakukan ritus jalan kaki pagi. Bertemu dan berbagi ucapan selamat pagi, ritus rutin, dengan trio ladies menawan dari Toko Bangunan Metro Jaya. Dua di antaranya nampak sambil jalan tangannya memegang dan mengayun-ayunkan dumble untuk memperkuat otot-otot tangan mereka. Apakah mereka akan ikut lomba pancho seperti Sylvester Stallone ? Saya tidak tahu. Pulangnya, mampir pasar. Bertanya tentang harga ayam babon yang siap bertelur, sekitar 40 ribuan. Kemudian menuju kios yang pemiliknya saya beri nama kode “mbak cantik selatan.” Beberapa saat lalu saya melihat matanya berkilau-kilau, persis seperti kata-kata Sunyahni dalam lagu “Tak Eling-Eling” : “Ing naliko iku, candik ayu sumunar netramu.” Kepadanya, saya berikan foto dirinya, yang saya jepret tahun 2009. Tawanya yang renyah berderai mengisi pagi.Sesudah mandi, menuju Perpustakaan Umum Wonogiri. Membaca-baca Kompas dan tiga koran lainnya. Akses Internet untuk menemukan gambar teknografi profil pemakai media sosial dari Forester Research dan memajangnya di catatan saya di Facebook. Dapat SMS, mantan teman kuliah saya di UI, Bakhuri Jamaluddin. Warga Pamulang, Tangerang Selatan ini lagi berada di Sragen. Lagi nyadran. Ia mengajak ketemuan di Solo, Sabtu malam, untuk menonton Wayang Orang Sriwedari.Aduh, seingat saya, saya nonton wayang orang ini yang terakhir kali adalah pada abad yang lalu. Tepatnya tahun 1974. Atau tahun 1975. Saat itu malam inaugurasi IKIP Surakarta. Mahasiswi baru yang menjadi buah bibir saat itu adalah, antara lain Rosana, Anik dan Ratih. Dua nama terakhir itu mahasiswi Pendidikan Sosial, satu angkatan dengan Ravik Karsidi yang kini menjabat sebagai rektor UNS Sebelas Maret.Saat itu saya mengajak tetangga saya di Tamtaman, Baluwarti, Solo. Orang Australia, yang suka melukis, guru bahasa Inggris, dan punya matanya biru kehijauan.Victory Monk. Undangan Bakhuri itu bikin nostalgia tahun 19[...]



Rahasia Google, Nasehat Arden dan Nostalgia Jogja

2011-07-14T20:25:16.228-07:00

Oleh : Bambang HaryantoEmail : humorliner (at) yahoo.comGadis cantik di seberang itu memakai jaket biru. Bertuliskan, “Economics UGM.” Ia berkali-kali menghindari adu pandang. Ia lebih tersedot perhatiannya kepada telepon genggamnya. Hampir sepanjang perjalanan Solo-Yogya. Di sebelahku, anak muda laki. Berkali-kali mencek telepon genggam dari tasnya. Sebelahnya lagi, seorang bapak muda. Sejak naik, headset nampak terus menempel di telinganya. Di seberang jauh, ada yang membaca koran. Sisa penumpang di gerbong kereta api Prameks yang saya tumpangi pagi itu (12/7/2011), tenggelam dalam lamunan masing-masing.Saya terbenam sendirian dalam pengembaraan yang dipandu John Battelle. Ia adalah editor pendiri majalah gaya hidup digital, Wired, yang di Indonesia pada tahun 2001 dijual seharga 125 ribu rupiah. Sementara majalah lain yang juga saya sukai, Harvard Business Review dijual sampai 250 ribu rupiah. John Battelle itu telah menulis seluk-beluk sejarah dan pengaruh keberadaan mesin pencari Google. Judul asli bukunya itu, The Search: How Google and Its Rivals Rewrote the Rules of Business and Transformed Our Culture (2005). SBY, staf dan kroninya yang bertugas dalam politik pencitraannya, seyogyanya membaca buku ini. Siapa tahu, mereka akan menjadi maklum mengapa di bulan Februari 2011 lalu ketika seseorang mengetikkan lema “kebaikan sby” langsung disambut Google dengan pertanyaan balik yang sangat menohok : “Mungkin maksud Anda adalah keburukan SBY?”Pustakawan ("nama Dewey juga muncul di buku ini"), bahkan juga Anda yang ingin tahu posisi diri di tengah perubahan kosmos ilmu pengetahuan dan budaya masa kini, sebaiknya juga membaca. Ini bukan buku tentang teknologi, atau sejarah bisnis perusahaan. Tetapi sebuah ulasan dalm dan menggairahkan tentang antropologi budaya suatu pencarian dan menganalisis mesin pencarian tersebut dalam perannya sebagai database of our intentions, pangkalan data penuh arti, karena di dalamnya terhimpun rasa ingin tahu kemanusiaan, eksplorasi dan gairah-gairah yang terekspresikan.Google mencatat dan mendokumentasikan secara terinci lalu lalang pikiran umat manusia dalam lebih dari 150.000 lebih pangkalan data. Ia tahu persis, misalnya berapa juta kata “seks” atau “pornografi” yang diketik oleh orang Indonesia atau bangsa lainnya dalam kurun waktu tertentu. Lalu muncul pikiran usil, kalau misalnya “x” itu kini menjadi minat sesuatu bangsa, bagaimana kalau kita jualan produk-produk yang terkait “x” kepada bangsa bersangkutan ? Kalau dalam sesuatu jajak pendapat seseorang tokoh dikabarkan populer dalam pangkalan data Google, tetapi bagaimana kalau yang dibocorkan ke media justru tokoh lainnya ? Google tahu kedahsyatan dirinya. Maka mereka pun pagi-pagi sudah memasang slogan Don’t be evil. Janganlah menjadi jahat.The Dirty Thousands. Dalam perjalanan di atas Prameks itu saya baru membaca sampai halaman 41. Buku saya masukkan ke dalam tas punggung, dan gantian saya kembali membaca kartu berisi butir-butir topik terkait dengan misi perjalanan ke Yogya ini. Yaitu ingin ikut audisi Stand-Up Comedy Indonesia yang diadakan oleh KompasTV. Di Liquid Café, Jl. Magelang.Saya tiba di stasiun Tugu, jam 8 pagi. Kereta api (walau sudah tak menggunakan api) ini ketika di tahun 70-an bernama Kuda Putih, telah memicu saya membuat cerita pendek. Judulnya, “Cintaku Antara Balapan dan Tugu.” Kalau tidak salah tahunnya, yaitu 1978, dimuat di majalah Gadis. Itu cerpen kedua saya dan yang terakhir di majalah yang salah satu redaksinya, mBak Threes Emir, merupakan kakak kelas di Jurusan Ilmu Perpustakaan FSUI. Keluar dari Stasiun Tugu, jalan kearah timur, langsung menatap bangunan yang dulu di tahun 1970-an di[...]



Jago Bertaji Celurit dan Leher Komedian Solo Kita

2011-07-13T20:44:03.964-07:00

Oleh : Bambang HaryantoEmail : humorliner (at) yahoo.comMalaikat pencabut nyawa bekerja keras di Filipina. Statistik menunjukkan 32 juta nyawa tercabut setiap tahunnya di negeri Mabuhay itu. Jangan merasa seram dulu. Itu nyawa ayam-ayam yang mati, tetapi bukan karena disembelih. Mereka tewas menjadi korban cabikan taji lawannya. Taji itu berupa anak pisau, seperti clurit mini, yang teramat tajam. Jutaan ayam jantan itu kemudian satu per satu meregang nyawa dalam persabungan tingkat nasional yang disiarkan secara langsung oleh 6 saluran televisi yang menggelorakan.Adu ayam merupakan olahraga nasional di Filipina. Saya baru tahu hal itu ketika pagi (13/7/2011) ini, sekitar jam 4-an, memergoki acara “Don’t Tell My Mother” di saluran National Geographic Channel. Acara menarik yang di-host-i oleh Diego Bunuel itu lagi menceritakan pernak-pernik negerinya Corazon Aquino. Segmen sebelumnya bercerita tentang ribuan orang yang tinggal di kuburan Manila. Tinggal di atas kuburan orang tuanya, sedari tidur, masak, dan beranak-pinak. Kemudian ada adegan yang meliput suasana perjudian yang dilegalkan, yang diselelenggarakan oleh keluarga yang justru sedang berkabung. Sebagian uang judi itu diserahkan kepada keluarga yang sedang dirundung duka, untuk membiayai upacara penguburan yang nampaknya mahal.Di kampung saya, Kajen, Giripurwo, Wonogiri, hal serupa pernah terjadi. Setiap ada acara keluarga, seperti upacara kelahiran bayi, khitanan, pernikahan sampai kematian, selalu ada kegiatan lek-lekan, begadang, tidak tidur semalaman. Aktivitas para tetangga yang hadir adalah dengan berjudi, memakai kartu Cina. Ada kartu yang bernama “babi,” “bedor,” “ratu,” “glinding” dan sebagainya.Hingga muncul guyonan, “bagaimana kalau nanti malam kita membanting babi ?” Itulah ajakan untuk berjudi. Setiap pemenang dalam satu putaran akan menyisihkan sejumlah uang, disebut cuk, yang akan diberikan sebagai semacam upeti sukarela kepada tuan rumah sebagai host acara tersebut. Di kampung saya, kebetulan di sebelah timur rumah saya, ada seorang ibu yang kampiun dalam arena perjudian itu. Namanya masih melegenda : Ibu Sastro Sitan. Sepertinya beliau adalah sosok the last mohican, yang di masa tuanya kebiasaan ritus berjudi itu semakin surut pendukungnya. Karena kehidupan ekonomi warga yang semakin membaik, membuat permintaan asupan uang dari kegiatan berjudi itu menjadi sirna pula secara pelahan.Digembleng dua tahun. Kembali ke Manila, ke masalah persabungan ayam. Arena perjudian legal sabung ayam yang mampu memutar uang milyaran peso itu, kemudian menumbuhkan profesi unik : pusat penggemblengan untuk para jago itu. Diego Bunuel mengunjungi lahan maha luas tempat jago-jago pilihan itu dipelihara sejak kecil, diberi asupan makanan pilihan, juga dilatih secara spartan. Sekadar contoh : ayam itu ditempatkan di dalam kandang vertikal yang sempit. Di bagian atas kandang dipasang planggrangan, tempat ia istirahat. Sekitar 1,5-2 meter dari tanah. Dari tanah, ayam jago itu harus melompat bila ingin istirahat. Kekuatan otot-otot kakinya dilatih, juga ketepatannya dalam melompat.Sebagai rangsangan agar ayam-ayam jago jagoan itu gigih berlatih dipasang ayam betina. “Seperti suasana dalam gym ya, di mana banyak lelaki terdorong pamer dan giat berlatih ketika ada seseorang perempuan yang melihatnya,” seloroh Diego Bunuel jenaka. Agar mampu fokus dalam persabungan, di pusat pelatihan ayam-ayam gladiator itu hingga selama dua tahun juga diputar kaset bunyi-bunyian yang riuh dan gaduh. Bunyinya hampir mirip suasana riuh dan bising dari arena persabungan yang sebenarnya.Gagal audisi. Cerita tentang suasana “pelatnas” bagi ayam-ayam jago M[...]



Warisan "iPad" Nazaruddin dan Nunun Nurbaeti

2011-12-29T18:25:00.890-08:00

Oleh : Bambang Haryanto
Email : humorliner (at) yahoo.com



Nazaruddin dikabarkan sudah kabur dari Singapura.
Nunun Nurbaeti, sudah duluan pergi.

Saya dapat warisan dua "iPad" mereka.
Saya tak suka, dan akan saya jual lewat Kaskus.
Saya siap untuk ditangkap polisi, karena manual dua "iPad" itu tertulis dalam bahasa Jawa...

Salam humor.



Hehehe, Wkwkwk dan Komedi Kita

2011-06-05T22:13:59.600-07:00

Oleh : Bambang HaryantoEmail : humorliner (at) yahoo.com“Manusia Indonesia gemar bercanda, itu jelas. Begitu gemar sehingga satu celetukan menjadi amat disukai : ‘Kok serius amat sih’. Canda kita sehari-hari cuman sentilan, olokan dan ejekan lepas-lepas. Dan supaya tawanya sering, banyak olokan cuma dibuat-buat saja, tanpa ditopang akal pikir atau renungan.Biar saja kalau tak ada sangkut-pautnya dengan pokok pembicaraan. Pokoknya semua ketawa. Tiap olokan kita tidak pernah bisa berkembang. Setelah 2-3 kalimat rusak, habis sudah ceritanya. Makanya orang suka berdangkal-dangkal saja.Tetapi begitu orang Indonesia diminta koran dan majalah mengirim lelucon pendek yang cuma beberapa kalimat pendek saja, ketahuanlah kelemahan kita. Nyaris semua joke itu hambar, tidak lucu sama sekali, malah anti lucu. Maunya penulis, misalnya kita ini ketawa sebab dia menulis ‘he-he-he’ atau ‘Grrr.’ Jadi menulis lelucon pendek saja kita tidak mampu. Ya, tidak ada yang bisa dihimpun menjadi buku bernilai serius.Itulah penggalan dari pengantar yang ditulis almarhum Prof. Dr. Sudjoko dari ITB untuk bukunya almarhum Arwah Setiawan, yang berjudul Humor Zaman Edan (Jakarta : Grasindo, 1997). Buku ini saya temui di Perpustakaan Umum Wonogiri.Dengan menuliskan “hehehe” atau “wkwkwk” dan sejenisnya, mungkin sang penulis berharap pembacanya kemudian akan ikut juga tertawa. Apakah Anda akan ikut tertawa ? Sindrom berjualan trik “hehehe” seperti itu baru saja saya temui dalam bukunya Andrias Harefa, Seni Memengaruhi Orang Dengan Tawa Huahahaha (Gramedia, 2010). Di buku ini, yang sempat membuat saya heran, kok ya untuk sosok penulis laris sekaliber beliau masih saja ada lelucon tentang upil, kencing dan juga kentut (“Go Science With Kentut,” hal. 306-311). Komedian manca negara menjuluki topik seperti ini dengan sebutan hack. Itu mirip dengan bunyi orang membuang dahak. Buku lain yang juga gencar menjual “hehehe” adalah Pak Beye dan Politiknya (Kompas, 2010). Buku setebal 432 halaman karya wartawan Kompas, Wisnu Nugroho, semula berasal dari blognya di Kompasiana. Beberapa hari yang lalu, saat melongoki blognya tersaji data menarik tentang subjek tulisan dan jumlahnya. Tersaji data : Buku (1), Humor (1), Sosbud (15), Umum (122) dan Politik (347). Bagi saya data ini aneh. Ketika memasuki kampanye Pilpres 2004 sosok Pak Beye digambarkan memiliki selera tinggi terhadap buku, ternyata dalam catatan Wisnu Nugroho topik buku hanya satu tulisan saja. Demikian pula, topik “humor” hanya satu tulisan juga. Bagi saya, hal satu ini tidak begitu aneh. Karena Pak SBY bukan sosok yang mencitrakan suka humor. Kalau dia terpaksa berhumor, akan diterima lain oleh warga republiknya. Ingat dia ketika berhumor tentang gajinya yang tak pernah naik ? Huru-hara menyelimuti negeri ini.Humor dalam blog ini Cuma semata bercerita tentang kemiripan sosok Pak SBY dengan bapaknya Nobita, tokoh kartun dalam film Dora Emon. Di blognya itu Wisnu Nugroho menulis (aslinya memang tidak menggunakan huruf kapital, mungkin agar seperti puisinya e.e. cummins-BH) sebagai berikut : “berikut saya kutipkan paparan dari wikipedia tentang tokoh yang mewarnai masa remaja saya dari layar kaca. rcti menyumbang masa-masa indah remaja saya. heheheh. terimakasih karenanya.saya posting dua foto dan kisah ini karena sebelumnya dibuat tertawa geli seorang teman yang dulu juga wartawan di istana tentang kemiripan pak beye dengan tokoh yang mewarnai masa remaja saya. saya coba lihat-lihat dan membandingkannya, ternyata mirip juga. hehehe.”Silakan menikmati lanjutannya dalam tautan ini, semoga Anda bisa ikut t[...]



Marzuki Alie, Korupsi Legasi dan Patung Denmark

2011-04-06T18:29:43.963-07:00

Oleh : Bambang Haryanto
Email : humorliner (at) yahoo.com


Korupsi mode baru.

Nampaknya itu yang mendasari kengototan Ketua DPR Marzuki Alie untuk meneruskan pembangunan gedung MPR/DPR baru walau ditentang sebagian besar rakyat.

Korupsi legasi.

Ia nampaknya ambisius ingin tercatat dalam sejarah, misalnya terungkap dalam ujaran : "Gedung baru ini dibangun ketika dipimpin oleh Si Polan."

Fenomena kengototannya ini mudah mengingatkan pesan tiga patung yang berada di Gedung Parlemen Denmark.

Patung orang yang sakit perut,orang yang pusing-pusing kepalanya dan orang yang budeg telinganya.

Pemandu pariwisata akan menjelaskan : "Patung itu memberi pesan. Kalau Anda memasuki dunia politik, Anda akan mengidap semua penyakit itu secara sekaligus ketiga-tiganya !."

Wonogiri, 7/4/2011

Catatan : Lelucon dari majalah Reader's Digest (1966) ini termuat dalam tulisan saya "Humor Amerika, Rusia, Cina dan Indonesia" di majalah Semangat (Yogyakarta),No. 10,Juni 1978 : 18-20, dipajang kembali dalam buku saya Komedikus Erektus : Dagelan Republik Kacau Balau (Etera Imania, 2010) hal.189-198.



Misteri UFO, Crop Circle dan Presiden Kita

2011-01-30T20:26:45.542-08:00

Oleh : Bambang Haryanto
Email : humorliner (at) yahoo.com


(image) "You've been observing our earth.
And we'd like to make a contact with you.
We are your friends."

Demikian potongan lirik lagu "Calling Occupants Of Interplanetary Craft" (1977) dari duo softrock favorit saya, Carpenters, yang top di era 70-80an.

Pesan lagu itu nampak membayangkan makhluk angkasa luar,alien, sebagai sosok yang bisa diajak bersahabat dengan makhluk bumi.

Lagu itu pertama kali dipopulerkan oleh kelompok Klaatu,band beraliran progressive rock dan space rock asal Kanada, dimana salah satu pengarang lagu tersebut, John Woloschuk, memiliki cerita yang menarik. Katanya :

"Ide lagu itu dipicu oleh kejadian nyata yang dikisahkan dalam bukunya Jay David, The Flying Saucer Reader (1967).

Kabarnya, di bulan Maret 1953 sebuah organisasi dengan sebutan 'International Flying Saucer Bureau' (Biro Internasional Piring Terbang) mengirimkan buletin kepada seluruh anggotanya untuk ikut berperanserta dalam aksi eksperimental yang bertajuk 'World Contact Day.'

Di mana pada tanggal dan jam yang ditentukan, mereka berusaha secara bersama-sama mengirimkan pesan telepatis kepada makhluk-makhluk angkasa luar. Pesan itu diawali dengan kalimat : 'Calling occupants of interplanetary craft !'"

Makhluk ganas. Lain Carpenters, lain pula Stephen Hawking. Maha fisikawan asal Inggris ini justru berpendapat bahwa mendorong upaya untuk melakukan kontak dengan makhluk angkasa luar atau UFO merupakan gagasan yang jelek. Karena, menurutnya, alien itu berperangai ganas dan suka menjajah.

Bahkan ia menggambarkan, kedatangan UFO itu nantinya hanya menunjukkan betapa tempat tinggal makhluk luar angkasa itu sudah kehabisan sumber daya. Sehingga kedatangan mereka ke bumi semata untuk menguras sumber daya bumi kita, dengan melakukan penjajahan.

"Apabila mereka mengunjungi kita, hasilnya akan seperti ketika Columbus mendarat di Amerika yang ujung-ujungnya membuahkan penderitaan bagi bangsa asli Amerika," demikian tegas Stephen Hawking.

Bagaimana tentang alien yang didesas-desuskan sudah mendarat di Sleman, Bantul dan bahkan Magelang dengan fenomena crop circle yang eksotis dan lumayan menggemparkan itu ?

[Semoga ceritanya masih bisa berlanjut].

ke



Glory, Glory, Glory, Nurdin Almighty !

2010-12-31T01:35:17.344-08:00

Oleh : Bambang Haryanto
Email : humorliner (at) yahoo.com


(image) Lupakan Aburizal Bakrie.
Lupakan saja Barack Obama.
Bahkan lupakan pula Dalai Lama.

Karena rakyat Indonesia secara tidak resmi telah menentukan kandidat terkuat untuk menduduki kursi RI-1 dalam suksesi kekuasaan tahun 2014. Bahkan dirinya berpotensi menjadi tokoh spiritual dunia. Mesiah Abad Ke-21 !

"Game is over," begitu bunyi spanduk besar yang terpasang di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, semalam.

"Nama Nurdin Halid, Ketua Umum PSSI, setelah final leg kedua Piala AFF 2010 langsung merasuki jantung hati seluruh bangsa Indonesia. Ibarat jatuhnya wahyu, bangsa besar ini rupanya telah bersepakat menentukan pemimpinnya jauh sebelum Pilpres 2014 tiba !"

Itu tadi laporan terbaru (29/12/2010) dari situs World's Power Game, yang berpangkalan di lokasi rahasia perbatasan Afghanistan dan Pakistan. Efek berantai pun menyusul.

Majalah berita internasional TIME bergegas menerbitkan edisi khusus berupa ralat.Tebalnya seribu halaman. Isinya melulu permintaan maaf, baik dari jajaran redaksi sampai pengecer majalah bersangkutan dari seluruh dunia.

Richard Stengelhorne, redaktur utama majalah bergengsi itu, dalam pengantarnya memutuskan menganulir Mark Zuckerberg, pendiri situs jejaring sosial Facebook, sebagai Person of The Year 2010.

"Setelah melihat hasil akhir Piala AFF 2010, kami mengaku telah berbuat kesalahan fatal. Seharusnya bukan Mark Zuckerberg, melainkan Nurdin Halid yang kami pilih sebagai Tokoh Tahun 2010 kami."

Langkah mengaku salah serupa juga diikuti majalah The Financial Times. "Kami keliru memilih Steve Jobs sebagai tokoh pilihan 2010. Mohon maaf pembaca yang budiman, ternyata prestasi Steve Jobs yang merevolusi dunia dengan produk inovatif seperti iPad bukan apa-apa dibandingkan dengan sikap ketulusan hati, keagungan dan kharisma dari tokoh yang pada saat-saat terakhir baru kami ketahui. Nurdin Halid dari Indonesia."

Sontak trending topics di Twitter dikuasai oleh #gloryglorynurdin,#dalailamasalutenurdin, #nurdinbeatzuckerberg, #nurdinbeatjobs, #obamaenvynurdin, #bankimoonlaudnurdin, #putinirinurdin, #nabibarunurdin,#seppblatersupportnurdin, #optimusprimelovesnurdin, #megatronsupportnurdin, #spidermanenvynurdin, #nurdinmtopdeadwefindanother, bahkan sampai #tomcruiseadmirenurdin dan #manoharalovesnurdin.

Servernya bahkan sempat crash beberapa jam akibat antusias ratusan juta pengguna Twitter yang terkena tsunami "demam Nurdin" yang dipicu para tweeps asal Indonesia.


[Moga-moga bisa saya lanjutkan nanti, di Tahun Baru 2011. Selamat Tahun Baru untuk sobat humoris Indonesia !].



Humor Indonesia, Sasaran Wikileaks Berikutnya !

2010-12-16T18:16:21.328-08:00

Oleh : Bambang HaryantoEmail : humorliner (at) yahoo.comAktivis Wikileaks punya target baru. Menyerang humor Indonesia. Perang global maya kini arenanya berpindah ke negara kita !"Pendukung fanatik Wikileaks yang sebelumnya menyerang situs-situs seperti Paypal, MasterCard sampai toko (buku) maya Amazon, kini bersatu padu menyerang Indonesia. Menyerang humor Indonesia. Dunia pun terguncang !," begitu kata laporan utama koran Perancis Le Memble, 13 Desember 2010. Rencana awalnya, situs Wikileaks berambisi membocorkan rahasia para komedian Indonesia. Terutama para mantan pelawak kita yang terjun menjadi politisi Indonesia. Tetapi teknik sadapan canggih mereka dua tahun lalu itu ternyata buntu. Walau sudah menanam chip di kepala tiap-tiap komedian Indonesia, ternyata sampai sekarang tidak memberikan sinyal apa-apa ke komputer pangkalan data mereka.Kegagalan ini membuat aktivis Wikileaks menjadi meradang, gusar dan frustrasi. Mereka lalu pindah haluan, berganti berusaha melumpuhkan sekalian situs-situs yang terkait dunia humor Indonesia. "Kami tidak takut. Kami akan serang balik mereka !" Demikian balas Darmainto M Steijvendarmo, salah satu tokoh humor Indonesia. Ia keturunan blasteran Kendal-Eindhoven dan baru saja menjalani naturalisasi untuk memperkuat pilar baru dunia humor Indonesia. Utamanya dalam upaya meng-gol-kan gagasan dan deklarasi 30 Desember (2010) sebagai Hari Humor Nasional. Menurutnya, memang ia mengakui bahwa pelaku dunia komedi Indonesia kini belum menjadi kekuatan signifikan sebagai bagian mekanisme checks and balances eksekusi demokrasi di Indonesia, tapi ia menduga serangan itu bertendensi menggagalkan ambisi humoris Indonesia untuk mendaulat negerinya sebagai pusat humor dunia.Aksi perlawanannya tidak sendirian. Aktivis lainnya, Jago Gonzales Suprania, ikut merapatkan barisan.Dukungan pun deras mengalir. Terdapat seorang menteri dalam kabinet SBY yang antusias menyatakan dukungan total bagi perjuangan aktivis humor Indonesia. Ia memiliki senjata andalan : akun Twitternya."Kalau perlu, saya sanggup melayangkan tweets setiap lima menit sekali, agar ratusan ribu pengikut saya akan ikut mendukung Anda. Saya telah mempersiapkan 9 buah telepon Blackberry, 99 iPhone, 999 iPad, untuk bisa menyerang balik mereka. Kalau presiden SBY memajang satu iPad saja bisa sudah bikin heboh dunia, bayangkan apa yang akan terjadi. Senjata akan makan tuan !"Sontak, kembali nama menteri kita itu menjadi trending topic lagi di dunia maya. "Setelah kasus salaman bermasalah dengan Michelle Obama, menteri kabinet SBY yang dinilai paling canggih menggunakan media sosial itu diduga mampu membangkitkan rasa nasionalisme dengan aksi menyerang balik para pendukung Wikileaks," lapor situs gadget terkenal Gizmondo (13/12/2010).Tetapi aksi serangan balik itu dikuatirkan bisa melebar kemana-mana. Konon situs Openleaks sudah masuk agenda. Menyusul situs Indoleaks. Bahkan warga Bali sudah kuatir bila leak mereka juga ikut jadi sasaran. Intinya, jangan remehkan tokoh satu ini.Agar tidak dikira hanya gertak sambal di dunia maya belaka, ribuan follower militan menteri kita itu menyatakan akan hadir menjadi suporter saat timnas Indonesia berlaga melawan timnas Filipina di semifinal Piala AFF, Kamis, 16 Desember 2010. Mereka akan berpantun kolosal bersama, guna mendukung timnas Indonesia.Yang menarik, diperkirakan selain hadirnya suporter khusus ini, stadion Gelora Bung Karno Senayan juga akan dipenuhi oleh ribuan tenaga kerja wanita Indonesia dan tenaga kerja wanita Filipina. [...]



30 Desember 2010 : Hari Humor Indonesia

2011-02-21T20:30:40.020-08:00

Oleh : Bambang HaryantoEmail : humorliner (at) yahoo.com"Narcoleptic."Julukan majalah The Economist untuk Gus Dur. Itu terkait kebiasaan Gus Dur yang nampak tertidur dalam suatu acara, tetapi begitu terbangun dirinya mampu menjawab secara tajam segala hal-ihwal yang ditanyakan para wartawan. Paparan di atas tercakup dalam tulisan obituari majalah tersebut, yang ditulis setahun lalu itu. Tulisan itu membuat saya sadar betapa sangat sedikit yang telah saya ketahui tentang Gus Dur. Kesadaran tersebut meruyak ketika saya memperoleh SMS (9/12/2010) dari Yogyakarta. Dari pengirim yang tidak saya kenal.Nama pengirimnya : Sudaryanto. Mahasiswa S-2 Universitas Negeri Yogyakarta. Rupanya ia menemukan blog saya ini. "Kebetulan saya sedang menulis tesis tentang wacana humor Gus Dur. Kapan-kapan saya silaturahmi dengan panjenengan," tulisnya. Saya terenyak. Rasanya tidak banyak yang saya ketahui dari humor-humor Gus Dur. Saya hanya langsung teringat peristiwa yang terjadi pada tahun 1986. Tidak bosan saya selalu mengulang cerita ini, ketika memergokinya di toko buku Gramedia Blok M, tepatnya tanggal 25 Oktober 1986. Saat itu Gus Dur memberi saya sebuah riddle, teka-teki, cangkriman yang menjurus.Di halaman dalam buku karya Mildred Meiers dan Jack Knapp, 5600 Jokes For All Occasions : Over 550 Subjects to Help You Entertain, Insult, and Amuse Any Audience (1980), buku yang saya beli saat itu, saya tuliskan cangkriman Gus Dur tersebut :"Rambut wanita MANA yang paling lebat, paling hitam dan paling keriting ?" Itu tanya Gus Dur kepada saya. Saya langsung tergelak. Sekaligus wajah saya pasti nampak bodoh, karena saat itu saya memang tidak tahu apa jawaban yang pasti. Syukurlah Gus Dur segera menimpali : "Rambut wanita Papua Nugini."Saya kembali tergelak. Kini lebih keras. Beberapa pasang mata langsung nampak mencereng ke arah saya. Saya tak peduli. Sebelum berpisah, saat itu Gus Dur masih juga memberikan teka-teki dan misteri kepada saya. Melalui ujaran : "Hanya kita-kita saja yang masih waras." Teka-teki ini baru saya ketahui maknanya belasan tahun kemudian. Jawaban dari teka-teki itu, kini menjadi bagian dari isi buku saya yang baru terbit, Komedikus Erektus : Dagelan Republik Kacau Balau (Etera Imania, 2010).Sibuk memoles citra. Isi artikel obituari majalah bisnis Inggris ternama itu juga menampilkan cerita tentang kewarasan beliau sebagai insan. Waras yang ia maksudkan adalah keberanian dan ketulusan untuk menunjukkan, dan bahkan melucukan kekurangan dirinya sendiri. Benar-benar sebuah kualitas keluhuran yang langka ditemui di antara pemimpin-pemimpin kita masa kini. Karena mereka selalu nampak sibuk mempraktekkan strategi kehumasan untuk memoles diri, agar selalu tampil kinclong dan sempurna di muka rakyatnya. Kewarasan Gus Dur itu tegas mencuat dan menginspirasi ketika dirinya dipaksa lengser dari kursi kepresidenan di tahun 2001. Saat ditanya wartawan apakah hal itu akan disesalinya, dengan enteng Gus Dur menjawab : "Sama sekali tidak. Saya lebih menyesal ketika saya kehilangan 27 rekaman Simfoni Kesembilan dari Beethoven." Bahkan begitu lengser Gus Dur segera memberi kabar kepada para wartawan : "Mulai esok, saya akan menceritakan lelucon-lelucon lagi." Presiden RI ke-4 yang oleh Bill Clinton dijuluki sebagai presiden paling lucu di dunia itu meninggal dunia dalam usia 69 tahun.Tanggal 30 Desember 2009.Delapan tahun sebelumnya, 30 Desember 2001, pelawak Dono Warkop, juga meninggalkan kita untuk selama-lamanya. Adakah kesamaan tanggal m[...]



Petisi Darminto, PASKI dan Mutu Komedi Kita

2010-12-07T19:26:15.437-08:00

Oleh : Bambang HaryantoEmail : humorliner (at) yahoo.com PASKI.Persatuan Seniman Komedi Indonesia.Ketua Umum : Indro Warkop.Sekretaris Jenderal : Miing Bagito. "Jujur saja, selama periode kepengurusan mereka, saya belum melihat atau mendengar ada sesuatu yang penting dicatat, sebutlah tonggak atau jejak yang penting bagi peningkatan kualitatif SDM pelawak kita." Penilaian di atas itu telah disampaikan oleh Darminto M Sudarmo (foto) dalam catatan di akun Facebooknya (7/12/2010) yang berjudul Menjadi Pelawak, Enak atau Tidak Enakkah?Judul artikel itu mungkin dibuat agar provokatif bagi pembaca, walau senyatanya topik tulisannya menukik ke hal yang lebih fundamental. Karena sarat berisi gugatan dirinya tentang kondisi dunia komedi kita saat ini. Dengan tajam mantan pemimpin redaksi majalah HumOr ini mengungkap meruyaknya pola pikir kalangan pelaku dunia komedi kita yang pada umumnya mencampuradukkan kualitas karya dengan kualitas dalam parameter dagang. "Di dalam parameter dagang, apa yang disebut bagus, bermutu adalah yang DISUKAI atau BISA MEMUASKAN konsumen. Di sinilah paradoks itu terjadi. Silang sengkarut pendapat merebak, salah paham, saling menafikan dan mau menangnya sendiri tak terelakkan lagi," tandasnya. Bahkan ia pun merujuk ucapan Miing misalnya : "Eh, kalau dengan begini lawakan gue udah laku, ngapain sih repot-repot mikirin yang aneh2 dan belum tentu laku."Pesan penting lainnya yang ia gelar adalah wacana mengenai kerasnya pergulatan seniman, seniman apa pun termasuk kreator komedi, dalam proses penciptaan karya-karya yang unggul. Ia merujuk contoh kartunis andal kita, G.M. Sudarta, di mana "di balik tiap karya kartun/karikatur yang bagus, berjejer rak-rak buku tebal yang memaksa si kartunis rajin-rajin menyimak dan menelaahnya." Kreator memang nampak seperti perangai seekor bebek. Ia nampak tenang mengapung di permukaan air, tetapi yang di bawah permukaan terdapat ribuan ayunan gerak dua kaki yang bekerja sangat keras untuk membuat dirinya melaju.250 Ribu Karya Lawakan. Kaki-kaki yang bekerja keras di bawah permukaan itu, bila merujuk para pelaku dunia komedi di negara maju, dapat tercermin dari beberapa pendapat mereka. Misalnya, seorang Jerry Seinfeld punya kredo : "Menulislah sampai jari-jarimu sakit !" Mentor komedi Judy Carter selalu berseru : "Menulislah setiap kali bangun pagi, bahkan sebelum kau pergi ke belakang untuk beol atau mandi." Bahkan sudah menjadi rumus pekerjaan, penulis komedi harus bekerja delapan jam dalam sehari !Pentingnya drill secara spartan yang ditujukan untuk memperkuat muscle memory (myelin) itu, demikian kata Rhenald Kasali, merupakan kunci setiap insan dan juga bangsa dalam meraih keunggulan dan keberhasilan. Dunia pendidikan kita yang terlalu berat sebelah dengan menganakemaskan olah untuk memperkuat brain memory, tak lagi cukup. Tak ayal, di manca negara terdapat sosok seorang komedian bernama Richard Lewis yang harus menyewa safe deposit box di bank. Agar koleksi 250.000 judul lelucon karyanya aman tersimpan di dalamnya ! Bagaimana komedian kita ? Ada dua kelompok komedian terkenal, di mana untuk menulis biografi mereka sendiri saja harus menyewa penulis. Komedian yang tidak menulis itu jelas bakal tidak mampu menghayati apa yang menjadi pergulatan seorang GM Sudarta, kartunis senior Indonesia, seperti diungkap Mas Darminto di atas. Di Indonesia memang begitulah panggungnya. Saya kutipkan lagi (karena memang sering saya kutip) ujaran Dr. Sudjoko (a[...]



Obama Frenzy Melanda Indonesia !

2010-11-11T00:44:57.004-08:00

Oleh : Bambang HaryantoEmail : humorliner (at) yahoo.comKunci sukses berpidato ada tiga. Berlatih, berlatih dan berlatih. Demosthenes (384 -322 SM), jago orator dan negarawan Athena, konon suka berlatih berpidato di dekat air terjun. Atau di pinggir laut, untuk beradu keras dengan suara deburan gelombang.Ia berlatih keras mengasah vokal dengan berusaha mengalahkan suara gemuruh-gemuruh air tersebut. Tak ayal, beribu tahun kemudian seorang maha pakar pemasaran Tom Peters mengatakan bahwa, "bila pidato Plato mampu menginspirasi, maka pidatonya Demosthenes membuat kita tergerak untuk beraksi !"Barack Obama memang bukan Demosthenes. Tetapi menyimak gaya dan isi pidatonya di Balairung Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, 10 November 2010, kita seperti memperoleh setrum yang hebat.Setelah era Soekarno, sepertinya Indonesia belum lagi memiliki politisi dengan pidato yang mampu menggerakkan isi jiwa, serta memberikan inspirasi bahwa kita mampu berbuat sesuatu untuk membuat dunia menjadi lebih baik. Pidato Obama itu bergaung kemana-mana !Mengembuskan badai perubahan dimana-mana pula !Bisnis sampai artis. Pemerintahan SBY seperti memperoleh inspirasi baru dalam pencitraan kinerja mereka. Kedatangan Barack Obama dijadikan momen untuk menarik garis batas, ditandai dengan munculnya jargon SBB versus SSB : Sebelum Barack dan Sesudah Barack. Kita bisa lihat nanti perbedaan itu dalam gaya pidato SBY di era Sesudah Barack ini. Juga gaya berpidatonya tokoh Nasional Demokrat, Surya Paloh, yang seolah memperoleh durasi semaunya di saluran MetroTV.Perusahaan jasa pengangkutan bus yang biasa menyingkat jenis usahanya dari PO, perusahaan otobus, kini berubah menjadi BO. Bisnis otobus.Bank BCA mengumumkan nama barunya : Baracbank Central Asia.Kota Bogor menjadi : Bogorobama !Model bisnis yang hampir mirip dengan franchise yang bisa dikenal sebagai BO, business opportunity, sekarang menjadi : barack opportunity.Danau di Sumatera Barat, Singkarak, berganti nama menjadi : Singbarak.Pembawa acara yang ceriwis di televisi mengubah namanya menjadi : Indy Barackends.Bahan bakar fosil yang masih melimpah di Indonesia, batu bara, sontak kini semakin dihargai di pasar dunia setelah berubah sebutannya menjadi : batu barack.Kantor catatan sipil juga diserbu ratusan ribu warga Tapanuli yang ingin mengubah nama marganya yang lama menjadi Batubarack.Restoran dan pusat hiburan di Jl. Blora, Jakarta Pusat, sepakat mengganti nama jalan tempat mereka berbisnis selama ini menjadi Jl. Blorack Obama. Termasuk nama masakan satenya, menjadi Sate Blorack.Kata-kata yang diungkapkan Obama di UI itu segera menjadi trending topic di Twitter. Yaitu kata "bakso," "sate" dan "enak." Kontan saja para selebritis, politikus dan pedagang segera menyabet momen itu untuk mendongkrak popularitas dirinya. Nama SBY di kalangan asosiasi pedagang sate dan bakso memiliki makna baru : Sate Bakso Yahud. Penyanyi cantik asal Malaysia segera mengeluarkan album dengan nama baru : Sate Nurhaliza. Berduet dengan Sate KD. Mantan ketua umum PAN yang konon sedang merintis berdirinya partai baru, diperkirakan akan meluncurkan nama barunya yang lebih berkarisma : Sutrisno Barachir.Disusul ketua umum Partai Golkar : Aburizal Barackie !Di luar heboh di atas, Barack Obama berkunjung ke Indonesia sebenarnya lebih dari 18 jam dan tidak seperti yang resmi diberitahukan. Sebab beberapa hari sebelumnya dirinya telah tertangkap kamera dengan mengenakan wig[...]