Subscribe: Menata Hati Diatas Sunnah
http://thuluzzaman.blogspot.com/feeds/posts/default?alt=rss
Added By: pendakimimpi Feedage Grade B rated
Language: Indonesian
Tags:
adalah  arab  bahasa arab  bahasa  dalam  dari  dengan  indonesia  ini  itu  malaysia  mereka  orang  tidak  untuk  yang 
Rate this Feed
Rate this feedRate this feedRate this feedRate this feedRate this feed
Rate this feed 1 starRate this feed 2 starRate this feed 3 starRate this feed 4 starRate this feed 5 star

Comments (0)

Feed Details and Statistics Feed Statistics
Preview: Menata Hati Diatas Sunnah

Menata Hati Diatas Sunnah





Last Build Date: Fri, 08 Sep 2017 23:24:08 +0000

 



Keutamaan Bahasa Arab

Mon, 17 Jan 2011 13:42:00 +0000

Tidak perlu diragukan lagi, memang sepantasnya seorang muslim mencintai bahasa Arab dan berusaha menguasainya. Allah telah menjadikan bahasa Arab sebagai bahasa Al-Qur’an karena bahasa Arab adalah bahasa yang terbaik yang pernah ada sebagaimana firman Allah ta’ala:إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ“Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Quran dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya.”Ibnu katsir berkata ketika menafsirkan surat Yusuf ayat 2 di atas: “Yang demikian itu (bahwa Al -Qur’an diturunkan dalam bahasa Arab) karena bahasa Arab adalah bahasa yang paling fasih, jelas, luas, dan maknanya lebih mengena lagi cocok untuk jiwa manusia. Oleh karena itu kitab yang paling mulia (yaitu Al-Qur’an) diturunkan kepada rosul yang paling mulia (yaitu: Rosulullah), dengan bahasa yang termulia (yaitu Bahasa Arab), melalui perantara malaikat yang paling mulia (yaitu malaikat Jibril), ditambah kitab inipun diturunkan pada dataran yang paling mulia diatas muka bumi (yaitu tanah Arab), serta awal turunnya pun pada bulan yang paling mulia (yaitu Romadhan), sehingga Al-Qur an menjadi sempurna dari segala sisi.” (Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir surat Yusuf).Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Berkata: “Sesungguhnya ketika Allah menurunkan kitab-Nya dan menjadikan Rasul-Nya sebagai penyampai risalah (Al-Kitab) dan Al-Hikmah (As-sunnah), serta menjadikan generasi awal agama ini berkomunikasi dengan bahasa Arab, maka tidak ada jalan lain dalam memahami dan mengetahui ajaran Islam kecuali dengan bahasa Arab. Oleh karena itu memahami bahasa Arab merupakan bagian dari agama. Keterbiasaan berkomunikasi dengan bahasa Arab mempermudah kaum muslimin memahami agama Allah dan menegakkan syi’ar-syi’ar agama ini, serta memudahkan dalam mencontoh generasi awal dari kaum Muhajirin dan Anshar dalam keseluruhan perkara mereka.” (Iqtidho Shirotil Mustaqim).Sungguh sangat menyedihkan sekali, apa yang telah menimpa kaum muslimin saat ini, hanya segelintir dari mereka yang mau mempelajari bahasa Arab dengan serius. Hal ini memang sangat wajar karena di zaman modern ini banyak sekali kaum muslimin tenggelam dalam tujuan dunia yang fana, Sehingga mereka enggan dan malas mempelajari bahasa Arab. Karena mereka tahu tidak ada hasil duniawi yang bisa diharapkan jika pandai berbahasa Arab. Berbeda dengan mempelajari bahasa Inggris, kaum muslimin di saat ini begitu semangat sekali belajar bahasa Inggris, karena mereka tahu banyak tujuan dunia yang bisa diperoleh jika pandai bahasa Inggris, sehingga kita dapati mereka rela untuk meluangkan waktu yang lama dan biaya yang banyak untuk bisa menguasai bahasa ini. Sehingga kursus-kursus bahasa Inggris sangat laris dan menjamur dimana-mana walaupun dengan biaya yang tak terkira. Namun bagaimana dengan kursus bahasa Arab…??? seandainya mereka benar-benar yakin terhadap janji Allah ta’ala untuk orang yang menyibukkan diri untuk mencari keridhoanNya, serta yakin akan kenikmatan surga dengan kekekalannya, niscaya mereka akan berusaha keras untuk mempelajari bahasa arab. Karena ia adalah sarana yang efektif untuk memahami agama-Nya.Kenyataan ini tidak menunjukkan larangan mempelajari bahasa Inggris ataupun lainnya. Tapi yang tercela adalah orang yang tidak memberikan porsi yang adil terhadap bahasa arab. Seyogyanya mereka juga bersemangat dan bersungguh-sungguh dalam mempelajari bahasa Arab.Syaikh Utsaimin pernah ditanya: “Bolehkah seorang penuntut ilmu mempelajari bahasa Inggris untuk membantu dakwah ?” Beliau menjawab: “Aku berpendapat, mempelajari bahasa Inggris tidak diragukan lagi merupakan sebuah sarana. Bahasa Inggris menjadi sarana yang baik jika digunakan untuk tujuan yang baik, dan akan menjadi jelek jika digunakan untuk tujuan yang jelek. Namun yang harus dihindari adalah menjadikan bahasa Inggris sebagai pengganti bahasa Arab karena hal itu tidak boleh. Aku mendengar sebagian orang bodoh berbicara den[...]



Bahasa Arab Untuk Anak-Anak

Mon, 17 Jan 2011 13:35:00 +0000

Segala Puji bagi Allah ta’ala yang telah menurunkan Al-Qur’an dalam bahasa arab. Al-Qur’an adalah kitab suci umat Islam. Al-Qur’an adalah mukjizat paling agung yang menunjukkan akan benarnya risalah yang dibawa Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.Bahkan kalangan jin pun sampai kagum dengan keindahan bahasa Al-Qur’an. Allah ta’ala berfirman dalam surat al-Jinn,قُلْ أُوحِيَ إِلَيَّ أَنَّهُ اسْتَمَعَ نَفَرٌ مِنَ الْجِنِّ فَقَالُوا إِنَّا سَمِعْنَا قُرْآنًا عَجَبًا . يَهْدِي إِلَى الرُّشْدِ فَآمَنَّا بِهِ وَلَنْ نُشْرِكَ بِرَبِّنَا أَحَدًا“Katakanlah (hai Muhammad): “Telah diwahyukan kepadamu bahwasanya: telah mendengarkan sekumpulan jin (akan Al Quran), lalu mereka berkata: Sesungguhnya Kami telah mendengarkan Al Quran yang menakjubkan, (yang) memberi petunjuk kapada jalan yang benar, lalu Kami beriman kepadanya. dan Kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan seseorangpun dengan Tuhan Kami.”. (Al-Jin [72]: 1-2)Tak seorang pun yang mampu mendatangkan satu ayat pun yang semisal Al-Qur’an, Allah ta’ala berfirman,قُلْ لَئِنِ اجْتَمَعَتِ الإنْسُ وَالْجِنُّ عَلَى أَنْ يَأْتُوا بِمِثْلِ هَذَا الْقُرْآنِ لا يَأْتُونَ بِمِثْلِهِ وَلَوْ كَانَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ ظَهِيرًا“Katakanlah: “Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Quran ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengannya, Sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain”.” (QS. Al-Israa [17]: 88)Allah ta’ala telah menurunkan Al-Qur’an dalam bahasa arab, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyampaikan wahyu, membimbing para sahabat ridhwanullahi ‘alaihim ajma’in dengan bahasa arab, begitupula generasi terbaik umat ini, mereka juga saling berkomunikasi dengan bahasa arab. Maka tidak mungkin bagi kita untuk bisa memahami dengan baik dua wahyu Allah (Al Qur’an dan As Sunnah), sesuai dengan pemahaman yang benar dari para sahabat dan ulama-ulama yang berpegang teguh dengan tuntunan mereka kecuali dengan mempelajari bahasa arab.Mempelajari bahasa arab adalah perkara yang amat penting. Sungguh sangat menyedihkan bahwa kebanyakan kaum muslimin berpaling dari mempelajari bahasa arab. Kebanyakan kaum muslimin sekarang lebih berbangga apabila bisa berbicara dengan bahasa asing, dengan bahasa inggris, jerman dan seterusnya, bahkan putra-putri mereka pun dididik dengan bahasa asing supaya tidak ketinggalan zaman, dan yang paling menyedihkannya adalah mereka sama sekali tidak berupaya agar putra-putri mereka mempelajari bahasa arab. Laa haula walaa quwwata illa billah…Kalau keadaan kaum muslimin seperti ini, bagaimana akan tercetak generasi Islam yang cinta Allah dan Rasul-Nya? Bisa dibayangkan bila ini berlangsung terus akan menyebabkan mereka terombang ambing dalam gelombang syubhat dan syahwat. Bagaimana mungkin mereka akan mampu membela Islam dengan benar kalau aqidahnya rapuh, kalau mereka sendiri tidak di didik diatas tuntunan islam, di atas tuntunan Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam.Untuk para orang tua:    * Perhatikanlah pendidikan anak-anakmu. Janganlah kau terlantarkan pendidikan mereka, pendidikan yang paling penting bagi mereka adalah pengajaran aqidah yang benar, tanamkan aqidah tersebut pada benak mereka.    * Ajarkan mereka Al-Qur’an sejak dini. Bangkitkan kecintaan mereka terhadap Al-Qur’an.    * Ajarkanlah mereka hadits-hadits dari Rasulullah, biasakan mereka untuk mendengar hadits-hadits tersebut.    * Perkenalkan putra-putri anda bahasa arab. Karena itu merupakan bahasa Al-Qur’an. Ajarkan sejak dini, sejak anak bisa berbicara maka latihlah dia untuk belajar bahasa arab.    * Karena mengajar anak di waktu kecil bagaikan mengukir diatas batu[...]



Pentingnya Bahasa Arab

Sat, 15 Jan 2011 00:22:00 +0000

Imam Asy-Syafi’i mengatakan, Manusia menjadi buta agama, bodoh dan selalu berselisih paham lantaran mereka meninggalkan bahasa Arab, dan lebih mengutamakan konsep Aristoteles. (Siyaru A’lamin Nubala, 10/74.)Itulah ungkapan Imam Syafi’i buat umat, agar kita jangan memarginalkan bahasa kebanggaan umat Islam. Seandainya sang imam menyaksikan sikap umat sekarang ini terhadap bahasa Arab, tentulah keprihatinan beliau akan semakin memuncak.Bahasa Arab berbeda dengan bahasa-bahasa lain yang menjadi alat komunikasi di kalangan umat manusia. Ragam keunggulan bahasa Arab begitu banyak. Idealnya, umat Islam mencurahkan perhatiannya terhadap bahasa ini. Baik dengan mempelajarinya untuk diri mereka sendiri ataupun memfasilitasi dan mengarahkan anak-anak untuk tujuan tersebut.Di masa lampau, bahasa Arab sangat mendapatkan tempat di hati kaum muslimin. Ulama dan bahkan para khalifah tidak melihatnya dengan sebelah mata. Fashahah (kebenaran dalam berbahasa) dan ketajaman lidah dalam berbahasa menjadi salah satu indikasi keberhasilan orang tua dalam mendidik anaknya saat masa kecil.Redupnya perhatian terhadap bahasa Arab nampak ketika penyebaran Islam sudah memasuki negara-negara ‘ajam (non Arab). Antar ras saling berinteraksi dan bersatu di bawah payung Islam. Kesalahan ejaan semakin dominan dalam perbincangan. Apalagi bila dicermati realita umat Islam sekarang pada umumnya, banyak yang menganaktirikan bahasa Arab. Yang cukup memprihatinkan, para orang tua kurang mendorong anak-anaknya agar dapat menekuni bahasa Arab ini.Keistimewaan Bahasa Arab   1. Bahasa Arab adalah bahasa Al Quran. Allah ta’ala berfirman: “Sesungguhnya Kami telah menjadikan Al-Quran dalam bahasa Arab, supaya kalian memahaminya.” (QS. Az Zukhruf: 3)   2. Bahasa Arab adalah bahasa Nabi Muhammad dan bahasa verbal para sahabat. Hadits-hadits Nabi yang sampai kepada kita dengan berbahasa Arab. Demikian juga kitab-kitab fikih, tertulis dengan bahasa ini. Oleh karena itu, penguasaan bahasa Arab menjadi pintu gerbang dalam memahaminya.   3. Susunan kata bahasa Arab tidak banyak. Kebanyakan terdiri atas susunan tiga huruf saja. Ini akan mempermudah pemahaman dan pengucapannya.   4. Indahnya kosakata Arab. Orang yang mencermati ungkapan dan kalimat dalam bahasa Arab, ia akan merasakan sebuah ungkapan yang indah dan gamblang, tersusun dengan kata-kata yang ringkas dan padat.Petunjuk Urgensi Belajar Bahasa Arab1. Teguran Keras Terhadap Kekeliruan Dalam BerbahasaBerbahasa yang baik dan benar sudah menjadi tradisi generasi Salaf. Oleh karena itu, kekeliruan dalam pengucapan ataupun ungkapan yang tidak seirama dengan kaidah bakunya dianggap sebagai cacat, yang mengurangi martabat di mata orang banyak. Apalagi bila hal itu terjadi pada orang yang terpandang.Ibnul Anbari menyatakan: “Bagaimana mungkin perkataan yang keliru dianggap baik…? Bangsa Arab sangat menyukai orang yang berbahasa baik dan benar, mereka memandang orang-orang yang keliru dengan sebelah mata dan menyingkirkan mereka”.Umar bin Khaththab pernah mengomentari cara memanah beberapa orang dengan berucap: “Alangkah buruk bidikan panah kalian”. Mereka menjawab, “Nahnu qawmun muta’alimiina (kami adalah para pemula)”, (Seharusnya: Nahnu Qawmun Muta’alimuuna – mereka salah dalam bahasa -ed) maka Umar berkata, “Kesalahan berbahasa kalian lebih fatal menurutku daripada buruknya bidikan kalian…” (Al Malahin, karya Ibnu Duraid Al Azdi, hlm. 72)2. Perhatian Salaf Terhadap Bahasa ArabUmar bin Khaththab pernah menulis surat kepada Abu Musa yang berisi pesan: “Amma ba’du, pahamilah sunnah dan pelajarilah bahasa Arab”.Pada kesempatan lain, beliau mengatakan: “Semoga Allah merahmati orang yang meluruskan lisannya (dengan belajar bahasa Arab)”.Pada kesempatan lain lagi, beliau menyatakan: “Pelajarilah agama, dan ibadah yang baik, serta dalamilah bahasa Arab”.Beliau juga mengatakan: “Pelajarilah bahasa Arab, sebab ia mampu menguatkan akal dan menambah kehormatan”. (Tarikh Umar bin Kha[...]



Sejarah Asal Mula Ilmu Nahwu

Sat, 15 Jan 2011 00:15:00 +0000

Seperti halnya bahasa-bahasa yang lain, Bahasa Arab mempunyai kaidah-kaidah tersendiri di dalam mengungkapkan atau menuliskan sesuatu hal, baik berupa komunikasi atau informasi. Lalu, bagaimana sebenarnya awal mula terbentuknya kaidah-kaidah ini, dan kenapa dikatakan dengan istilah nahwu? simak artikel berikut.Pada jaman Jahiliyyah, kebiasaan orang-orang Arab ketika mereka berucap atau berkomunikasi dengan orang lain, mereka melakukannya dengan tabiat masing-masing, dan lafazh-lafazh yang muncul, terbentuk dengan peraturan yang telah ditetapkan mereka, di mana para junior belajar kepada senior, para anak belajar bahasa dari orang tuanya dan seterusnya. Namun ketika islam datang dan menyebar ke negeri Persia dan Romawi, terjadinya pernikahan orang Arab dengan orang non Arab, serta terjadi perdagangan dan pendidikan, menjadikan Bahasa Arab bercampur baur dengan bahasa non Arab. Orang yang fasih bahasanya menjadi jelek dan banyak terjadi salah ucap, sehingga keindahan Bahasa Arab menjadi hilang.Dari kondisi inilah mendorong adanya pembuatan kaidah-kaidah yang disimpulkan dari ucapan orang Arab yang fasih yang bisa dijadikan rujukan dalam mengharakati bahasa Arab, sehingga muncullah ilmu pertama yang dibuat untuk menyelamatkan Bahasa Arab dari kerusakan, yang disebut dengan ilmu Nahwu. Adapun orang yang pertama kali menyusun kaidah Bahasa Arab adalah Abul Aswad Ad-Duali dari Bani Kinaanah atas dasar perintah Khalifah Ali Bin Abi Thalib.Terdapat suatu kisah yang dinukil dari Abul Aswad Ad-Duali, bahwasanya ketika ia sedang berjalan-jalan dengan anak perempuannya pada malam hari, sang anak mendongakkan wajahnya ke langit dan memikirkan tentang indahnya serta bagusnya bintang-bintang. Kemudian ia berkata,مَا أَحْسَنُ السَّمَاءِ“Apakah yang paling indah di langit?”Dengan mengkasrah hamzah, yang menunjukkan kalimat tanya. Kemudian sang ayah mengatakan,نُجُوْمُهَا يَا بُنَيَّةُ“Wahai anakku, Bintang-bintangnya”Namun sang anak menyanggah dengan mengatakan,اِنَّمَا اَرَدْتُ التَّعَجُّبَ“Sesungguhnya aku ingin mengungkapkan kekaguman”Maka sang ayah mengatakan, kalau begitu ucapkanlah,مَا اَحْسَنَ السَّمَاءَ“Betapa indahnya langit.”Bukan,مَا اَحْسَنُ السَّمَاءِ“Apakah yang paling indah di langit?”Dengan memfathahkan hamzah…****Dikisahkan pula dari Abul Aswad Ad-Duali, ketika ia melewati seseorang yang sedang membaca al-Qur’an, ia mendengar sang qari membaca surat At-Taubah ayat 3 dengan ucapan,أَنَّ اللهَ بَرِىءٌ مِّنَ الْمُشْرِكِينَ وَرَسُولِهُDengan mengkasrahkan huruf lam pada kata rasuulihi yang seharusnya di dhommah. Menjadikan artinya “…Sesungguhnya Allah berlepas diri dari orang-orang musyrik dan rasulnya..” hal ini menyebabkan arti dari kalimat tersebut menjadi rusak dan menyesatkan.Seharusnya kalimat tersebut adalah,أَنَّ اللهَ بَرِىءٌ مِّنَ الْمُشْرِكِينَ وَرَسُوْلُهُ“Sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya berlepas diri dari orang-orang musyrikin.”Karena mendengar perkataan ini, Abul Aswad Ad-Duali menjadi ketakutan, ia takut keindahan Bahasa Arab menjadi rusak dan gagahnya Bahasa Arab ini menjadi hilang, padahal hal tersebut terjadi di awal mula daulah islam. Kemudian hal ini disadari oleh khalifah Ali Bin Abi Thalib, sehingga ia memperbaiki keadaan ini dengan membuat pembagian kata, bab inna dan saudaranya, bentuk idhofah (penyandaran), kalimat ta’ajjub (kekaguman), kata tanya dan selainnya, kemudian Ali Bin Abi Thalib berkata kepada Abul Aswad Adduali,اُنْحُ هَذَا النَّحْوَ“Ikutilah jalan ini”Dari kalimat inilah, ilmu kaidah Bahasa Arab disebut dengan ilmu nahwu. (Arti nahwu secara bahasa adalah arah )Kemudian Abul Aswad Ad-Duali melaksanakan tugasnya dan menambahi kaidah tersebut dengan bab-bab lainnya sampai terkumpul bab-bab yang mencukupi.Kemudian, dari Abul Aswad Ad-Duali inilah[...]



Penulisan Lafazh Salam Dan Kekeliruannya

Sat, 15 Jan 2011 00:05:00 +0000

Pembaca kaum muslimin yang dimuliakan oleh Allah ta’ala, ucapan salam adalah sunah yang diajarkan oleh Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam, akan tetapi sebagian kaum muslimin salah dalam mengucapkannya, sebagian salah dalam menuliskan atau melafazhkan, sebagiannya lagi salah dalam mengucapkan salam dengan meringkasnya menjadi kata yang tidak lagi menjadi salam.Dalam bahasa arab, tulisan salam secara lengkap adalah seperti ini,اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُPembacaannya adalah “Assalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh”, kalau mau terperinci panjang pendeknya di tulis “Assalaamu ‘alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh”, perhatikan panjang dan pendeknya…Makna kalimat salam tersebut di antaranya adalah, “Semoga keselamatan, rahmat Allah dan berkah-Nya tercurah kepadamu.”Ucapan salam di atas adalah bentuk salam yang paling sempurna, adapun bentuk pengucapan lain bisa dengan mengucapkan,اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ“Assalamu ‘alaikum warahmatullah”Atau,اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ“Assalamu ‘alaikum”Dasarnya adalah hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ. فَرَدَّ عَلَيْهِ السَّلاَمَ ثُمَّ جَلَسَ فَقَالَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- : عَشْرٌ . ثُمَّ جَاءَ آخَرُ فَقَالَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ. فَرَدَّ عَلَيْهِ فَجَلَسَ فَقَالَ : عِشْرُونَ . ثُمَّ جَاءَ آخَرُ فَقَالَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ. فَرَدَّ عَلَيْهِ فَجَلَسَ فَقَالَ : ثَلاَثُونَDari Imran Ibn Hushain radhiyallahu ‘anhu berkata, “Seorang laki-laki datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu mengucapkan “Assalamu ‘alaikum”. Nabi menjawab salam itu, lalu orang itu duduk. Nabi berkata, “sepuluh (kebaikan)”. Kemudian datang orang lain dan mengucapkan, “Assalamu ‘alaikum wa rahmatullah”. Nabi menjawabnya, lalu orang itu duduk dan Nabi berkata, “Dua puluh (kebaikan)”. Kemudian datang orang lain lagi dan mengucapkan “Assalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wabarakatuh”. Nabi membalas salamnya lalu dia duduk dan Nabi berkata, “Tiga puluh (kebaikan).” (HR. Abu Daud)Membalas SalamAdapun bentuk membalas salam adalah berdasarkan firman Allah ta’ala dalam surat an-Nisa,وَإِذَا حُيِّيتُمْ بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوا بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ رُدُّوهَا“Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa).” (QS. An Nisa’: 86)Dalam ayat ini Allah ta’ala memerintahkan kita untuk membalas salam dengan yang lebih baik, sehingga kalau yang memberi salam mengucapkan,اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ“Assalamu ‘alaikum”Maka minimal kita jawab dengan mengucapkan,وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ“Wa ‘alaikumus salam”Kalau kita ingin membalas dengan yang lebih lengkap dengan mengucapkan,وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ“Wa ‘alaikumus salam wa rahmatullah”Atau,وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ“Wa ‘alaikumus salam wa rahmatullahi wabarakatuh”Maka ini lebih baik.Jadi apabila yang memberi salam mengucapkan lafazh yang lengkap, maka sepantasnya kita untuk membalas dengan ucapan salam yang l[...]



Ilmu Dulu, Baru Amal

Thu, 13 Jan 2011 16:25:00 +0000

Ada seseorang yang bercerita, dalam sebuah perjalanan manasik haji, para jamaah haji secara bertubi-tubi mengajukan banyak pertanyaan kepada pembimbing haji. Hampir semua permasalahan yang mereka jumpai dalam pelaksanaan ibadah haji, selalu dikonsultasikan kepada pembimbing. Kita yakin, suasana semacam ini hampir dialami oleh semua jamaah haji. Mengapa bisa terjadi demikian? Jawabannya hanya ada dua kemungkinan; pertama, mereka khawatir jangan-jangan ibadah haji yang mereka lakukan batal dan tidak diterima oleh Allah. Atau kedua, mereka takut dan khawatir jangan sampai melakukan tindakan pelanggaran yang menyebabkan mereka harus membayar denda.Demikianlah gambaran semangat orang terhadap ilmu ketika melaksanakan ibadah haji. Suasana itu terbentuk disebabkan kekhawatiran mereka agar hajinya tidak batal. Mereka sadar, ibadah ini telah memakan banyak biaya dan tenaga, sehingga sangat disayangkan ketika ibadah yang sangat mahal nilainya ini, tidak menghasilkan sesuatu apapun bagi dirinya.Pernahkah sikap dan perasaan semacam ini hadir dalam diri kita dalam setiap melaksanakan ibadah, atau bahkan dalam setiap amal perbuatan kita? Ataukah sebaliknya, justru kita begitu menganggap enteng setiap amal, sehingga tidak mempedulikan pondasi ilmunya. Inilah yang penting untuk kita renungkan. Semangat untuk mendasari setiap amal dengan ilmu merupakan cerminan perhatian seseorang terhadap kesempurnaan beramal. Untuk menunjukkan sikap ini, seorang ulama, yang bernama Sufyan at-Tsauri mengatakan, “Jika kamu mampu tidak akan menggaruk kepala kecuali jika ada dalilnya maka lakukanlah.” (Al Jami’ li Akhlaq ar Rawi wa Adab as-Sami’, Khatib al-Baghdadi, Mauqi Jami’ al-Hadis: 1/197)Ulama ini menasehatkan agar setiap amal yang kita lakukan sebisa mungkin didasari dengan dalil. Sampai-pun dalam masalah kebiasaan kita, atau bahkan sampai dalam masalah yang mungkin dianggap sepele. Apalagi dalam masalah ibadah. Karena inilah syarat mutlak seseorang dikatakan mengamalkan dalil.Namun sayangnya, masih banyak di antara kaum muslimin yang kurang mempedulikan landasan ilmu ketika beramal yang sifatnya rutinitas. Jarang kita temukan orang yang melaksanakan ibadah rutin, semacam shalat misalnya, kemudian dia berusaha mencari tahu, apa landasan setiap gerakan dan bacaan shalat yang dia kerjakan. Bisa jadi ini didasari anggapan, amal rutinitas  ini terlalu ringan dan mudah untuk dilakukan.Ilmu Syarat Sah AmalMengapa harus berilmu sebelum beramal? Pada bagian inilah yang akan melengkapi keterangan di atas, yang mengajak untuk senantiasa mendasari amal dengan ilmu. Inti dari penjelasan ini adalah kesimpulan bahwa ilmu adalah syarat sah amal.Dalam kitab shahihnya, Imam Bukhari mengatakan, “Bab: Ilmu sebelum ucapan dan perbuatan” (Shahih al-Bukhari, kitab: al-Ilmu, bab al ilmu qabla al-qoul wa al amal)Ucapan Imam Bukhari ini telah mendapatkan perhatian khusus dari para ulama. Karena itu, perkataan beliau ini banyak dikutip oleh para ulama setelahnya dalam buku-buku  mereka. Imam Bukhari berdalil dengan firman Allah (yang artinya), “Ketahuilah bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan mintalah ampunan untuk dosamu” (QS. Muhammad: 19)Di ayat ini, Allah memulai perintahnya dengan: “ketahuilah bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah”, yang ini merupakan perintah untuk mencari ilmu. Kemudian Allah sebutkan amal yang sangat penting yaitu istighfar, sebagaimana Allah sebutkan di lanjutan ayat, yang artinya: “….mintalah ampunan untuk dosamu.”.Ketika menjelaskan hadis ini, al-Hafidz al-Aini dalam kitab syarh shahih Bukhari mengutip perkataan Ibnul Munayir berikut, “Yang beliau maksudkan bahwasanya ilmu adalah syarat sah ucapan dan perbuatan. Ucapan dan perbuatan tidak akan dinilai kecuali dengan ilmu. Oleh sebab itu, ilmu  didahulukan sebelum ucapan dan perbuatan. Karena ilmu yang akan men-sahkan niat, dan  niat adalah yang men-sahkan amal.” [...]



Penulisan Lafazh "JazaakAllaah Khairan"

Thu, 13 Jan 2011 16:11:00 +0000

Perbuatan baik yang dilakukan oleh orang lain kepada kita sudah sepantasnya kita balas dengan yang sebanding, kalau kita tidak bisa membalas dengan pemberian maka minimal kita mengucapkan ucapan yang diajarkan oleh Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam  yaitu,
جَزَاكَ اللهُ خَيْرًا

Dibaca “jazakallahu khairan” atau bila di perinci panjang pendeknya ditulis, “JazaakAllaahu Khairan”, yang maknanya adalah “Semoga Allah membalas dengan kebaikan yang setimpal.”

Kalimat di atas di baca ketika dhomirnya adalah kata ganti ke-2 seorang lelaki tunggal, adapun kalau dhomirnya adalah kata ganti ke-2 perempuan tunggal maka kalimatnya di rubah menjadi,
جَزَاكِ اللهُ خَيْرًا
Artinya sama, hanya kalimat ini ditujukan untuk perempuan tunggal.
Kalau kata gantinya adalah jamak, maka dirubah menjadi,
جَزَاكُمُ اللهُ خَيْرًا
Dan seterusnya…

Jadi, penulisan sebagian ikhwah yang menuliskannya dengan tulisan “jazakallah” saja, adalah kurang tepat, maksud dari jazakallah di atas adalah apa? Semoga Allah membalas dengan kebaikan atau dengan keburukan?, maka menyebutkan kalimat yang Rasulullah ajarkan adalah lebih baik, “jazakallahu khairan, jazahullahu khairan, jazakumullahu khairan dst…. sesuai konteksnya.”

Semoga bermanfaat…



Rahasia dibalik Al-Hayaa

Thu, 13 Jan 2011 15:48:00 +0000

Rahasia dibalik Kata Al-Hayaa’ (Malu) Dalam Bahasa ArabPembaca mulia, kata “malu” dalam bahasa Arab adalah اَلْحَيَاءُ /al-hayaa’/. Kata ini, merupakan derivat dari kata اَلْحَيَاةُ /al-hayaah/, yang artinya adalah “kehidupan”. Selain اَلْحَيَاءُ, contoh derivat lain kata اَلْحَيَاةُ  adalah حَيَا /hayaa/, yang artinya “hujan”. Apa kaitan antara hujan dan kehidupan? Kaitannya adalah bahwa hujan merupakan sumber kehidupan bagi bumi, tanaman, dan hewan ternak.Dalam bahasa Arab, al-hayaah “kehidupan” mencakup kehidupan dunia dan akhirat.Lalu, kembali ke pokok bahasan utama, apa kaitan al-hayaa’ “malu” dengan al-hayaah “kehidupan”?Jawabannya adalah karena orang yang tidak memiliki rasa malu, ia seperti mayat di dunia ini, dan ia benar-benar akan celaka di akhirat.Orang yang tidak memiliki rasa malu, tidak merasa risih ketika bermaksiat.Ketika ia mempertontonkan lekuk-lekuk tubuhnya dan memamerkan auratnya, ia tidak merasa bahwa itu adalah perbuatan yang menjijikkan….Ketika ia berdua-duaan dengan lawan jenis yang bukan mahramnya di tengah keramaian, ia tidak peduli dengan tatapan heran manusia…Ketika ia melanggar setiap larangan Allah, ia anggap sebagai rutinitas, seolah-olah dia tidak merasa bahwa dirinya hina…Benar, ia seperti mayat. Ya! apapun yang terjadi di sekitar mayat, tiada kan dapat mendatangkan manfaat baginya…Maka, benarlah perkataan Ibnul Qayyimوَمِنْ عُقُوْبَاتِهَا ذِهَابُ الْحَيَاءِ الَّذِي هُوَ مَادَةُ الْحَياَة ِللْقَلْبِ وَهُوَ أَصْلُ كُلِّ خَيْرٍ وَذِهَابُ كُلِّ خَيْرٍ بِأَجْمَعِهِDi antara dampak maksiat adalah menghilangkan MALU yang merupakan SUMBER KEHIDUPAN hati dan inti dari segala kebaikan. Hilangnya rasa malu, berarti hilangnya seluruh kebaikan.(اَلْجَوَابُ الْكَافِي لِمَنْ سَأَلَ عَنِ الدَّوَاءِ الشَّافِي, hal. 45)Ini sebagaimana sabda Nabiاَلْحَيَاءُ خَيْرٌ كُلُّهُ/Al-hayaa’ khairun kulluhu/“Rasa malu seluruhnya adalah kebaikan” (Shahih Muslim: 87)Oleh karena itu, seseorang yang bermaksiat dan terus menerus melakukannya, dikatakan sebagai orang yang tidak tahu malu. Nabi bersabda“Sesungguhnya termasuk yang pertama diketahui manusia dari ucapan kenabian adalah jika kamu tidak malu, berbuatlah sesukamu!”(Shahih Bukhari: 5769)Dalam menjelaskan maksud hadits di atas, Ibnul Qayyim berkata,وَاْلَمَقْصُوْدُ أَنَّ الذُّنُوْبَ تُضْعِفُ الْحَيَاءَ مِنَ الْعَبْدِ حَتَّى رُبَّمَا اِنْسَلَخَ مِنْهُ بِالْكَلِّيَّةِ حَتَّى رُبَّمَا إِنَّهُ لاَ يَتَأَثَّرُ بِعِلْمِ النَّاسِ بِسُوْءِ حَالِهِ وَلاَ بِاطِّلاَعِهِمْ عَلَيْهِ بَلْ كَثِيْرٌ مِنْهُمْ يُخْبِرُ عَنْ حَالِهِ وَقَبْحِ مَا يَفْعَلُهُ وَالْحَامِلُ عَلَى ذَلِكَ اِنْسِلاَخُهُ مِنَ الْحَيَاءِ وَإِذَا وَصَلَ الْعَبْدُ إِلَى هَذِهِ الحَالَةِ لَمْ يَبْقَ فِي صَلاَحِهِ مَطْمَعٌMaksudnya, dosa-dosa akan melemahkan rasa malu seorang hamba, bahkan bisa menghilangkannya secara keseluruhan. Akibatnya, pelakunya tidak lagi terpengaruh atau merasa risih saat banyak orang mengetahui kondisi dan perilakunya yang buruk. Lebih parah lagi, banyak di antara mereka yang menceritakan keburukannya. Semua ini disebabkan hilangnya rasa malu. Jika seseorang sudah sampai pada kondisi tersebut, tidak dapat diharapkan lagi kebaikannya.(اَلْجَوَابُ الْكَافِي لِمَنْ سَأَلَ عَنِ الد[...]



Ribuan Rumah Masih Terendam

Thu, 06 Jan 2011 11:57:00 +0000

(image)
Penduduk kota medan
[MEDAN] Ribuan rumah penduduk di Medan dan Deli Serdang, Sumatera Utara hingga sore ini masih terendam banjir menyusul banjir hebat yang melanda kawasan itu setelah diguyur hujan sejak Rabu (5/1) malam hingga Kamis (6/1) pagi dan menimbulkan air sungai meluap. Meski demikian banjir di sebagai kawasan seperti terlihat di Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimoon sudah mulai surut.

Berdasarkan pantauan SP, pemukiman masyarakat yang masih terendam air sampai ketinggian setengah meter terdapat di seputaran Tanjung Anom dan Tanjung Selamat, Kabupaten Deli Serdang. Sebelumnya, ketinggian air di dua kawasan itu mencapai 3,5 meter.

"Sekalipun air sudah mulai surut namun kami belum berani untuk pulang ke rumah masing - masing. Sebab, tidak tertutup kemungkinan sungai meluap lagi," ujar seorang warga Tanjung Anom, Bambang Hermanto (34) kepada SP di lokasi banjir, Kamis (6/1) sore.

Dia mengatakan, banjir yang melanda daerah tersebut sudah seringkali terjadi. Namun, banjir yang paling besar adalah dini hari tadi. Masyarakat di sana mulai mengungsi sekitar pukul 03.00 WIB. Sebagian ada yang memilih tinggal di rumah.

"Untungnya, petugas dari Brimob cepat turun ke lokasi ini untuk melakukan evakuasi. Jika mereka tidak datang maka kemungkinan ada jatuh korban jiwa. Tidak sedikit warga yang terjebak banjir di dalam rumahnya. Mereka dievakuasi dari atap rumah," katanya.

Saat ini, sambungnya, masyarakjat di sana lebih memilih tinggal sementara di posko pengungsian yang tidak jauh dari tempat tinggalnya. Lokasi pengungsian yang dipilih masyarakat itu aman dari banjir.

"Agar tidak ada orang yang melakukan penjarahan maka sebagian dari warga secara bergantian melakukan penjagaan di posko keamanan. Sebagian juga memantau setiap luapan air sungai," kata teman Bambang, Didik Waluyo (40)."

Tidak hanya di Tanjung Anom dan Tanjung Selamat, air masih merendam ratusan rumah penduduk di kawasan Sunggal, Kampung Lalang dan Belawan. Hanya saja, sebagian dari warga di sana sudah mulai pulang ke rumah masing - masing. [155] 



Banjir Melanda Kota Medan

Thu, 06 Jan 2011 01:44:00 +0000

(image)
Ratusan rumah terendam banjir di Medan, Sumatera Utara
[MEDAN] Hujan yang mengguyur pada Rabu (5/1) malam hingga Kamis (6/1) pagi membuat kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), kebanjiran. Ratusan rumah yang berada di daerah pinggiran aliran sungai (DAS) terhanyut. Sampai saat ini, belum ada laporan korban jiwa namun kerugian akibat banjir tersebut diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

Pantauan SP, Kamis (6/1) pagi, ratusan rumah yang sudah ditutupi oleh air terdapat di kawasan Kampung Aur kawasan Maimoon, Gang Pasir kawasan Jl S Parman, Jl TB Simatupang kawasan Sunggal dan Belawan. Banjir ini terjadi akibat sungai tidak mampu menampung air hujan.

Di antara sungai yang meluap akibat hujan itu antara lain Sungai Belawan, Sunggal, Sungai Deli, Sungai Babura, Sungai Denai maupun lainnya. Meluapnya sungai-sungai itu membuat ribuan masyarakat terpaksa mengungsi ke dataran lebih tinggi. Sampai menjelang siang, belum ada warga yang balik ke rumahnya.

"Kami terpaksa memberlakukan pos ronda untuk memonitor setiap luapan air sungai. Ini terpaksa kami lakukan untuk mengantisipasi adanya korban jiwa jika kejadian yang tidak diinginkan tersebut terjadi," ujar seorang warga di Medan maimoon, Ridwan Sanusi (35) kepada SP di lokasi kejadian banjir."

Ridwan mengatakan, daerah pemukiman tempat tinggal mereka memang selalu menjadi langganan banjir. Banjir yang melanda tadi malam sampai pagi ini termasuk bagian dari banjir besar melanda daerah itu. Untungnya, seluruh warga di sana tidak ada yang menjadi korban. Masyarakat sudah terlebih dahulu mengungsi.

Hujan juga merendam ratusan rumah di kawasan Sukaramai Jl Medan Denai, ribuan rumah di Sunggal dan Belawan. Selain itu, ratusan rumah juga terendam banjir yang melanda Perumnas Mandala Medan. Banjir itu juga menyebabkan pegawai negeri sipil (PNS) maupun swasta tidak bisa berangkat bekerja.

Banjir tersebut juga merendam sebagian kawasan Jl Sisingamangaraja Medan, Jl Letda Sujono, Jl TB Simatupang, Belawan, AR Hakim, Pangkalan Mansyur, Jl Medan - Tembung, dan Jl Pancing. Ribuan kendaraan juga mogok karena memaksa melintasi daerah banjir.

"Inilah sumber dari kemacetan. Kendaraan roda dua maupun empat ada yang mati mesin secara tiba-tiba saat melintasi daerah banjir. Alhasil, kendaraan lain pun tidak bisa melintas. kemacetan terjadi di mana - mana," kata seorang pengendara mobil Kijang di lokasi kemacetan kawasan Sukaramai, Hermanto (40).

Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Stasiun Polonia Medan, Firman mengingatkan, hujan deras bisa terjadi lagi di beberapa daerah kabupaten maupun kota, yang tidak tertutup kemungkinan mengakibatkan banjir.

"Bagi masyarakat yang tinggal di daerah pinggiran aliran air sungai harus lebih ekstra hati-hati. Lebih baik menghindari kejadian yang tidak diinginkan dari pada menunggu banjir datang. Kondiusi cuaca memang lagi tidak stabil," sebutnya. [155]



NIKAH BEDA AGAMA

Tue, 04 Jan 2011 17:33:00 +0000

Alhamdulillah, wa shalaatu wa salaamu ‘ala Rosulillah wa ‘ala aalihi wa shohbihi ajma’in. Seringkali kita lihat di tengah masyarakat apalagi di kalangan orang berkecukupan dan kalangan selebriti terjadi pernikahan beda agama, entah si pria yang muslim menikah dengan wanita non muslim (nashrani, yahudi, atau agama lainnya) atau barangkali si wanita yang muslim menikah dengan pria non muslim. Namun kadang kita hanya mengikuti pemahaman sebagian orang yang sangat mengagungkan perbedaan agama (pemahaman liberal). Tak sedikit yang terpengaruh dengan pemahaman liberal semacam itu, yang mengagungkan kebebasan, yang pemahamannya benar-benar jauh dari Islam. Paham liberal menganut keyakinan perbedaan agama dalam pernikahan tidaklah jadi masalah.Namun bagaimana sebenarnya menurut pandangan Islam yang benar mengenai status pernikahan beda agama? Terutama yang nanti akan kami tinjau adalah pernikahan antara wanita muslimah dengan pria non muslim. Karena ini sebenarnya yang jadi masalah besar. Semoga bahasan singkat ini bermanfaat.Pernikahan Wanita Muslimah dan Pria Non MuslimTentang status pernikahan wanita muslimah dan pria non muslim disebutkan dalam firman Allah Ta’ala,يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِذَا جَاءَكُمُ الْمُؤْمِنَاتُ مُهَاجِرَاتٍ فَامْتَحِنُوهُنَّ اللَّهُ أَعْلَمُ بِإِيمَانِهِنَّ فَإِنْ عَلِمْتُمُوهُنَّ مُؤْمِنَاتٍ فَلَا تَرْجِعُوهُنَّ إِلَى الْكُفَّارِ لَا هُنَّ حِلٌّ لَهُمْ وَلَا هُمْ يَحِلُّونَ لَهُنَّ“Hai orang-orang yang beriman, apabila datang berhijrah kepadamu perempuan-perempuan yang beriman, Maka hendaklah kamu uji (keimanan) mereka. Allah lebih mengetahui tentang keimanan mereka. Jika kamu telah mengetahui bahwa mereka (benar-benar) beriman, maka janganlah kamu kembalikan mereka (wanita mukmin) kepada (suami-suami mereka) orang-orang kafir. Mereka (wanita mukmin) tiada halal bagi orang-orang kafir itu dan orang-orang kafir itu tiada halal pula bagi mereka.” (QS. Al Mumtahanah: 10)Pendalilan dari ayat ini dapat kita lihat pada dua bagian. Bagian pertama pada ayat,فَلَا تَرْجِعُوهُنَّ إِلَى الْكُفَّارِ“Janganlah kamu kembalikan mereka (wanita mukmin) kepada suami mereka yang kafir”Bagian kedua pada ayat,لَا هُنَّ حِلٌّ لَهُمْ“Mereka (wanita mukmin) tiada halal bagi orang-orang kafir itu”Dari dua sisi ini, sangat jelas bahwa tidak boleh wanita muslim menikah dengan pria non muslim (agama apa pun itu).[1]Ayat ini sungguh meruntuhkan argumen orang-orang liberal yang menghalalkan pernikahan semacam itu. Firman Allah tentu saja kita mesti junjung tinggi daripada mengikuti pemahaman mereka (kaum liberal) yang dangkal dan jauh dari pemahaman Islam yang benar.Penjelasan Ulama Islam Tentang Pernikahan Wanita Muslimah dengan Pria Non MuslimPara ulama telah menjelaskan tidak bolehnya wanita muslimah menikah dengan pria non muslim berdasarkan pemahaman ayat di atas (surat Al Mumtahanah ayat 10), bahkan hal ini telah menjadi ijma’ (kesepakatan) para ulama.Al Qurthubi rahimahullah mengatakan,وأجمعت الامة على أن المشرك لا يطأ المؤمنة بوجه، لما في ذلك من الغضاضة على الاسلام.“Para ulama kaum muslimin telah sepakat tidak bolehnya pria musyrik (non muslim) menikahi (menyetubuhi) wanita muslimah apa pun alasannya. Karena hal ini sama saja merendahkan martabat Islam.”[2]Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan,هذه الآية هي التي حَرّمَت المسلمات على المشركين“Ayat ini (surat Al Mumtahanah ayat 10) menunjukkan haramny[...]



Syair Perjalanan TIMNAS kita di Piala AFF 2010

Fri, 31 Dec 2010 15:13:00 +0000

Piala AFF 2010INDONESIA VS MALAYSIADimulai 1 desemberAwal  cerita,Indonesia bertemu dengan Malaysia ..Bobol lebih dahulu gawang kita,namun akhirnya kita berjaya...Tak tanggung-tanggung hasil skornya,Malaysia ditundukkan dengan  perkasaLima satu jelas angkanya...Membuat Malaysia dendam angkara...INDONESIA VS LAOSAdalah Laos lawan selanjutnya,Indonesia tak ragu-ragu mengalahkan  mereka.Enam kosong hasil skornya,Indonesia aman ke babak berikutnya ....INDONESIA VS THAILANDLawan terakhir di babak penyisihan,adalah Thailand jadi tandinganSelama bertahun sulit dikalahkan,namun kali ini bisa ditundukkan ..Dengan angka dua berbalas satu,Thailand dipaksa keluar kompetisi yang seru ..PHILIPPINES VS INDONESIABersama Malaysia kita melaju,babak semi final tempat seteru.Dibabak semifinal bertambah riuhketemu Filipina lawan yang tangguhDileg pertama unggul satu kosong tuh,di leg kedua hasilnya tetap dan teguh.INDONESIA VS MALAYSIABerhasil masuk final kita bertandang, ke negeri jiran Malaysia kita pun datangDengan tujuan memperoleh menangMARKUS KEBOBOLANnamun hasilnya sangat menentang.Kita dikalahkan kosong melawan tiga,memang hasil yang tidak pernah disangkaTIMNAS INDONESIAtidak berputus asa,berharap di Jakarta bisa  berjaya.Dua sembilan tanggal terjadinya,di akhir tahun desember bulannya.SUPPORTER INDONESIABerduyun duyun supporter menontonnya,di stadion utama , Ge Be Ka namanya.Semua penonton dari penjuru Nusantara ,sama berharap dan memanjatkan doa.Agar Timnas berjaya memenangkan pertandingannya,serta berhasil memboyong piala atau tropinya.LASER TEROR INDONESIAMemang benar kata orang tua-tua,kita hanya bisa berencana dan berharap sahaja.Paling kita hanya bisa berusaha segenap tenaga,karena kehendak Yang Kuasa-lah jadi penentunya.SUPPORTER INDONESIAAkhir cerita pun terjadi di Gelora Bung Karno,Timnas kita menang dua satu skornya.Sudah dapat diterka bagaimana akhir jadinya,kita pun menang tapi tak dapat pialanya.[...]



Permohonan Maaf Firman Utina Kepada Fans

Thu, 30 Dec 2010 15:10:00 +0000

(image)
Firman Utina
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Kapten timnas Indonesia, Firman Utina, mengaku kecewa dan sedih atas kegagalan timnas Merah Putih menjuarai Piala AFF 2010. Kepada seluruh suporter, Firman memohon maaf karena gagal mempersembahkan juara Piala AFF yang dinantikannya selama 14 tahun.

''Saya mohon maaf kepadan fans terutama sekali karena kami semula tampil cemerlang di babak kualifikasi dan juga semifinal. Kami sangat kecewa seperti seluruh rakyat di Indonesia,'' kata Firman.

Skuat Merah Putih berhasil memenangkan laga kedua final Piala AFF 2010 dengan menekuk Malaysia 2-1. Tapi, skor tersebut belum cukup untuk menghantarkan trofi juara kepada Indonesia. Karena, Firman Utina dan kawan-kawan sebelumnya kalah 0-3 di laga pertama sehingga kalah agregat 2-4.

Firman menyadari bahwa kalah menang adalah hal biasa dalam pertandingan sepakbola. ''Ini adalah sepakbola di mana kami kadang menang kadang kalah. Tapi, yang penting adalah fans memahami hal tersebut,'' katanya. ''Tidak ada yang saling menyalahkan.''



Astaga... Irfan Bachdim Terancam Dicoret dari Timnas

Thu, 30 Dec 2010 14:14:00 +0000

(image)
Irfan Bachdim berebut bola dengan pemain Malaysia, Mohamad Asraruddin, di laga final leg kedua
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTAN -- Irfan Bachdim, striker Persema Malang, bisa terancam dicoret dari timnas Indonesia menyusul keputusan Persema Malang keluar dari kompetisi PSSI 'Liga Super Indonesia' 2010 untuk gabung dengan kompetisi tandingan Liga Primer Indonesia (LPI). Karena, PSSI tidak mengakui pemain yang tampil di LPI karena kompetisi tersebut dinilai ilegal.
''Apabila kesebelasan tersebut bergabung dengan kompetisi ilegal atau di luar PSSI, maka akan mendapatkan sanksi organisasi dari federasi sepak bola Indonesia,'' kata CEO PT Liga Indonesia, Joko Driyono, di Jakarta, Kamis (30/12). ''Sanksi juga akan diberikan kepada semua yang terlibat mulai dari tim manajemen, jajaran pelatih, maupun pemain yang saat ini memperkuat klub tersebut.''
Irfan bersama pemain naturalisasi lainnya, gelandang Kim Jeffrey Kurniawan, saat ini memperkuat Persema Malang. Laskar Ken Arok, julukan Persema Malang, bersama PSM Makassar dan Persibo Bojonegoro secara resmi sudah menyatakan mundur dari LSI 2010/2011.
PSSI sebelumnya mengancam pemain yang ikut kompetisi LPI. PSSI tidak mengakui pemain tersebut meski mereka berstatuskan pemain timnas. Untuk pemain asing yang tampil di LPI, PSSI mengancam akan langsung mendeportasinya.
Terkait ancaman Irfan yang tidak bisa memperkuat timnas jika berlaga di LPI, Persema tidak terlalu khawatir. Manajer Persema, Asmuri, beralasan bahwa Bachdim dan Kim sudah terikat kontrak dengan Persema. Sehingga apabila keduanya membatalkan karena ancaman itu, maka kedua pemain itu terkena pelanggaran administrasi dan wajib mengembalikan nilai kontraknya dua kali lipat.



Merasa Dianaktirikan, Fans Malaysia Hanya Bisa Gertak

Thu, 30 Dec 2010 12:42:00 +0000

(image)
Pendukung Timnas Malaysia
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Sebanyak 300 suporter Malaysia sebelumnya menyatakan tidak takut untuk datang langsung ke Stadion Utama Gelora Bung Karno untuk menyaksikan laga final Piala AFF 2010. Tapi, mereka nyatanya tidak datang dan justru mengeluh telah dianaktirikan.

"Kami amat kesal sekali. Kami berasa kami telah dianaktirikan. Kami disisihkan dan tidak diberikan keadilan sewajarnya,'' keluh presiden kelompok suporter Selangor FC, Mohd Nasir Yunus.
Nasir sebelumnya mengatakan bahwa ratusan fans Malaysia dari Selangor, Johor dan Kelantan akan datang langsung ke Senayan. Mereka bergerak dengan diorganisir kelompok suporter Selangor (SSFC). Mereka bertolak ke Jakarta dan bergabung dengan sejumlah fans dari Gerbang Tempur Suporter Malaysia (Ultras Malaya).

Nasir saat itu menyebutkan suporter Malaysia tidak perlu takut karena kericuhan hanya akan terjadi di dalam stadion saja, dan tidak sampai keluar. Pernyataan Nasir ini berkaitan dengan pemberitaan media Indonesia yang menyebutkan fans Malaysia tidak berani datang ke Jakarta. Tapi, mereka faktanya memang tidak (berani) hadir di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Ratusan fans Malaysia akhirnya nonton bareng di Kedubes Malaysia di Jakarta sebagai bentuk aksi protes.
''Kami kecewa dengan lokasi tempat duduk dalam stadion serta faktor risiko keselamatan,'' kata Nasir. ''Suporter Malaysia yang tidak banyak jumlahnya itu meminta tempat duduk VIP, tetapi mereka diletakkan di tengah-tengah para pendukung Indonesia dan merasa tidak selamat untuk berada dalam stadion guna mendukung timnas Malaysia.''



Malaysia pun Menghina Alfred Riedl

Thu, 30 Dec 2010 07:20:00 +0000

(image)
Alfred Riedl
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- ''Nada Riedl masih sombong walau Garuda tumbang''. Demikian judul tulisan media Malaysia 'Utusan Online' tentang Alfred Riedl, pelatih timnas Indonesia, seusai skuatnya gagal menjuarai Piala AFF 2010 pada Rabu (29/12) malam.

Utusan Online menyebut Riedl sebagai sosok pelatih yang sombong. Riedl, yang dicintai oleh seluruh suporter Indonesia, dinilai tidak bersikap kesatria karena tidak bisa menerima kegagalan skuatnya. ''Walaupun sudah terlepas gelaran juara Piala Suzuki AFF, nada jurulatih Indonesia, Alfred Riedl, seolah-olah enggan menerima kekalahan dengan menganggap skuad yang lebih baik sebenarnya tewas di perlawanan akhir,'' tulis Utusan Online pada paragrap pertama tulisannya.

Media Malaysia itu mengutip pernyataan Riedl yang dinilainya bernada sombong. ''Kita bermain begitu luar biasa pada malam ini biarpun menyedari ketinggalan tiga gol. Namun pada separuh masa pertama, banyak peluang keemasan kita terlepas walaupun menguasai permainan terutamanya pada 15 minit perlawanan,'' tulisnya. ''Malah selepas Malaysia mendahului gol pertama, semangat pemain saya tidak luntur dan cuba bangkit. Saya harus ucapkan tahniah (selamat) kepada mereka." 

Komentar Riedl itu sesungguhnya ucapan terima kasih dan salut pada skuat Merah Putih-nya yang telah berjuang mati-matian. Jika tidak sportif dan tidak bisa menerima kekalahan timnya, saat menggelar jumpa pers semalam, Riedl tentunya tidak akan mengatakan ini untuk kesuksesan Malaysia. ''Selamat untuk Malaysia karena juara baru kini telah muncul,'' ujar Riedl.



Duhh.. Fans Indonesia Sportif, tapi Malaysia tetap Saja Mencela

Thu, 30 Dec 2010 06:55:00 +0000

(image)
Suporter Indonesia tetap ceria usai final leg kedua Rabu malam. Mereka berfoto bersama replika Piala AFF.
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Kerusuhan suporter, yang semula diprediksikan akan pecah, alhamdulillah akhirnya tidak terjadi seusai laga kedua final Piala AFF 2010 tadi malam. Tapi, Malaysia tetap saja mencela suporter Indonesia yang semalam mampu membuktikan bahwa mereka mampu tampil sportif.
New Straits Times menuliskan dengan judul 'Fans Indonesia Lampiaskan Kemarahannya' (Indonesia fans show their anger). Suporter Indonesia, tulis New Straits Times, masih tidak menerima kekalahan laga final pertama di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, yang dinilai curang. Mereka membentangkan spanduk "Ganyang Malaysia" dan "Bantai Malaysia 5-1" sebelum petugas menurunkannya karena khawatir memicu kerusuhan.

Dengan judul tulisan 'Peminat Indonesia tak hormat Negaraku', Harian Metro juga menulis soal aksi suporter Indonesia yang dinilai tidak sportif. Penyokong (fans) Indonesia, tulis Harian Metro, melemparkan botol minuman air mineral berkali-kali di luar Stadium Utama Gelora Bung Karno ketika pertandingan final kedua Piala AFF pada malam tadi. Botol minuman itu dilemparkan penyokong tuan rumah ketika menonton perlawanan menentang Malaysia di layar besar yang disediakan untuk 100 ribu penonton yang gagal mendapatkan tiket.

Malaysia sepertinya melupakan tindakan sportif pendukung Indonesia yang tidak rusuh ketika skuat kesayangan mereka gagal menjuarai Piala AFF 2010. Mereka juga sepertinya lupa tindakan anarkis fans Malaysia yang menginjak syal suporter Indonesia saat laga final pertama di Kuala Lumpur.



Malaysia Raih Double Treble Asia Tenggara

Wed, 29 Dec 2010 20:55:00 +0000

(image)
Timnas Malaysia
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Malaysia ibarat menggondol double treble atau juara ganda di Asia Tenggara. Pasalnya, sebelum merengkuh Piala AFF 2010, skuat berjuluk Harimau Malaya itu meraih medali emas SEA Games 2009.
Tonggak kebangkitan sepakbola Malaysia dimulai ketika Krishnasamy Rajagobal mengambil alih posisi pelatih timnas Malaysia pada  Juli 2009. Tapi, pelatih yang dijuliki 'King Rajagobal' bukan baru satu dua tahun memoles skuat Harimau Malaya. Dia mulai membangun skuat Malaysia dengan menjadi pelatih Tim U20 pada 2004-2006.
Karier Rajagobal berlanjut dengan mengarsiteki Harimau Muda, julukan Tim U19 Malaysia, pada 2007 hingga 2009. Dia sukses membawa Harimau Muda menjadi juara Liga Primer Malaysia 2009.
Usaha lima tahun Rajagobal berbuah manis ketika dia sukses membawa Tim U23 Malaysia meraih medali emas SEA Games 2009 Laos. Menekuk Vietnam 1-0 di final pada 17 Desember 2009, tim sepakbola Malaysia meraih medali emas pertamanya setelah menantikannya selama 20 tahun.
Grafik penampilan skuat Rajagobal terus menanjak. Di Asian Games 2010 Guangzhou, Malaysia berhasil melaju ke putaran kedua. Itu merupakan penampilan terbaik Malaysia di Asia Games dalam 32 tahun terakhir.
Keberhasilan Malaysia menjuarai Piala AFF 2010 merupakan hasil kerja yang sudah mulai dirintis sejak 2004. Jadi, mereka pantas menjadi juara baru Piala AFF sekaligus menobatkan diri sebagai raksasa baru di percaturan sepakbola Asia Tenggara.



Soal Tiket, KPK Bisa Minta Keterangan Pengurus PSSI

Wed, 29 Dec 2010 20:25:00 +0000

(image)
Tiket Piala AFF 2010
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang mengkaji dugaan korupsi tiket yang dilakukan pengurus PSSI. Namun, komisi antikorupsi tetap meminta masyarakat melapor agar tim segera menelusuri.

Wakil Ketua KPK, M Jasin, mengatakan KPK akan mengkaji lebih jauh pada pengadaan tiket serta sumber dananya.  Pasalnya, PSSI bukan institusi negara serta didanai dari berbagai sumber.

"Sehingga PSSI tak diaudit Badan Pemeriksa Keuangan," kata Jasin. Namun, masih ada celah, yaitu bila pengurus PSSI merupakan salah satu pejabat negara. "(Kalau pengurusnya pejabat negara) bisa dimintai keterangan," kata Jasin, Rabu (29/12).

Selama pertandingan Piala AFF 2010, pejabat negara selalu hadir. Hingga kini, belum diketahui apakah mereka membeli tiket sendiri atau difasilitasi panitia PSSI. Sementara itu,ribuan calon penonton kecewa karena meski telah membayar voucher tiket,panitia tak bisa memberikannya. Alasannya,tiket ludes.



Pemerintah Malaysia Umumkan Hari Jumat sebagai Hari Libur Nasional

Wed, 29 Dec 2010 17:05:00 +0000

(image)
Datuk Seri Najib Tun Razak
REPUBLIKA.CO.ID,KUALA LUMPUR – Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Najib Tun Razak, mengumumkan hari Jumat (31/12) sebagai hari libur nasional untuk merayakan keberhasilan Malaysia menjuarai Piala AFF 2010.

Pengumuman ini disampaikan beberapa jam usai partai final leg kedua di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Rabu (29/12) malam, yang dimenangkan Indonesia 2-1. Malaysia juara dengan agregat 4-2.
Najib menggambarkan keberhasilan skuat Malaysia sebagai malam terbesar dalam persepakbolaan negerinya. ‘’Kita harus memanfaatkan ini untuk membawa sepak bola Malaysia menuju kesuksesan yang lebih tinggi,’’ ungkapnya dalam pernyataan seperti dikutip Bernama.

‘’Keberhasilan ini adalah awal dari titik balik sejarah persepakbolaan,’’ kata sang Perdana Menteri. Ia berharap kesuksesan ini akan menginspirasikan generasi muda Malaysia.



Usai Pertandingan, Ratusan Penonton 'Tamasya' di Lapangan GBK

Wed, 29 Dec 2010 16:50:00 +0000

(image)
Aksi suporter Indonesia menyemangati timnas
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Ratusan penonton pertandingan kedua final Piala AFF 2010 tidak langsung meninggalkan Stadion Utama Gelora Bung Karno, meskipun rangkaian upacara penghormatan pemenang telah berakhir. Dengan kostum warna merah, ratusan penonton menyempatkan diri turun ke lapangan GBK untuk 'bertamasya' sejenak.

Ada yang berfoto-foto. Ada pula yang hanya melihat-lihat sudut-sudut lapangan sebagai bukti kecintaan mereka kepada Timnas Indonesia yang baru saja gagal merebut gelar juara.

"Indonesia menang, tapi yang juara Malaysia. Biarkan saja, masih banyak waktu untuk bisa melakukan pembalasan," ujar Sudarno dari Ciputat yang mengaku baru kali ini bisa menginjak rumput lapangan SUGBK.
Sudarno mengaku cukup puas dengan penampilan Cristian Gonzales dan kawan-kawan setelah mampu memenangkan pertandingan dengan skor 2-1. Menurutnya, timnas sudah berjuang sampai akhir. "Kita lihat mereka sudah berjuang habis-habisan. Mereka sudah maksimal. Lain kali, harus Indonesia yang jadi juara," lanjutnya.

Tamasya di lapangan GBK akhirnya berakhir. Kerumunan mulai surut meninggalkan tempat setelah lampu stadion satu-persatu dimatikan petugas.



‘Timnas tak Enjoy di Leg Kedua’

Wed, 29 Dec 2010 16:40:00 +0000

(image)
Christian Gonzales diapit kiper dan pemain Malaysia di laga final leg kedua, Rabu (29/12).
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Meski secara umum penampilan timnas Indonesia di final leg kedua Piala AFF 2010 menjanjikan, masih ada beberapa kekurangan pada skuad asuhan Alfred Riedl itu.
Pengamat sepakbola, Weshley Hutagalung, menilai timnas sudah tidak bisa lagi enjoy bermain seperti saat partai-partai penyisihan. Ini disebabkan karena timnas terlalu banyak diganggu oleh hal-hal non teknis jelang partai final.
"Di awal turnamen timnas sudah bermain bagus. Sayang, mereka gagal karena terlalu banyak diganggu hal-hal non teknis yang diagendakan pengurus PSSI. Akibatnya, tercermin pada partai final ini," ujar Weshley kepada Republika.
Pengamat sepakbola yang juga pakar komunikasi politik, Effendy Ghazali, mengatakan hal serupa. Ia mengatakan Indonesia tidak bermain seperti biasa. “Mereka terlalu banyak melakukan umpan-umpan panjang. Hal tersebut sangat berbeda dibandingkan saat mereka bisa mengalahkan Malaysia 5-1 pada penyisihan grup, dimana mereka bisa bermain dengan umpan dari kaki ke kaki," ujar Effendy.



Timnas Menang, Jayapura Pesta Kembang Api Sejam Penuh

Wed, 29 Dec 2010 16:35:00 +0000

(image)
Aksi suporter Indonesia menyemangati timnas
REPUBLIKA.CO.ID,JAYAPURA - Sejumlah warga Kota Jayapura menyambut kemenangan Tim Nasional Indonesia 2-1 atas Malaysia dengan pesta kembang api dan mercon pada Rabu (29/12) malam.
Setelah wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan leg kedua antara kedua negara tetangga tersebut, berbagai macam kembang api dan mercon mulai dinyalakan oleh sejumlah warga Abepura.
''Kami bangga Indonesia menang atas Malaysia, walau tidak menjuarai Piala AFF. Artinya, kita bisa membalas kekalahan yang terjadi di kandang mereka beberapa hari lalu," kata Mecky Runtuboy, warga BTN Kampkey, distrik Abepura, yang ikut menyalakan mercon bersama rekan-rekannya.
Menurutnya, apa yang dilakukan oleh Bambang Pamungkas dkk selama 90 menit di stadion utama Gelora Bung Karno itu patut diberikan apresiasi yang baik. Karena, mereka bisa memenangi pertandingan di hadapan presiden SBY dan Ibu Ani Yudhono, dan sejumlah pejabat negara serta ribuan suporter tim Merah Putih. "Ini merupakan semangat juang Merah Putih yang ditunjukan oleh pahlawan olahraga," katanya.
Jhon Adi, warga Perumnas I distrik Heram, mengatakan kemenangan Timnas Indonesia patut dirayakan. "Saya dan teman-teman gembira melihat kemenangan Timnas Indonesia atas Malaysia. Jadi, kami rayakan dengan pesta kembang api," katanya. "Apa yang dipertontonkan oleh pasukan Garuda merupakan semangat juang yang patut ditiru oleh duta-duta olahraga lainnya."
Bunyi mercon dan kembang api hampir dilakukan selama sejam penuh di tiap sudut Kota Jayapura.



Internet tak Segera Difungsikan, Wartawan Langsung Protes

Wed, 29 Dec 2010 16:30:00 +0000

(image)
Meski kecewa usai laga final leg kedua, fans Merah Putih tetap sportif
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA - Sejumlah wartawan melakukan protes ketika jaringan internet yang dimatikan saat pertandingan final Piala AFF 2010 berlangsung, tidak segera difungsikan kembali ketika pertandingan telah berakhir.

Puluhan wartawan cetak maupun foto yang bergegas hendak mengirimkan reportasenya, dibuat kesal oleh ulah panitia yang tak segera memfungsikan kembali jaringan di seputar VIP Barat. Situasi ini membuat suasana gaduh di ruang wartawan.

Wartawan, yang habis kesabarannya, dengan keras memprotes ofisial AFF, Jeysingh Muthia, yang sejak seluruh rangkaian acara selesai hanya berdiam diri dan menghilang tanpa berupaya melakukan perbaikan. Sementara, beberapa wartawan lain bahkan sempat membanting kursi dan memukul meja di tengah hiruk pikuk teriakan-teriakan wartawan yang seluruhnya belum dapat mengirimkan reportasenya hingga pukul 22:15 WIB.



Soal Kegagalan Penaltinya, Firman Utina Bilang...

Wed, 29 Dec 2010 16:25:00 +0000

(image)
M Nasuha merayakan gol pertama Indonesia ke gawang Malaysia pada final leg kedua, Rabu (29/12)
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Kapten Firman Utina gagal mengeksekusi penalti untuk membawa Indonesia memimpin ketika pertandingan memasuki menit 18. Firman pun digantikan Eka Ramdani setelah Indonesia tertinggal 0-1 lewat gol Mohd Safee Sali pada menit 53.

Meski sedih karena gagal membawa Indonesia juara Piala AFF 2010, Firman dapat sedikit tersenyum karena berhasil menyabet penghargaan sebagai pemain terbaik. Dia mengaku terkejut mendapat penghargaan Most Valuable Player AFF 2010.

Lalu, ditanya soal hasil tendangan penaltinya, Firman tidak berkomentar banyak. Dia mengaku hal tersebut adalah sebuah kegagalan karena tidak mampu melaksanakan tugas dengan baik.
Tendangan penalti Firman mampu ditangkap oleh penjaga gawang Malaysia, Khairul Fahmi Bin Che Mat, yang tampil gemilang melakukan aksi penyelamatan. Tembakan penalti Firman menyisir lemah di kiri bawah gawang